Tips panen ayam broiler

promo ayambroiler 2 photo promoweb2_zps82939340.jpg

Setiap peternak ayam broiler pasti ingin budidaya ayam broiler yang dikelola memiliki performa yang baik, performa seperti apa yang baik itu??? tentu saja panen dengan pakan seminim mungkin dan bobot setinggi mungkin, itu prinsip performa yang baik :) . Namun untuk mendapatkan performa ayam broiler yang baik tentu ada banyak hal yang harus diusahakan salah satunya adalah saat panen. Panen ayam broiler juga memiliki andil dalam performa ayam broiler agar performa ayam tetap terjaga.

Dibawah ini akan kami uraikan tips panen ayam broiler, agar hasil panen tetap optimal :

1. Usahakan panen selesai dalam 1 hari maksimal 2 hari

Jika sudah saatnya panen ayam broiler dikandang anda, usahakan panen selesai secepat mungkin. atau maksimal 2 hari. Ini untuk menjaga supaya ayam tetap dalam kondisi baik, dan tidak stress. panen yang memakan waktu lama biasa ayam akan stress dan pertambahan pakan tidak sesuai dengan bobot yang dihasilkan.

2. Sekat ayam yang akan dipanen sesuai kebutuhan penangkap ayam

Sebelum melakukan sekat ayam, tanya ke penangkap butuh ayam berapa ekor dengan bobot berapa. Jika anda sudah tahu dan penangkan setuju, lakukan penyekatan sesuai permintaan penangkap. Usahakan untuk menghabiskan 1 sekatan sebelum pindah ke sekatan yang lain. Panen hanya ayam yang berapa pada gerombolan ayam yang di skat. Jika penangkap menginginkan bobot lain selain pada ayam yang sudah di skat sebisa mungkin tidak diperbolehkan.

3. Timbang maksimal 15 ekor

Jika cuaca terlalu panas dan panen dilakukan pada siang hari, maka lakukan penimbangan maksimal 15 ekor saja. atau usahakan per 10 ekor jika bobot 2 kg an. Pengalaman kemarin ayam sehat, timbang sekali 20 ekor, kematian 10 ekor saat habis timbang. Ayam sehat mati 10 ekor, kan merugikan banget ya. kematian terjadi cuma dalam 1 penangkap yang menimbang 20 ekor. jadi saya simpulkan menimbang terlalu banyak merugikan. karena setelah ditimbang setiap 10 ekor tidak ada kematian dalam keranjang.

4. Panen pada pagi, sore atau malam hari

Usahakan panen ayam pada pagi hari, sore atau malam hari. namun demikian hal ini akan sangat sulit, karena ketika panen tentu saja kita akan menyerahkan waktu panen pada pembeli ayam broiler kita. dan biasanya kalo kita ikut kemiteraan tidak ada setting waktu panen, yang ada hanya tanggal dan hari panen.

NAh jika anda ingin panen dengan hasil paling optimal, adalah panen selesai dalam 1 hari dan selesai sebelum jam makan sore. Biasanya jika panen sehari selesai, ayam masih dalam keadaan oke, bobot masih optimal. semoga bermanfaat..

Share this:
Share this page via Email Share this page via Stumble Upon Share this page via Digg this Share this page via Facebook Share this page via Twitter

Persiapan Sarana Budidaya Ayam Pedaging

promo ayambroiler 2 photo promoweb2_zps82939340.jpg

Sistem perkandangan yang ideal untuk usaha peternakan ayam broiler meliputi persyaratan temperatur berkisar antara 32 – 35 derajat C, kelembaban udara berkisar antara 60 -70 %, penerangan atau pemanasan kandang berdasarkan aturan yang sesuai, tata letak kandang disesuaikan agar mendapat sinar matahari pagi dan tidak melawan mata angin, model kandang disesuaikan dengan umur ayam. Untuk anakan sampai umur 2 minggu atau 1 bulan memakai kandang box, untuk ayam remaja yang berumur ± 2 bulan sampai 3 bulan memakai kandang box yang dibesarkan dan untuk ayam dewasa bisa menggunakan kandang sistem postal.

