Persiapan Brooding Ayam Broiler

promo ayambroiler 2 photo promoweb2_zps82939340.jpg

Ayam broiler merupakan unggas yang telah mengalami rekayasa genetika secara lama sehingga genetik yang unggul dan dapat dipanen dalam waktu 35 sampai 40 hari. Pada manajemen pemeliharaan ayam secara komersial, pada umumnya adalah anak ayam yang diperoleh dari penetasan melalui mesin tetas. Oleh sebab itu, untuk menggantikan peran induk pada awal pemeliharaan anak ayam, perlu induk buatan agar mampu melindungi anak ayam dari cuaca buruk yang dapat mengganggu pertumbuhannya.

Brooding memiliki makna seperindukan, sehingga masa brooding merupakan masa dimana anak ayam masih membutuhkan induk buatan atau penghangat dan menjadi pondasi pertumbuhan ayam pada maasa berikutnya. Keberhasilan masa ini sangat menentukkan keberhasilan fase berikutnya sehingga pertumbuhan ayam dapat maksimal dan mendapatkan keuntungan optimal bagi peternak. Begitu pula sebaliknya, dengan kegagalan masa brooding akan menyebabkan kegagalan pada fase berikutnya sehingga produktifitas akan turun dan potensi genetik yang ada tidak akan muncul.

Masa brooding berlangsung antara umur 0 – 14 hari, karena pada umur tersebut, terjadi perkembangan sel yang meliputi saluran pencernaan, perkembangan saluran pernafasan dan perkembangan sistem kekebalan tubuh (imunitas). Sebelum membuat brooding, kandang dan peralatan kandang harus disiapkan terlebih dahulu. Beberapa langkah yang harus dilakukan adalah membersihkan kotoran dan sekam sisa yang ada dalam kandang, memasang tirai kandang dilakukan dengan cara menutup semua permukaan dinding kandang, mencuci kandang secara keseluruhan, mencuci dengan menggunakan detergen, tujuannya adalah membunuh mikroorganisme yang memiliki lapisan lunak yang berada pada luar tubuh ternak dan juga dapat menurunkan tegangan kotoran ayam yang ada pada permukaan dan dinding kandang, dilakukan penyemprotan desinfektan secara menyeluruh agar semua mikroorganisme mati, mengapur kandang, dengan cara kapur yang telah diencerkan dengan air dioleskan dengan kuas ke seluruh permukaan kandang, dan terakhir menebar sekam, sebelum dimasukkan ke kandang sekan terlebih dulu disemprot dengan NaOH atau desinfektan lainnya, setelah kering baru dimasukkan.

Setelah peralatan dan kandang telah siap, kegiatan selanjutnya adalah membuat brooding itu sendiri. Brooding sebaiknya disiapkan 3 hari sebelum ayam datang. Brooding yang baik haru mampu melindungi ayam dari angin, hujan, perubahan suhu yang mendadak dan serangan hewan liar. Ukuran brooding tergantung pada jumlah dan umur ayam yang dipelihara. Semakin besar dan semakin banyak jumlah ayam, maka brooding harus diperluas. Pelebaran chick guard dapat dimulai sejak umur ayam 4 hari sesuai dengan pertumbuhan dan kepadatan ayam. Serangkaian sistem yang mendukung brooding antara lain heater, chick guard (sekat), tempat pakan dan minum, litter, pencahayaan, suhu dan kelembaban sirkulsi udara dan kepadatan brroding.

Perhatian perlu difokuskan pada heater atau pemanas supaya mampu menghasilkan panas yang cukup, terfokus dan stabil. Adapun beberapa hal yang diperhatikan dalam memilih pemanas adalah mudah mengoperasikan, suhu stabil, bahan baku tersedia dan biaya yang murah. Ada banyak jenis pemanas yang dapat digunakan, namun yang paling efisien adalah pemanas gas meskipun biaya pengadaan relatif mahal. Sekat (chick guard) memiliki fungsi membantu agar panas dari brooding terfokus dan tidak menyebar keseluruh ruangan kandang. Sedangkan fungsi lain dari sekat adalah melindungi anak ayam dari terpaan angin dan hewan liar. Idealnya berbentuk melingkar ataupun elips. Sedangkan lantai kandang (litter), berfungsi untuk menampung dan menyerap air dari feses, meminimalkan terjadinya lepuh dada dan kaki serta dapat menjaga kehangatan kandang brooder. Bahan untuk litter sendiri haruslah memiliki kemampuan menyerap air, tidak berdebu dan harganya murah. Tempat pakan dan minum dapat berasal dari bahan bekas disekitar, namun banyak juga di poultry shop. Pencahayaan optimal perlu dilakukan selama masa brooding, karena dapat menstimulasi ayam untuk selalu mengkonsumsi ransum. Sirkulasi udara perlu diiatur melalui tutup buka tirai, namun perlu dipertimbangkan kondisi lingkungan terutama suhu dan kecepatan angin. Kepadatan kandang yang terlalu padat dapat menurunkan ketersediaan oksigen dan meningkatkan amoniak. Dapat mempengaruhi aktivitas ayam dan meningkatkan persaingan ayam serat berpotensi meningkatkan kanibalisme.

