Vaksinasi dan Biosecurity Ayam Broiler

promo ayambroiler 2 photo promoweb2_zps82939340.jpg

vaksin ayam broilerSebelum melakukan vaksinasi, vaksin yang akan digunakan harus disimpan pada suhu dingin antara 2-8o C dan terhindar dari panas maupun sinar matahari langsung. Apabila hendak memindahkan vaksin ke tempat lain, vaksin harus ditempatkan pada wadah yang memiliki daya isolasi yang tinggi terhadap suhu luar, misalnya pada termos atau sterofoam box dengan diberi es batu di dalamnya. Pemilihan vaksin harus dengan jenis dan dosis yang tepat dan belum kadaluarsa. Ayam yang divaksin haruslah dalam keadaan yang sehat, karena akan berakibat buruk pada ayam. Lakukan vaksinasi pada suhu yang ideal (dibawah 290 C). Gunakan wadah yang terbuat dari plastik dan hindari penggunaan wadah berbahan logam. Air yang digunakan saat vaksinasi harus segar, pH anatar 6,5 – 7,7, bebas dari klorin dan desinfektan. Tempat dan alat vaksin harus dicuci dengan air biasa. Tata laksana dan prosedur vaksinasi harus dilakukan dengan benar, dan yang terpenting adalah vaksinasi yang berpengalaman dan terlatih. Segera berikan multivitamin setelah ayam divaksin agar dampak stress tidak terlalu parah.

Vaksin dapat dilakukan dengan berbagai cara, diantaranya adalah melalui air minum. Sebelum pemberian hentikan pemakaian klorin dan desinfektan air minum selama 24 jam. Ayam dipuasakan 1-2 jam sebelum vaksinasi, untuk suhu diatas 300 C sebaiknya 1 jam saja. Disiapkan air, susu skim, dan vaksin sesuai dosis yang ditentukan dan jumlah air yang diberikan adalah sejumlah air yang diminum ayam selama 1-2 jam. Untuk setiap ekor ayam membutuhkan 1 liter air untuk setiap umur ayam. Setelah jumlah air telah ditentukan, dimasukkan susu skim sebanyak 2 gram per liter air. Untuk dareah beriklim panas disarankan ditambahkan es batu. Apabila air yang digunakan kualitasnya tidak bagus, disarankan merebus dulu air yang akan digunakan vaksinasi atau dengan meningkatkan dosis susu skim. Segera campurkan vaksin ke air yang telah ditentukan, aduk hingga merata dan segera tuang ke tempat minum yang disediakan. Lakukan kontrol distribusi vaksin agar pembagian vaksin merata. Caranya dengan menghitung jumlah larutan vaksin yang harus dituangkan di setiap tempat minum. Botol dan tutup botol bekas vaksin dibakar atau direndam dalam desinfektan.

Sedangkan untuk vaksin tetes, perlu diperhatikan adalah proses penetesannya harus tepat, dan vaksin harus terserap sempurna ke kelopak mata. Ayam jangan dilepaskan terlebih dahulu sebelum tetesan belum terserap sempurna. Perlu dihindari penjaringan terlalu banyak saat vaksinasi, karena terlalu lama menunggu akan menyebabkan stress pada ayam. Untuk meningkatkan efektifitas vaksin, larutan vaksin sebaiknya dibagi ke beberapa alat penetes sesuai jumlah vaksinator, usahakan vaksin habis dalam waktu 30 menit. Untuk vaksin tetes, sebelum melakukan vaksinasi dicek fungsi injektor. Jika rusak sebaiknya jangan digunakan dan bila kotor dicuci dengan air hangat. Vaksin yang dikeluarkan dari kulkas ditunggu lebih dulu sampai suhu mendekati suhu ruangan. Sebelum dan saat vaksinasi, lakukan pengocokan botol vaksin agar menghindari pengendapan.

Selain melakukan vaksinasi, biosecurity yang baik dapat menjaga kesehatan ayam. Kandang yang ideal minimal berjarak 1 km dari perkampungan atau peternakan lainnya. Lokasi peternakan harus dipagari sekelilingnya, untuk mencegah masuknya pengunjung atau unggas liar masuk. Adanya jalur khusus untuk memnuhi kebutuhan ayam, agar petugas kandang tidak sembarangan lewat. Bangunan kandang harus didesain agar burung ataupun binatang liar tidak dapat masuk. Sumber air haruslah tertutup dan dilakukan pemeriksaan kualitas secara rutin. Peralatan yang tidak dipakai, kotoran, sisa pakan, dan sampah harus dibuang jauh dari kandang. Rumput liar dan semak harus dibersihkan sekitar 15 m agar tidak menjadi sarang penyakit. Batasi orang yang keluar masuk lokasi kandang. Penyemprotan desinfekstan dan pencelupan kaki dilakukan setiap orang yang keluar masuk kandang. Dilakukan kontrol pada kandang ayam mulai dari yang paling muda sampai paling tua. Semua peralatan yang masuk harus melalui proses sanitasi. Kandang diistirahatkan minimal 2 minggu dan kandang dalam keadaan bersih. Pembasmian serangga dan tikus dilakukan secara rutin.