Peralatan yang perlu dipersiapkan untuk usaha budidaya ayam pedaging adalah litter (alas lantai), harus selalu dalam keadaan yang kering maka atap harus tidak boleh bocor dan air hujan tidak boleh masuk walaupun angin kencang sekalipun. Tebalnya kira-kira 10 -15 cm, bahan litter biasanya memakai kulit padi atau sekam dengan sedikit kapur dan pasir, atau bisa dari serutan kayu dengan panjang antara 3 – 5 cm sebagai pengganti sekam. Ada juga brooder atau induk buatan yang dipasang ketika ayam berumur dibawah 14 hari, berbentuk bundar atau persegi panjang dengan areal jangkauan 1 – 3 meter dengan alat pemanas di tengah, fungsinya untuk menghangatkan anak ayam yang baru menetas dan belum mampu mengatur suhu tubuhnya. Tempat bertengger bila perlu juga disediakan, gunanya sebagai tempat istirahat ayam, dibuat dekat dinding dan diusahakan kotoran jatuh ke lantai yang mudah dibersihkan. Tempat pakan dan minum harus tersedia cukup, dapat di jumpai di poultry shop yang terpenting adalah kuat dan tidak mudah bocor. Sedangkan tempat grit menggunakan kotak khusus. Dan alat-alat rutin yang termasuk untuk menjaga kesehatan ayam diantaranya suntikan, gunting operasi, pisau potong kecil, dan lainnya.

Dan untuk memperoleh keuntungan yang maksimal, hendaknya DOC yang dipelihara memenuhi beberapa persyaratan, diantaranya ternaknya sehat dan tidak cacat, ternak berasal dari pembibit unggul, anak ayam memiliki nafsu makan yang baik, bulunya tampak halus dan penuh ke seluruh tubuh, ukuran badannya normal dan tidak ada kotoran di duburnya. Sebaiknya dalam membeli DOC di sebuah perusahaan, pilihlah DOC yang telah divaksinasi dari penyakit marek, karena hal itu dapat menjamin seluruh hidupnya tidak akan terserang marek. Penyakit marek sangat berbahaya bagi ayam karena sangat mematikan, hal tersebut perlu diperhatikan karena mempengaruhi keuntungan peternak.

Share this:
Share this page via Email Share this page via Stumble Upon Share this page via Digg this Share this page via Facebook Share this page via Twitter

Bau kandang ayam broiler sering menjadi masalah

promo ayambroiler 2 photo promoweb2_zps82939340.jpg

Bau kandang ayam broiler yang menyengat sering menjadi masalah yang serius bagi peternak, apalagi kandang ayam berada pada lingkungan pemukiman penduduk. Memang idealnya kandang ayam broiler berada jauh dari pemukiman penduduk, supaya efek bau kandang dan juga lalat yang sering menyerbu kandang tidak menyebar kelingkungan sekitar kandang.

peternakan ayam terus berjalan dan bau kandang terus ada?? bagaimana solusinya?? Sering kali kita mendengar kasus demo masyarakat akan sebuah atau beberapa kandang ayam broiler yang meresahkan warga masyarakat karena bau kotoran ayam yang menyengat. Bau kandang ayam broiler biasanya cukup meningkatkat ketika umur ayam diatas 14 hari, ketika konsumsi pakan ayam broiler mulai banyak.

Kotoran ayam yang bau biasanya dikarenakan proses metabolisme yang kurang optimal, kotoran ayam kena tumpahan air, kotoran basah, kotoran kebanjiran air hujan. Dari beberapa aspek menyebab bau kotoran ini tentu sebaiknya lakukan langkah-langkah pencegahan supaya anda terhindar dari resiko di demo warga, hehe

Untuk masalah yang terjadi karena proses pencernaan yang kurang optimal memang bisa menimbulkan bau kotoran menyengat karena kadar amonia yang tinggi pada kotoran ayam. Ada cara untuk meningkatkan fungsi pencernaan bekerja secara optimal yaitu gunakan suplemen VITAMAX dan juga IMUNOMAX agar kotoran cepat kering sehingga bau ayam akan sangat berkurang.

Selain itu VITAMAX juga mampu meningkatkan konversi pakan kedaging menjadi lebih baik, Bobot masuk dan FCR rendah. kenapa? karena VITAMAX menggunakan sistem penghantaran nutrisi yang mampu mengedarkan dan memenuhi kebutuhan nutrisi serta memastikan setiap nutrisi yang diperlukan ayam dapat diserap sampai level seluler dengan efektivitas paling optimal.
tny
Selain pemberian suplemen tentu saja anak kandang juga harus menjaga agar kotoran tetap kering, air minum tidak banyak tumpah supaya tidak terjadi genangan air pada kotoran ayam. Buat bedengan di sekeliling kandang ayam supaya jika hujan datang air tidak masuk menggenangi kotoran dibawah ayam.