Share this:
Share this page via Email Share this page via Stumble Upon Share this page via Digg this Share this page via Facebook Share this page via Twitter
promo web ayambroiler photo promoweb_zps1e8a3ed0.jpg

Kebutuhan Masa Brooding ayam broiler

promo ayambroiler 2 photo promoweb2_zps82939340.jpg

Keberhasilan suatu peternakan ayam broiler sangat tergantung pada usaha yang dilakukan selama masa brooding, masa itu terjadi pada 2 minggu pemeliharaan pertama. Dimana pada masa brooding terjadi perkembangan sistem kekebalan tubuh (imunitas), saluran pernafasan dan saluran pencernaan. Pada masa brooding, ayam akan mengalami perkembangan yang sangat cepat dan mencakup seluruh organ yang berfungsi bagi produktifitasnya. Hampir semua ransum yang dikonsumsi akan digunakan untuk pertumbuhannya. Karena pentingnya masa brooding dan berdampak pada pertumbuhan ayam selanjutnya, selayaknya pada masa ini ayam diberikan penanganan yang intensif. Kegagalan pada masa brooding akan menyebabkan pencapaian produktifitas yang optimal seperti potensi genetik yang akan dicapai.

Komponen kandang harus segera disiapkan 3 hari sebelum DOC datang, diantaranya adalah brooder atau pemanas itu sendiri. Hal ini penting karena perbedaan suhu ayam dengan lingkungan sekitar akan mengganggu proses metabolisme. Brooder yang baik harus mampu menghasilkan panas yang cukup, stabil dan terfokus. Hal perlu dipertimbangkan dalam pemilihan brooder adalah mudah dioperasikan, bahan bakar tersedia, aman, tidak menimbulkan asap, dan biaya pengadaannya terjangkau. Sedangkan chick guard berfungsi untuk melindungi anak ayam dari terpaan angin dan hewan liar. Tiap chick guard atau sekat dilengkapi dengan pemanas, tempat pakan dan minum serta tirai rangkap. Tempat pakan dan minum ayam yang disediakan haruslah sesuai dengan jumlah ayam yang ada. Selain itu, distribusi tempat pakan sebaiknya merata sehingga minimal 2/3 ayam dapat makan dalam waktu yang bersamaan. Litter yang digunakan harus dapat menyerap air dan feses sehingga kotoran cepat kering.

Untuk memenuhi kebutuhan ayam saat masa brooding, setelah ayam ditaruh pada kandang brooding berikan air gula 2-5 % dalam 1 liter air untuk mengganti energi yang hilang. Bersamaan dengan pemberian air minum, berikan ransum sedikit demi sedikit ke tempat pakan. Lakukan pemeriksaan konsumsi ransum dan air, 2-3 jam setelah pemberian ransum pertama dengan perabaan tembolok. Konsumsi ransum dikatakan baik bila minimal 75 % sampel DOC teraba kenyang. Suhu dan kelembaban harus terus dijaga seimbang, suhunya terus menurun semakin lama pemeliharaan. Ventilasi udara dikontrol agar ayam tetap baik yang akan mengurangi bau amonia, debu dan asap brooder. Pencahayaan harus ada, karena merupakan pemberi stimulasi yang kuat dalam meningkatkan produktifitas ayam. Jangan sampai terjadi Hipoksia yakni merupakan kekurangan oksigen yang berdampak terganggunya metabolisme tubuh ayam broiler dan memicu hidrops ascites.