Langkah-langkah diatas tentu bisa anda terapkan pada kandang ayam broiler anda, supaya kandang ayam broiler anda terbebas dari bau atau setidaknya mengurangi sampai batas yang masih wajar.

semoga sukses!!

Share this:
Share this page via Email Share this page via Stumble Upon Share this page via Digg this Share this page via Facebook Share this page via Twitter

Persiapan Brooding Ayam Broiler

promo ayambroiler 2 photo promoweb2_zps82939340.jpg

Ayam broiler merupakan unggas yang telah mengalami rekayasa genetika secara lama sehingga genetik yang unggul dan dapat dipanen dalam waktu 35 sampai 40 hari. Pada manajemen pemeliharaan ayam secara komersial, pada umumnya adalah anak ayam yang diperoleh dari penetasan melalui mesin tetas. Oleh sebab itu, untuk menggantikan peran induk pada awal pemeliharaan anak ayam, perlu induk buatan agar mampu melindungi anak ayam dari cuaca buruk yang dapat mengganggu pertumbuhannya.

Brooding memiliki makna seperindukan, sehingga masa brooding merupakan masa dimana anak ayam masih membutuhkan induk buatan atau penghangat dan menjadi pondasi pertumbuhan ayam pada maasa berikutnya. Keberhasilan masa ini sangat menentukkan keberhasilan fase berikutnya sehingga pertumbuhan ayam dapat maksimal dan mendapatkan keuntungan optimal bagi peternak. Begitu pula sebaliknya, dengan kegagalan masa brooding akan menyebabkan kegagalan pada fase berikutnya sehingga produktifitas akan turun dan potensi genetik yang ada tidak akan muncul.

Masa brooding berlangsung antara umur 0 – 14 hari, karena pada umur tersebut, terjadi perkembangan sel yang meliputi saluran pencernaan, perkembangan saluran pernafasan dan perkembangan sistem kekebalan tubuh (imunitas). Sebelum membuat brooding, kandang dan peralatan kandang harus disiapkan terlebih dahulu. Beberapa langkah yang harus dilakukan adalah membersihkan kotoran dan sekam sisa yang ada dalam kandang, memasang tirai kandang dilakukan dengan cara menutup semua permukaan dinding kandang, mencuci kandang secara keseluruhan, mencuci dengan menggunakan detergen, tujuannya adalah membunuh mikroorganisme yang memiliki lapisan lunak yang berada pada luar tubuh ternak dan juga dapat menurunkan tegangan kotoran ayam yang ada pada permukaan dan dinding kandang, dilakukan penyemprotan desinfektan secara menyeluruh agar semua mikroorganisme mati, mengapur kandang, dengan cara kapur yang telah diencerkan dengan air dioleskan dengan kuas ke seluruh permukaan kandang, dan terakhir menebar sekam, sebelum dimasukkan ke kandang sekan terlebih dulu disemprot dengan NaOH atau desinfektan lainnya, setelah kering baru dimasukkan.

Setelah peralatan dan kandang telah siap, kegiatan selanjutnya adalah membuat brooding itu sendiri. Brooding sebaiknya disiapkan 3 hari sebelum ayam datang. Brooding yang baik haru mampu melindungi ayam dari angin, hujan, perubahan suhu yang mendadak dan serangan hewan liar. Ukuran brooding tergantung pada jumlah dan umur ayam yang dipelihara. Semakin besar dan semakin banyak jumlah ayam, maka brooding harus diperluas. Pelebaran chick guard dapat dimulai sejak umur ayam 4 hari sesuai dengan pertumbuhan dan kepadatan ayam. Serangkaian sistem yang mendukung brooding antara lain heater, chick guard (sekat), tempat pakan dan minum, litter, pencahayaan, suhu dan kelembaban sirkulsi udara dan kepadatan brroding.