Untuk memaksimalkan masa brooding ini anda juga disarankan untuk menambahkan suplemen vitamax dan Imunomax untuk mengawal pembelahan sel. Masa brooding adalah masa pembelahan sel pada ayam, dimasa ini pertumbuhan bobot ayam tidak begitu signifikan karena memang di masa brooding adalah masa pembelahan sel, jika masa pembelahan sel terjadi optimal maka selepas masa brooding pertumbuhan sel yang akan meningkatkan bobot ayam akan optimal juga.

untuk info order vitamax 085743647769

Share this:
Share this page via Email Share this page via Stumble Upon Share this page via Digg this Share this page via Facebook Share this page via Twitter
promo web ayambroiler photo promoweb_zps1e8a3ed0.jpg

Manajemen Brooding Sederhana

promo ayambroiler 2 photo promoweb2_zps82939340.jpg

Untuk membangun pondasi yang kuat dalam pemeliharaan ayam broiler adalah dengan kesuksesan pemeliharaan pada masa brooding. Kesuksesan pada masa brooding akan menghasilkan pondasi yang kuat sehingga mendukung tercapainya performa ayam yang diharapkan. Arti brooding sendiri bagi ayam broiler adalah masa kritis yaitu masa penyesuaian dimana ayam hidup pada lingkungan yang baru, masa awal perkembangan yaitu masa diama aspek kehidupan ayam terutama organ-organ penting pada tubuh ayam memulai masa perkembangan yang sangat cepat, masa menentukkan dimana baik tidaknya hasil yang akan dicapai pada masa ini sangat berpengaruh terhadap hasil akhir yang kelak akan dicapai karena masa brooding merupakan pondasi pemeliharaan ayam broiler.

Tujuan dari brooding ayam sendiri adalah sebagai pengganti pengeram atau penghangat, alasannya adalah ayam baru dapat mengatur suhu tubuh atau themoregulasi pada umur 14 hari. Percepatan produktivitas ayam, sementara anak ayam dipelihara tersendiri, induk ayam akan dipaksa untuk memproduksi kembali. Perlindungan anak ayam, karena anaka ayam dalam masa awal kehidupan masih rentan terhadap kematian maka dari itu dipakailah sistem chick uard atau perlindungan anak ayam. Untuk ukuran ideal brooder anak ayam dengan kapasitas 100 ekor adalah 4,5 meter berbentuk lingkaran. Jika ayam yang dipelihara belum sebanyak itu maka ukuran brooder dapat disesuaikan agar pekembangan lebih cepat. Brooder ayam terlalu sempit akan mengakibatkan aktifitas DOC kurang. Sementara bila terlalu besar dari kapasitas maka pertumbuhan kan lebih lama dan membutuhkan panas yang lebih besar.

Ada beberapa kesalahan yang mungkin terjadi selama masa brooding, kandang belum siap saat DOC akan masuk, jika DOC mengalami perpindahan tempat sedangkan fungsi brooder belum ada akan mengakibatkan ayam dehidrasi, dan stress karena terjadi perbedaan suhu yang mencolok. Suhu dan kelembaban tidak tepat, apabila suhu tidak tepat maka cadangan makanan dalam anak ayam akan mengeras dan tidak dapat diserap secara sempurna. Kesalahan pemberian pakan, saluran pencernaan ayam masih lemah, kesalahan pemberian pakan akan berakibat DOC mati karena belum mampu mencerna dengan baik. Kesalahan memasukkan dan mengeluarkan DOC dari brooder, perlakukan DOC engan kalem, bila tidak ayam akan diam, menutup mata, atau akan kehilangan nafsu makan. Kesalahan keluar masuk peralatan kandang, akan membuat suasana gaduh dan ayam berlarian. Atur agar litter selalu kering, untuk menghindari lembabnya brooder yang merugikan DOC.

Share this:
Share this page via Email Share this page via Stumble Upon Share this page via Digg this Share this page via Facebook Share this page via Twitter
promo web ayambroiler photo promoweb_zps1e8a3ed0.jpg

Mengatasi CRD pada Ayam Broiler

promo ayambroiler 2 photo promoweb2_zps82939340.jpg

CRD merupakan penyakit yang masih sulit ditangani, padahal kerugian akibat penyakit tersebut tidaklah sedikit. CRD merupakan penyakit kronis, karena menyerang sistem pernafasan dan yang terjangkit tidak sembuh-sembuh. Penyakit CRD dihubungkan dengan rendahnya laju pertumbuhan, tingginya mortalitas (angka kematian), dan konversi ransum yang tinggi. Kerugian lain akibat CRD adalah keseragaman bobot ayam yang tidak tercapai, banyaknya ayam yang sering diafkir, sehingga peternak mengalami kerugian yang besar.

Faktor utama penyebab CRD adalah penyebabnya adalah kurangnya manajemen pemeliharaan, suhu lingkungan yang tidak baik, dan kualitas DOC ayam broiler yang buruk. Biosecurity dan antibiotik yang baik akan mengurangi resiko penyakit ini. Untuk itu, selain melakukan manajemen pemeliharaan yang baik, anda juga harus memilih antibiotik yang tepat untuk masa brooding broiler. Kami menawarkan anda untuk menambahkan Vitamax untuk mengawal pertumbuhan sel pada masa brooding dan juga mengawal pertumbuhan bobot setelah masa brooding. Selain itu, keuntungan menggunakan Vitamax adalah dapat mempercepat pertumbuhan, meningkatkan daya cerna dan efisiensi pakan, meningkatkan daya tahan terhadap penyakit dan stres lingkungan, serta meningkatkan bobot badan.

Selain Vitamax, anda juga dapat menambahkan immune activator yang diperlukan unggas dan burung untuk meningkatkan daya tahan tubuh terhadap penyakit dan mikotoksin. Fungsi penambahan Imunomax adalah meningkatkan fingsi imunitas (pertahanan) broiler, menghambat bakteri patogen, mengikat mikotoksin yang terbentuk selama penyimpanan pakan, menjaga vili usus agar menyerap pakan maksimal, dan mengembalikan keseimbangan mikroflora saluran pencernaan. Aplikasinya cukup ditambahkan sebanyak 1 ml per 2 – 4 liter air minum 2 kali seminggu, dapat digunakan lebih sering pada daerah rawan penyakit.

Selalu pilih kualitas DOC yang baik agar ayam tersebut tahan penyakit dan memiliki pertumbuhan yang tinggi. Jaga selalu sanitasi lingkungan serta pengontrolan ayam yang keluar masuk untuk menghindari resiko tertular. Gejala yang timbul antara lain, ayam menunjukkan batuk, bersin, gangguan pernafasan, keluar suara saat bernafas dan sinusitis (bengkak pada muka). Tetapi jika unggas anda ada indikasi terserang CRD, anda dapat menggunakan produk MAX-X untuk mengatasi ngorok pada broiler. Pengaplikasiaannya juga relatif mudah, dengan menyemprotkan MAX-X pada unggas yang memiliki gejala klinis ngorok. Semprot ayam broiler dengan dosis 1 ml/liter air. Jika ayam sudah dalam kondisi yang cukup parah dapat disemprot pada pagi dan sore hari. Namun, bila belum terlalu parah anda cukup menyemprotkan 1 kali sehari sampai gejala ngorok hilang.

Share this:
Share this page via Email Share this page via Stumble Upon Share this page via Digg this Share this page via Facebook Share this page via Twitter
promo web ayambroiler photo promoweb_zps1e8a3ed0.jpg

Defisiensi Nutrisi pada Ayam

promo ayambroiler 2 photo promoweb2_zps82939340.jpg

Ayam memerlukan asupan nutrisi yang seimbang baik dalam kuantitas maupun kualitas. Ransum dengan nutrisi sesuai kebutuhan akan menjadi faktor penting dalam menentukan produktifitas ayam. Stamina dan kondisi kesehatan ayam akan optimal jika ayam memiliki asupan nutrisi yang sesuai. Secara umum nutrisi dibagi menjadi 2, yakni nutrisi makro (karbohidrat, protein, lemak, dan serat) dan nutrisi mikro (mineral, vitamin, maupun asam amino). Kebutuhan kedua nutrisi tersebut hendaknya terpenuhi seimbang, namun kenyataannya nutrisi mikro sering terabaikan. Hal itu mungkin saja tidak diketahui karena kadarnya yang tidak dapat dideteksi. Atau karena penanganan ransum yang tidak sesuai menyebabkan penurunan kadar nutrisi, karena mudah dipengaruhi suhu, cahaya dan oksigen.

Kondisi yang demikian akan menimbulkan celah antara kebutuhan dengan nutrisi yang diberikan dan berakibat ayam akan mengalami gangguan produktivitas. Kondisi tersebut biasa disebut dengan difisiensi nutrisi. Secara umu defisiensi dapat terjadi disebabkan jumlah nutrisi dalam ransum kurang terpenuhi sehingga sekalipun feed intake telah terpenuhi, namun kebutuhan nutrisi belum sepenuhnya terpenuhi. Atau sebaliknya, jumlah ransum yang dikonsumsi tidak sesuai, sehingga asupan nutrisi yang masuk juga mengalami kekurangan.