Perhatian perlu difokuskan pada heater atau pemanas supaya mampu menghasilkan panas yang cukup, terfokus dan stabil. Adapun beberapa hal yang diperhatikan dalam memilih pemanas adalah mudah mengoperasikan, suhu stabil, bahan baku tersedia dan biaya yang murah. Ada banyak jenis pemanas yang dapat digunakan, namun yang paling efisien adalah pemanas gas meskipun biaya pengadaan relatif mahal. Sekat (chick guard) memiliki fungsi membantu agar panas dari brooding terfokus dan tidak menyebar keseluruh ruangan kandang. Sedangkan fungsi lain dari sekat adalah melindungi anak ayam dari terpaan angin dan hewan liar. Idealnya berbentuk melingkar ataupun elips. Sedangkan lantai kandang (litter), berfungsi untuk menampung dan menyerap air dari feses, meminimalkan terjadinya lepuh dada dan kaki serta dapat menjaga kehangatan kandang brooder. Bahan untuk litter sendiri haruslah memiliki kemampuan menyerap air, tidak berdebu dan harganya murah. Tempat pakan dan minum dapat berasal dari bahan bekas disekitar, namun banyak juga di poultry shop. Pencahayaan optimal perlu dilakukan selama masa brooding, karena dapat menstimulasi ayam untuk selalu mengkonsumsi ransum. Sirkulasi udara perlu diiatur melalui tutup buka tirai, namun perlu dipertimbangkan kondisi lingkungan terutama suhu dan kecepatan angin. Kepadatan kandang yang terlalu padat dapat menurunkan ketersediaan oksigen dan meningkatkan amoniak. Dapat mempengaruhi aktivitas ayam dan meningkatkan persaingan ayam serat berpotensi meningkatkan kanibalisme.

Share this:
Share this page via Email Share this page via Stumble Upon Share this page via Digg this Share this page via Facebook Share this page via Twitter

Kebutuhan Masa Brooding ayam broiler

promo ayambroiler 2 photo promoweb2_zps82939340.jpg

Keberhasilan suatu peternakan ayam broiler sangat tergantung pada usaha yang dilakukan selama masa brooding, masa itu terjadi pada 2 minggu pemeliharaan pertama. Dimana pada masa brooding terjadi perkembangan sistem kekebalan tubuh (imunitas), saluran pernafasan dan saluran pencernaan. Pada masa brooding, ayam akan mengalami perkembangan yang sangat cepat dan mencakup seluruh organ yang berfungsi bagi produktifitasnya. Hampir semua ransum yang dikonsumsi akan digunakan untuk pertumbuhannya. Karena pentingnya masa brooding dan berdampak pada pertumbuhan ayam selanjutnya, selayaknya pada masa ini ayam diberikan penanganan yang intensif. Kegagalan pada masa brooding akan menyebabkan pencapaian produktifitas yang optimal seperti potensi genetik yang akan dicapai.

Komponen kandang harus segera disiapkan 3 hari sebelum DOC datang, diantaranya adalah brooder atau pemanas itu sendiri. Hal ini penting karena perbedaan suhu ayam dengan lingkungan sekitar akan mengganggu proses metabolisme. Brooder yang baik harus mampu menghasilkan panas yang cukup, stabil dan terfokus. Hal perlu dipertimbangkan dalam pemilihan brooder adalah mudah dioperasikan, bahan bakar tersedia, aman, tidak menimbulkan asap, dan biaya pengadaannya terjangkau. Sedangkan chick guard berfungsi untuk melindungi anak ayam dari terpaan angin dan hewan liar. Tiap chick guard atau sekat dilengkapi dengan pemanas, tempat pakan dan minum serta tirai rangkap. Tempat pakan dan minum ayam yang disediakan haruslah sesuai dengan jumlah ayam yang ada. Selain itu, distribusi tempat pakan sebaiknya merata sehingga minimal 2/3 ayam dapat makan dalam waktu yang bersamaan. Litter yang digunakan harus dapat menyerap air dan feses sehingga kotoran cepat kering.

Untuk memenuhi kebutuhan ayam saat masa brooding, setelah ayam ditaruh pada kandang brooding berikan air gula 2-5 % dalam 1 liter air untuk mengganti energi yang hilang. Bersamaan dengan pemberian air minum, berikan ransum sedikit demi sedikit ke tempat pakan. Lakukan pemeriksaan konsumsi ransum dan air, 2-3 jam setelah pemberian ransum pertama dengan perabaan tembolok. Konsumsi ransum dikatakan baik bila minimal 75 % sampel DOC teraba kenyang. Suhu dan kelembaban harus terus dijaga seimbang, suhunya terus menurun semakin lama pemeliharaan. Ventilasi udara dikontrol agar ayam tetap baik yang akan mengurangi bau amonia, debu dan asap brooder. Pencahayaan harus ada, karena merupakan pemberi stimulasi yang kuat dalam meningkatkan produktifitas ayam. Jangan sampai terjadi Hipoksia yakni merupakan kekurangan oksigen yang berdampak terganggunya metabolisme tubuh ayam broiler dan memicu hidrops ascites.