Kasus defisiensi nutrisi mengalami beberapa gejala yang terlihat dari ayam seperti pertumbuhan yang tidak maksimal, ayam mudah terserang penyakit, penurunan produksi telur, penurunan daya tetas. Dengan melihat gejalanya saja tentu kurang jeli dan komprehensif, karena hampir mirip dengan infeksi penyakit. Ada gejala khas defisiensi nutrisi seperti ayam yang suka mematuk temannya sendiri dan kelumpuhan.

Kanibalisme terjadi karena ayam mengalami defisiensi mineral (Na, Cl), vitamin ataupun asam amino, ayam biasanya akan berperilaku mematuk bulu dan kepala. Kanibalisme yang sudah parah ditandai dengan ditemukannya ayam yang berdarah karena dipatuk oleh ayam lain. Selain itu, kanibalisme dapat disebabkan karena stress akibat perubahan ransum, stress panas, kekurangan pencahayaan, dll. Sedangkan kelumpuhan, pincang atau kelainan bentuk kaki terjadi karena defisiensi vitamin dan mineral, seperti vitamin E, vitamin B kompleks, mangan, zinc, dan selenium yang menyebabkan kaki seperti terpluntir.

Share this:
Share this page via Email Share this page via Stumble Upon Share this page via Digg this Share this page via Facebook Share this page via Twitter
promo web ayambroiler photo promoweb_zps1e8a3ed0.jpg

Penuhi Kebutuhan Mineral Ayam Broiler

promo ayambroiler 2 photo promoweb2_zps82939340.jpg

Mineral sering dipandang sebelah mata oleh kebanyakan peternak, namun untuk memenuhi potensi genetik dari ayam, salah satu yang harus terpenuhi adalah kebutuhan mineral dalam pakan. Kasus defisiensi sendiri selalu ditemukan tiap tahun, sekalipun angkanya masih sangat kecil, yaitu 0,2 % dari total kasus penyakit ayam. Tapi mungkin saja jumlahnya akan terus bertambah, mengingat gejala yang terjadi sulit terlihat secara kasat mata.

Mineral sendiri adalah suatu senyawa anorganik yang menyusun ± 4 % tubuh ayam. Ketersediaannya harus disuplai dari luar, misalnya melalui ransum, karena tubuh ayam tidak dapat memproduksi dengan sendiri. Mineral anorganik banyak diproduksi dan tersebar di pasaran baik yang berbentuk campur (mineral mix), maupun bentuk tunggal (garam karbonat, garam klorida, garam sulfat, dan garam fosfat). Dalam perkembangannya, ada mineral organik, yaitu mineral anorganik yang digabungkan dengan senyawa organik seperti asam amino, asam organik atau polisakarida.

Dalam pakan ayam, kebutuhan mineral tidaklah dominan dan biasanya hanya berkisar 5-8 % dari total pakan. Namun yang perlu diketahui adalah kebutuhan ayam broiler modern jauh lebih tinggi dibandingkan dengan kebutuhan ayam zaman dahulu. Perbaikan genetik yang ada saat ini membut aayam pedaging lebih cepat tumbuh, agar target dapar tercapai maka ayam harus melakukan proses metabolisme dengan lebih cepat. Kondisi inilah yang menyebabkan kebutuhan mineral meningkat, karena ia berperan aktif dalam berbagai proses metabolisme tubuh seperti prekursor (bahan pembantu) kerja enzim, hormon, dan ion transport.

Kekurangan mineral dapat menyebabkan defisiensi, kasus defisiensi sendiri sulit didiagnosa dengan pasti karena kasus tersebut tidak menunjukkan gejala klinis maupun perubahan patologi anatomi. Meski demikian ada beberapa contoh kasus defisiensi mineral seperti defisiensi pada kalsium maupun fosfor pada ayam periode starter maupun grower bisa menyebabkan pertumbuhan tulang abnormal, meskipun pakan yang disediakan mengandung vitamin D3 yang cukup. Dapat juga memicu kelumpuhan serta kanibalisme pada ayam.

Dan beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum menghadapi defisiensi protein, antara lain adalah dengan memastikan kualitas ransum yang sesuai dan konsumsi ransum masuk sesuai dengan standart perusahaan pembibit, memastikan tidak ada gangguan teknis yang terjadi (seperti ayam kekurangan tempat ransum, ransum terlamabat diberikan, atau manajemen ransum yang salah), ayam yang terlihat sakit harus segera dipindah ke kandang khusus. Bila dirasa kualitas ransum kurang baik, maka perlu dilakukan suplementasi ransum untuk meningkatkan kualitas ransum.