Untuk memaksimalkan masa brooding ini anda juga disarankan untuk menambahkan suplemen vitamax dan Imunomax untuk mengawal pembelahan sel. Masa brooding adalah masa pembelahan sel pada ayam, dimasa ini pertumbuhan bobot ayam tidak begitu signifikan karena memang di masa brooding adalah masa pembelahan sel, jika masa pembelahan sel terjadi optimal maka selepas masa brooding pertumbuhan sel yang akan meningkatkan bobot ayam akan optimal juga.

untuk info order vitamax 085743647769

Share this:
Share this page via Email Share this page via Stumble Upon Share this page via Digg this Share this page via Facebook Share this page via Twitter

Manajemen Brooding Sederhana

promo ayambroiler 2 photo promoweb2_zps82939340.jpg

Untuk membangun pondasi yang kuat dalam pemeliharaan ayam broiler adalah dengan kesuksesan pemeliharaan pada masa brooding. Kesuksesan pada masa brooding akan menghasilkan pondasi yang kuat sehingga mendukung tercapainya performa ayam yang diharapkan. Arti brooding sendiri bagi ayam broiler adalah masa kritis yaitu masa penyesuaian dimana ayam hidup pada lingkungan yang baru, masa awal perkembangan yaitu masa diama aspek kehidupan ayam terutama organ-organ penting pada tubuh ayam memulai masa perkembangan yang sangat cepat, masa menentukkan dimana baik tidaknya hasil yang akan dicapai pada masa ini sangat berpengaruh terhadap hasil akhir yang kelak akan dicapai karena masa brooding merupakan pondasi pemeliharaan ayam broiler.

Tujuan dari brooding ayam sendiri adalah sebagai pengganti pengeram atau penghangat, alasannya adalah ayam baru dapat mengatur suhu tubuh atau themoregulasi pada umur 14 hari. Percepatan produktivitas ayam, sementara anak ayam dipelihara tersendiri, induk ayam akan dipaksa untuk memproduksi kembali. Perlindungan anak ayam, karena anaka ayam dalam masa awal kehidupan masih rentan terhadap kematian maka dari itu dipakailah sistem chick uard atau perlindungan anak ayam. Untuk ukuran ideal brooder anak ayam dengan kapasitas 100 ekor adalah 4,5 meter berbentuk lingkaran. Jika ayam yang dipelihara belum sebanyak itu maka ukuran brooder dapat disesuaikan agar pekembangan lebih cepat. Brooder ayam terlalu sempit akan mengakibatkan aktifitas DOC kurang. Sementara bila terlalu besar dari kapasitas maka pertumbuhan kan lebih lama dan membutuhkan panas yang lebih besar.

Ada beberapa kesalahan yang mungkin terjadi selama masa brooding, kandang belum siap saat DOC akan masuk, jika DOC mengalami perpindahan tempat sedangkan fungsi brooder belum ada akan mengakibatkan ayam dehidrasi, dan stress karena terjadi perbedaan suhu yang mencolok. Suhu dan kelembaban tidak tepat, apabila suhu tidak tepat maka cadangan makanan dalam anak ayam akan mengeras dan tidak dapat diserap secara sempurna. Kesalahan pemberian pakan, saluran pencernaan ayam masih lemah, kesalahan pemberian pakan akan berakibat DOC mati karena belum mampu mencerna dengan baik. Kesalahan memasukkan dan mengeluarkan DOC dari brooder, perlakukan DOC engan kalem, bila tidak ayam akan diam, menutup mata, atau akan kehilangan nafsu makan. Kesalahan keluar masuk peralatan kandang, akan membuat suasana gaduh dan ayam berlarian. Atur agar litter selalu kering, untuk menghindari lembabnya brooder yang merugikan DOC.

Share this:
Share this page via Email Share this page via Stumble Upon Share this page via Digg this Share this page via Facebook Share this page via Twitter

Mengatasi CRD pada Ayam Broiler

promo ayambroiler 2 photo promoweb2_zps82939340.jpg

CRD merupakan penyakit yang masih sulit ditangani, padahal kerugian akibat penyakit tersebut tidaklah sedikit. CRD merupakan penyakit kronis, karena menyerang sistem pernafasan dan yang terjangkit tidak sembuh-sembuh. Penyakit CRD dihubungkan dengan rendahnya laju pertumbuhan, tingginya mortalitas (angka kematian), dan konversi ransum yang tinggi. Kerugian lain akibat CRD adalah keseragaman bobot ayam yang tidak tercapai, banyaknya ayam yang sering diafkir, sehingga peternak mengalami kerugian yang besar.

Faktor utama penyebab CRD adalah penyebabnya adalah kurangnya manajemen pemeliharaan, suhu lingkungan yang tidak baik, dan kualitas DOC ayam broiler yang buruk. Biosecurity dan antibiotik yang baik akan mengurangi resiko penyakit ini. Untuk itu, selain melakukan manajemen pemeliharaan yang baik, anda juga harus memilih antibiotik yang tepat untuk masa brooding broiler. Kami menawarkan anda untuk menambahkan Vitamax untuk mengawal pertumbuhan sel pada masa brooding dan juga mengawal pertumbuhan bobot setelah masa brooding. Selain itu, keuntungan menggunakan Vitamax adalah dapat mempercepat pertumbuhan, meningkatkan daya cerna dan efisiensi pakan, meningkatkan daya tahan terhadap penyakit dan stres lingkungan, serta meningkatkan bobot badan.

Selain Vitamax, anda juga dapat menambahkan immune activator yang diperlukan unggas dan burung untuk meningkatkan daya tahan tubuh terhadap penyakit dan mikotoksin. Fungsi penambahan Imunomax adalah meningkatkan fingsi imunitas (pertahanan) broiler, menghambat bakteri patogen, mengikat mikotoksin yang terbentuk selama penyimpanan pakan, menjaga vili usus agar menyerap pakan maksimal, dan mengembalikan keseimbangan mikroflora saluran pencernaan. Aplikasinya cukup ditambahkan sebanyak 1 ml per 2 – 4 liter air minum 2 kali seminggu, dapat digunakan lebih sering pada daerah rawan penyakit.

Selalu pilih kualitas DOC yang baik agar ayam tersebut tahan penyakit dan memiliki pertumbuhan yang tinggi. Jaga selalu sanitasi lingkungan serta pengontrolan ayam yang keluar masuk untuk menghindari resiko tertular. Gejala yang timbul antara lain, ayam menunjukkan batuk, bersin, gangguan pernafasan, keluar suara saat bernafas dan sinusitis (bengkak pada muka). Tetapi jika unggas anda ada indikasi terserang CRD, anda dapat menggunakan produk MAX-X untuk mengatasi ngorok pada broiler. Pengaplikasiaannya juga relatif mudah, dengan menyemprotkan MAX-X pada unggas yang memiliki gejala klinis ngorok. Semprot ayam broiler dengan dosis 1 ml/liter air. Jika ayam sudah dalam kondisi yang cukup parah dapat disemprot pada pagi dan sore hari. Namun, bila belum terlalu parah anda cukup menyemprotkan 1 kali sehari sampai gejala ngorok hilang.

Share this:
Share this page via Email Share this page via Stumble Upon Share this page via Digg this Share this page via Facebook Share this page via Twitter

Defisiensi Nutrisi pada Ayam

promo ayambroiler 2 photo promoweb2_zps82939340.jpg

Ayam memerlukan asupan nutrisi yang seimbang baik dalam kuantitas maupun kualitas. Ransum dengan nutrisi sesuai kebutuhan akan menjadi faktor penting dalam menentukan produktifitas ayam. Stamina dan kondisi kesehatan ayam akan optimal jika ayam memiliki asupan nutrisi yang sesuai. Secara umum nutrisi dibagi menjadi 2, yakni nutrisi makro (karbohidrat, protein, lemak, dan serat) dan nutrisi mikro (mineral, vitamin, maupun asam amino). Kebutuhan kedua nutrisi tersebut hendaknya terpenuhi seimbang, namun kenyataannya nutrisi mikro sering terabaikan. Hal itu mungkin saja tidak diketahui karena kadarnya yang tidak dapat dideteksi. Atau karena penanganan ransum yang tidak sesuai menyebabkan penurunan kadar nutrisi, karena mudah dipengaruhi suhu, cahaya dan oksigen.