Share this:
Share this page via Email Share this page via Stumble Upon Share this page via Digg this Share this page via Facebook Share this page via Twitter
promo web ayambroiler photo promoweb_zps1e8a3ed0.jpg

Mengenal Kebutuhan Vitamin Ayam Broiler

promo ayambroiler 2 photo promoweb2_zps82939340.jpg

gambar vitamax dan imunomaxUntuk memperoleh bobot yang optimal salah satunya dipengaruhi oleh nutrisi ransum yang dikonsumsi. Nutrisi terdiri dari 2 jenis yakni nutrisi makro dan nutrisi mikro. Hal yang sering luput dari perhatian adalah kebutuhan nutrisi mikro seperti vitamin dan mineral yang tidak tercukupi. Vitamin sebagai senyawa organik yang diperlukan dalam jumlah kecil untuk menjaga fungsi metabolisme dalam tubuh agar tetap optimal. Vitamin tidak memiliki peran yang kalah penting dengan jenis nutrisi lainnya. Jika dilihat secara kuantitatif, persentase kebutuhan vitamin ayam lebih kecil dibandingkan dengan nutrisi lain seperti karbohidrat, protein, dan lemak. Meskipun demikian, vitamin tetap wajib diberikan terkait fungsinya sebagai katalis metabolis nutrisi makro. Dengan kata lain, bila tidak ada peran vitamin maka metabolisme nutrisi makro akan terhambat. Hambatan metabolisme akan menyebabkan pertumbuhan ayam kurang optimal, terbatasnya pembentukan energi untuk beraktifitas dan tidak ada regerasi sel-sel tubuh yang rusak.

Vitamin dikategorikan menjadi 2 jenis, yakni vitamin yang larut dalam lemak dan vitamin yang larut dalam air. Vitamin larut dalam lemak adalah vitamin yang dapat dengan mudah menyatu dengan lemak tubuh sehingga tubuh akan menyimpan selama waktu tertentu. Sedangkan vitamin yang larut dalam air adalah vitamin yang dengan mudah menyatu dengan air tubuh. Tubuh tidak dapat menyimpan vitamin yang larut dalam air karena apabila ada kelebihan vitamin akan langsung dikeluarkan melalui cairan tubuh seperti air seni dan keringat. Vitamin yang termasuk larut lemak adalah vitamin A, D, E, dan K, sedangkan vitamin yang termasuk dalam vitamin larut air adalah vitamin B kompleks (B1, B2, B3, B5, B7, B9, B12) dan C.

Ayam yang dipelihara dengan sistem tata laksana yang tidak baik, sangat peka terhadap defisiensi vitamin. Hal tersebut mungkin terjadi karena unggas tidak memperoleh keuntungan dari sintesis vitamin oleh mikroorganisme di dalam alat pencernaan ayam karena harus bersaing dengan mikroorganisme dalam menggunakan vitamin tersebut. Unggas membutuhkan vitamin yang tinggi karena vitamin penting bagi reaksi metabolis yang vital dalam tubuh ayam. Populasi kandang yang padat pada peternakan ayam broiler modern menimbulkan stress. Sehingga untuk mengatasi berbagai macam stress membutuhkan kadar vitamin yang tinggi.

Share this:
Share this page via Email Share this page via Stumble Upon Share this page via Digg this Share this page via Facebook Share this page via Twitter
promo web ayambroiler photo promoweb_zps1e8a3ed0.jpg

Manfaat Penggunaan Probiotik bagi Ayam

promo ayambroiler 2 photo promoweb2_zps82939340.jpg

Pemberian pakan ternak yang mengandung zat aditif bukan merupakan hal baru, tujuannya adalah untuk merangsang pertumbuhan dan pencegahan terhadap penyakit. Pemberian feed aditive bertujuan untuk memperbaiki performanca atau penampilan produksi dari ternak unggas, berbagai contoh jenis feed aditive yang biasa digunakan adalah obat-obatan, antibiotika, ataupun hormon-hormon pertumbuhan. Beberapa bahan alternatif yang bisa digunakan untuk mengganti fungsi antibiotik dalam pakan adalah probotik dan prebiotik. Probiotik digunakan sebagai pengganti antibiotik sebagai growth promotor. Probiotik sendiri merupakan mikoorganisme hidup yang sengaja diberikan kepada ternak dengan tujuan meningkatkan keseimbangan mikroba di dalam saluran pencernaan dan mengurangi mikroba jahat atau patogen seperti E. Coli, Salmonella, Clostridium, dll.