Kondisi yang demikian akan menimbulkan celah antara kebutuhan dengan nutrisi yang diberikan dan berakibat ayam akan mengalami gangguan produktivitas. Kondisi tersebut biasa disebut dengan difisiensi nutrisi. Secara umu defisiensi dapat terjadi disebabkan jumlah nutrisi dalam ransum kurang terpenuhi sehingga sekalipun feed intake telah terpenuhi, namun kebutuhan nutrisi belum sepenuhnya terpenuhi. Atau sebaliknya, jumlah ransum yang dikonsumsi tidak sesuai, sehingga asupan nutrisi yang masuk juga mengalami kekurangan.

Kasus defisiensi nutrisi mengalami beberapa gejala yang terlihat dari ayam seperti pertumbuhan yang tidak maksimal, ayam mudah terserang penyakit, penurunan produksi telur, penurunan daya tetas. Dengan melihat gejalanya saja tentu kurang jeli dan komprehensif, karena hampir mirip dengan infeksi penyakit. Ada gejala khas defisiensi nutrisi seperti ayam yang suka mematuk temannya sendiri dan kelumpuhan.

Kanibalisme terjadi karena ayam mengalami defisiensi mineral (Na, Cl), vitamin ataupun asam amino, ayam biasanya akan berperilaku mematuk bulu dan kepala. Kanibalisme yang sudah parah ditandai dengan ditemukannya ayam yang berdarah karena dipatuk oleh ayam lain. Selain itu, kanibalisme dapat disebabkan karena stress akibat perubahan ransum, stress panas, kekurangan pencahayaan, dll. Sedangkan kelumpuhan, pincang atau kelainan bentuk kaki terjadi karena defisiensi vitamin dan mineral, seperti vitamin E, vitamin B kompleks, mangan, zinc, dan selenium yang menyebabkan kaki seperti terpluntir.

Share this:
Share this page via Email Share this page via Stumble Upon Share this page via Digg this Share this page via Facebook Share this page via Twitter

Penuhi Kebutuhan Mineral Ayam Broiler

promo ayambroiler 2 photo promoweb2_zps82939340.jpg

Mineral sering dipandang sebelah mata oleh kebanyakan peternak, namun untuk memenuhi potensi genetik dari ayam, salah satu yang harus terpenuhi adalah kebutuhan mineral dalam pakan. Kasus defisiensi sendiri selalu ditemukan tiap tahun, sekalipun angkanya masih sangat kecil, yaitu 0,2 % dari total kasus penyakit ayam. Tapi mungkin saja jumlahnya akan terus bertambah, mengingat gejala yang terjadi sulit terlihat secara kasat mata.

Mineral sendiri adalah suatu senyawa anorganik yang menyusun ± 4 % tubuh ayam. Ketersediaannya harus disuplai dari luar, misalnya melalui ransum, karena tubuh ayam tidak dapat memproduksi dengan sendiri. Mineral anorganik banyak diproduksi dan tersebar di pasaran baik yang berbentuk campur (mineral mix), maupun bentuk tunggal (garam karbonat, garam klorida, garam sulfat, dan garam fosfat). Dalam perkembangannya, ada mineral organik, yaitu mineral anorganik yang digabungkan dengan senyawa organik seperti asam amino, asam organik atau polisakarida.

Dalam pakan ayam, kebutuhan mineral tidaklah dominan dan biasanya hanya berkisar 5-8 % dari total pakan. Namun yang perlu diketahui adalah kebutuhan ayam broiler modern jauh lebih tinggi dibandingkan dengan kebutuhan ayam zaman dahulu. Perbaikan genetik yang ada saat ini membut aayam pedaging lebih cepat tumbuh, agar target dapar tercapai maka ayam harus melakukan proses metabolisme dengan lebih cepat. Kondisi inilah yang menyebabkan kebutuhan mineral meningkat, karena ia berperan aktif dalam berbagai proses metabolisme tubuh seperti prekursor (bahan pembantu) kerja enzim, hormon, dan ion transport.

Kekurangan mineral dapat menyebabkan defisiensi, kasus defisiensi sendiri sulit didiagnosa dengan pasti karena kasus tersebut tidak menunjukkan gejala klinis maupun perubahan patologi anatomi. Meski demikian ada beberapa contoh kasus defisiensi mineral seperti defisiensi pada kalsium maupun fosfor pada ayam periode starter maupun grower bisa menyebabkan pertumbuhan tulang abnormal, meskipun pakan yang disediakan mengandung vitamin D3 yang cukup. Dapat juga memicu kelumpuhan serta kanibalisme pada ayam.

Dan beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum menghadapi defisiensi protein, antara lain adalah dengan memastikan kualitas ransum yang sesuai dan konsumsi ransum masuk sesuai dengan standart perusahaan pembibit, memastikan tidak ada gangguan teknis yang terjadi (seperti ayam kekurangan tempat ransum, ransum terlamabat diberikan, atau manajemen ransum yang salah), ayam yang terlihat sakit harus segera dipindah ke kandang khusus. Bila dirasa kualitas ransum kurang baik, maka perlu dilakukan suplementasi ransum untuk meningkatkan kualitas ransum.

Share this:
Share this page via Email Share this page via Stumble Upon Share this page via Digg this Share this page via Facebook Share this page via Twitter

Mengenal Kebutuhan Vitamin Ayam Broiler

promo ayambroiler 2 photo promoweb2_zps82939340.jpg

gambar vitamax dan imunomaxUntuk memperoleh bobot yang optimal salah satunya dipengaruhi oleh nutrisi ransum yang dikonsumsi. Nutrisi terdiri dari 2 jenis yakni nutrisi makro dan nutrisi mikro. Hal yang sering luput dari perhatian adalah kebutuhan nutrisi mikro seperti vitamin dan mineral yang tidak tercukupi. Vitamin sebagai senyawa organik yang diperlukan dalam jumlah kecil untuk menjaga fungsi metabolisme dalam tubuh agar tetap optimal. Vitamin tidak memiliki peran yang kalah penting dengan jenis nutrisi lainnya. Jika dilihat secara kuantitatif, persentase kebutuhan vitamin ayam lebih kecil dibandingkan dengan nutrisi lain seperti karbohidrat, protein, dan lemak. Meskipun demikian, vitamin tetap wajib diberikan terkait fungsinya sebagai katalis metabolis nutrisi makro. Dengan kata lain, bila tidak ada peran vitamin maka metabolisme nutrisi makro akan terhambat. Hambatan metabolisme akan menyebabkan pertumbuhan ayam kurang optimal, terbatasnya pembentukan energi untuk beraktifitas dan tidak ada regerasi sel-sel tubuh yang rusak.

Vitamin dikategorikan menjadi 2 jenis, yakni vitamin yang larut dalam lemak dan vitamin yang larut dalam air. Vitamin larut dalam lemak adalah vitamin yang dapat dengan mudah menyatu dengan lemak tubuh sehingga tubuh akan menyimpan selama waktu tertentu. Sedangkan vitamin yang larut dalam air adalah vitamin yang dengan mudah menyatu dengan air tubuh. Tubuh tidak dapat menyimpan vitamin yang larut dalam air karena apabila ada kelebihan vitamin akan langsung dikeluarkan melalui cairan tubuh seperti air seni dan keringat. Vitamin yang termasuk larut lemak adalah vitamin A, D, E, dan K, sedangkan vitamin yang termasuk dalam vitamin larut air adalah vitamin B kompleks (B1, B2, B3, B5, B7, B9, B12) dan C.

Ayam yang dipelihara dengan sistem tata laksana yang tidak baik, sangat peka terhadap defisiensi vitamin. Hal tersebut mungkin terjadi karena unggas tidak memperoleh keuntungan dari sintesis vitamin oleh mikroorganisme di dalam alat pencernaan ayam karena harus bersaing dengan mikroorganisme dalam menggunakan vitamin tersebut. Unggas membutuhkan vitamin yang tinggi karena vitamin penting bagi reaksi metabolis yang vital dalam tubuh ayam. Populasi kandang yang padat pada peternakan ayam broiler modern menimbulkan stress. Sehingga untuk mengatasi berbagai macam stress membutuhkan kadar vitamin yang tinggi.

Share this:
Share this page via Email Share this page via Stumble Upon Share this page via Digg this Share this page via Facebook Share this page via Twitter