Akhir-akhir ini banyak digunakan bahan tambahan pakan ternak yang dinyatakan sebagai probiotik dan dinyatakan dapat meningkatkan produksi ternak. Berdasarkan definisinya, probiotik merupakan mikroba hidup dan diketahui jenis dan jumlahnya. Oleh karena itu, maka pada setiap produk probiotik yang dipasarkan harus disertakan komposisi dan dosis pemakaiannya. Para pakar merekomendasikan agar dosis probiotik yang ditambahkan dalam pakan ayam yaitu 106-107 CFU/g untuk mencapai keseimbangan antara mikroorganisme probiotik dan mikroflora yang tinggal dalam usus. Dalam prosesnya, hasil dari penggunaan probiotik tidak akan terlihat dampaknya secara langsung. Pada berbagai jenis hewan, probiotik sebaiknya digunakan pada kondisi stress, dalam transportasi, perubahan diet pakan, lepas sapih, kondisi hamil, dan masa laktasi (ruminansia).

Secara umum ada 4 mekanisme umum yang terjadi di dalam tubuh ayam dengan penggunaan probiotik, yaitu suasana usus menjadi tidak nyaman bagi bakteri patogen, eliminasi situs reseptor bagi bakteri patogen, produksi dan sekresi metabolit antimikroba, dan kompetisi nutrisi esensial. Kondisi pH dalam usus sangat mempengaruhi kelangsungan hidup sejumlah mikroba patogen. Produksi Volatile Fatty Acid (VFA) oleh mikroflora usus pda pH <6 dapat mmengurangi populasi Salmonella dan Enterobacteriaceae. Pemberian antibiotik dalam jangka panjang dapat mengganggu kelangsungan hidup mikroflora usus sehingga menurunkan produksi VFA dan menyebabkan susasana usus menjadi basa. DOC belum mampu memproduksi VFA secara optimal, sehingga penambahan probiotik sangat perlu dilakukan.

Share this:
Share this page via Email Share this page via Stumble Upon Share this page via Digg this Share this page via Facebook Share this page via Twitter
promo web ayambroiler photo promoweb_zps1e8a3ed0.jpg

Tips Pemakaian Pemanas gas

promo ayambroiler 2 photo promoweb2_zps82939340.jpg

Beragam bahan bakar banyak digunakan oleh peternak untuk pemanas di masa brooding. Bahan bakar yang biasa digunakan adalah gas, kayu bakar, batu bara, dan minyak tanah. Jenis pemanas tradisional yang digunakan peternak adalah kayu bakar dan batu bara, sedangkan bahan bakar yang sudah modern adalah gas. Dalam pemakaian bahan bakar gas, kunci utama yang harus dicapai adalah efisiensi. Sebelum bahan bakar gas banyak digunakan dipopulerkan, para peternak menggunakan bahan bakar batu bara dan kayu, sekalipun harganya murah tetapi sulit diatur serta asap yang mengkhawatirkan bagi kesehatan ayam. Penggunaan bahan bakar gas bukan tanpa alasan, sekalipun biaya investasi tergolong mahal tetapi memiliki beberapa keunggulan seperti panas stabil, terfokus, tidak menimbulkan polusi, serta suhu yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan.

Untuk mencapai efisiensi, manajemen brooding harus dapat memperkecil hilangnya panas. caranya dengan melakukan kontrok setiap waktu, sehingga pada saat panas berlebihan, pemanas dapat dikurangi atau dimatikan. Pengecekan sebaiknya dilakukan tiap 2-3 jam sekali bersamaan dengan pemberian ransum ayam. Pengecekan menggunakan termometer yang diletakkan ditengah sekat dengan ketinggian 20 – 30 cm dari permukaan kandang. Keseuaian suhu kandang dapat juga dilihat dari aktivitas dan penyebaran ayam. Pada suhu ideal ayam akan beraktivitas secara normal dan menyebar ke seluruh kandang brooding. Pemeriksaan melalui kaki anaka ayam dapat pula dilakukan untuk mengetahui suhu tubuhnya, bila kondisi suhu ideal kaki ayam akan hangat dan tidak pecah-pecah.

Selama 4 hari pertama, tirai kandang bagian luar sebaiknya tertutup dengan sedikit celah agar sirkulasi udara masih ada. Penutupan tirai luar dapat mencegah panas keluar dari kandang brooding. Penggunaan chick guard dari bahan sel juga efektif membantu meminimalkan pelepasan panas keluar. Langkah lain efisiensi pemanas adalah pemanfaatan litter. Untuk kandang seperti panggung, seluruh lantai dilapisi litter hingga tidak ada celah sedikitpun sehingga tidak memungkinkan panas keluar. Litter juga berfungsi menyerap panas sehingga panas dapat dirasakan ayam secara maksimal. Agar tidak boros dalam penggunaan, pemanas gas harus dirawat secara rutin. Karena bila salah satu bagian pemanas tidak berfungsi seperti tersumbat panas atau kotoran, maka panas yang dihasilkan tidak akan optimal.

buat teman-teman yang butuh pemanas gas, gasolec dll silahkan klik disini

Share this:
Share this page via Email Share this page via Stumble Upon Share this page via Digg this Share this page via Facebook Share this page via Twitter
promo web ayambroiler photo promoweb_zps1e8a3ed0.jpg

Mencegah Terjadinya Imunosupresi pada ayam broiler

promo ayambroiler 2 photo promoweb2_zps82939340.jpg

Ayam broiler yang sehat akan menghasilkan produksi yang baik dan dapat memberikan keuntungan maksimal. Hal itu dapat dicapai dengan beberapa faktor seperti : tatalaksana dan manajemen peternakan, nutrisi dan program vaksinasi yang baik. Ketiga hal tersebut dapat mendukung perkembangan optimal maka kesehatan ayam juga akan terjaga. Secara garis besar ada 4 hal yang dapat mepengaruhi kekebalan tubuh ayam, yaitu (1) rusaknya organ limfoid primer ataupun sekunder karena infeksi virus dan mikotiksin, (2) rusaknya organ limfoid sekunder karena infeksi bakteri, (3) stress yang mempengaruhi organ limfoid primer, dan (4) suboptimalnya nutrisi dan manajemen yang mempengaruhi perkembangan organ limfoid primer ataupun sekunder. Oleh karena itu, kesehatan organ limfoid harus terus dijaga. Sedangkan imunosupresi sendiri adalah terjadinya penurunan reaksi pembentukkan zat kekebalan tubuh akibat kerusakan organ limfoid.

Adanya kasus yang sangat bervariasi serta berulang-ulang dan buruknya penampilan ayam yang dipelihara secara keseluruhan menyebabkan identifikasi imunosupresi secara tepat dan cepat sulit dilakukan. Rusaknya organ limfoid akibat imunosupresi akan memunculkan beberapa respon seperti respon pada vaksin, dampaknya adalah reaksi post vaksinasi yang hebat pada pemberian vaksin aktif, titer antibodi yang diperoleh akan lebih rendah dari biasanya, variasi titer antibodi sangat tinggi. Respon pada mikroorganisme lingkungan menyebabkan angka mortalitas dan penularan relatif lebih tinggi, kasus penyakit infeksius yang sangat kompleks dan bervariasi, kasus infeksius terjadi berulang-ulang, kasus infeksius baru muncul.

Jika ayam telah terserang berbagai faktor imunosupresi, maka langkah-langkah penanganan yang dapat dilakukan antara lain : jika ada kasus imunosupresi maka kita harus mengidentifikasi penyebabnya dan kemudian meniadakannya. Untuk meminimalkan imunosupresi diberikan vitamin dan asam amino anda bisa memilih suplemen VITAMAX untuk ini. Pemberian antibiotik juga diperlukan untuk menekan infeksi sekunder oleh bakteri. Untuk menekan mencegah dan menekan timbulnya imunosupresi memerlukan teknik yang tepat. Namun, pada intinya adalah menekan agen imunosupresi yang ada di sekitar ayam. Caranya adalah dengan menerapkan konsep biosecurity yang ketat, lakukan desinfeksi secara rutin seminggu sekali. Cuci tempat pakan dan minum setiap sebelum pemberian pakan. Pastikan tatalaksan berjalan dengan baik, lakukan vaksinasi sesuai dengan penyakit yang menyerang, sebelum vaksinasi, ayam perlu diberikan vitamin seperti VITAMAX untuk meningkatkan stamina. Berikan ransum / pakan yang berkualitas, pastikan ransum/pakan tidak ditumbuhi jamur, simpan pakan pada kondisi tidak lembab dan berikan alas pada tumpukan ransum. Untuk mengatasi pakan yang ada mikotoksinnya anda bisa menambahkan IMUNOMAX supaya pathogen jahat yang ada dalam pakan mampu diikat dan tidak berkembang disaluran pencernaan.

Share this:
Share this page via Email Share this page via Stumble Upon Share this page via Digg this Share this page via Facebook Share this page via Twitter
promo web ayambroiler photo promoweb_zps1e8a3ed0.jpg