Share this:
Share this page via Email Share this page via Stumble Upon Share this page via Digg this Share this page via Facebook Share this page via Twitter

Manajemen Pemeliharaan Ayam broiler Finisher

promo ayambroiler 2 photo promoweb2_zps82939340.jpg

peralatan kandang ayam broilerPada masa akhir pemeliharaan (finisher), perlu dilakukan pergantian pakan karena kebutuhannya berbeda dengan ayam fase starter. Pergantian pakan yang dilakukan haruslah secara bertahap, pada hari ke 1 pakan yang digunakan adalah ¾ starter + ¼ finisher, pada hari ke 2 pakan yang digunakan ½ starter + ½ finisher, hari ke 3 pakan yang digunakan ¼ starter + ¾ finisher, dan pada hari ke 4 seluruh pakan yang digunakan adalah pakan finisher.

Pada saat pemberian pakan, pastikan jumlah dan rasio tempat pakan dan tempat minum telah terpenuhi. Untuk kandang berukuran 5 – 7 m, lajur tempat pakan dan tempat minum masing-masing adalah 4 lajur dan untuk lebar kandang 8 – 10 m, lajur tempat pakan dan tempat minum masing masing adalah 5 jalur. Pada daerah pemeliharaan yang memiliki iklim panas, pakan sebaiknya diberikan pada temperatur yang tidak terlalu panas seperti pada pagi dan sore hari. Pakan diberikan minimal 2 kali sehari dengan perbandingan pagi dan sore 40% : 60%. Jika pakan dirasa kurang dapat ditambahkan. Pada siang hari tempat pakan dapat dinaikkan agar ruang gerak ayam lebih banyak dan dapat mengurangi panas, tetapi tetap pada jangkauan ayam. untuk meningkatkan feed intake ayam di malam hari, perlu dilakukan upaya membangunkan ayam minimal 5 kali dalam semalam.

Ayam broiler dapat dipanen mulai umur 35 hari, dan mencapai berat badan rata-rata sekitar 1,8 kg. Sebelum pemanenan dilakukan, tempat pakan diksongkan terlebih dahulu, sedangkan air minum tetap diberikan agar ayam terhindar dari degradasi. Untuk persiapan perjalanan panjang lebih dari 100 km, perlu diberikan air gula 5% untuk mengurangi susut bobot badan. Penangkapan ayam dilakukan dengan hati-hati, ayam ditangkap pada bagian kaki untuk menghindari memar pada bagian dada dan paha. Untuk mencegah patah pada bagian bawah kaki karena ayam meronta dengan gerakan sayap, persendian bawah kaki harus dipegang erat-erat. Ayam yang belum dipanen tetap harus dijada dengan baik agar konsumen tidak kecewa dengan kualitas ayam. Dan hindari penangkapan ayam saat udara berada pada suhu yang panas.

Share this:
Share this page via Email Share this page via Stumble Upon Share this page via Digg this Share this page via Facebook Share this page via Twitter

Manajemen ayam broiler : Persiapan Kandang Ayam Broiler

promo ayambroiler 2 photo promoweb2_zps82939340.jpg

Dalam memulai pemeliharaan ayam broiler, sebelum DOC masuk ke kandang perlu dilakukan pembersihan dan istirahat kandang minimal 14 hari untuk mengurangi resiko bakteri maupun virus. Langkah pertama persiapan adalah pencucian peralatan kandang langkah- langkanya adalah : bilas tempat pakan dan minum dengan detergen setelah dibilas kemudian direndam dengan larutan desinfektan, bila perlu galon dan selang minum direndam dalam larutan asam sitrat 100-300 gram per 100 liter air selam 12 jam dan dibilas bersih, pipa, selang dan tower juga dibersihkan dengan asam nitrat seperti dosis gallon, dilakukan dengan mengisi penuh tower dengan larutan asam sitrat, ujung pipa dibuka hingga larutan mengalir ke ujung, tutup pipa dan diamkan selama 12 jam. Dibilas dengan air bersih dan pastikan bersih dari kotoran (sisa obat, lumut, lendir, dll). Penyekat DOC dicusi dengan desinfektan dan dibilas sampai bersih. Untuk tirai, tirai plafon, tirai sekat, tirai alas, tirai bawah direndam dan dicuci dengan detergen, dibilas hingga bersih kemudian didesinfeksi agar semua bersih dan higienis serta bebas dari kuman maupun bakteri.

Setelah peralatan kandang dipastikan bersih dan higienis, giliran kandang yang dilakukan pembersihan secara menyeluruh. Pertama, kotoran yang ada dikandang dibuang ke tempat yang jaraknya jauh dari areal kandang, gumpalan kotoran yang ada pada kandang juga harus dikerok sampai bersih. Kandang yang terdapat kutu maupun serangga sebaiknya diberikan insektisida sebelum dilakukan pencucian kandang. Lantai dan dinsing kandang dibasahi dengan larutan detergen sebanyak 1 kg untuk 100 liter air dan didiamkan selam 1 jam agar saat pencucian menjadi lebih mudah. Kemudian sikat seluruh bagian kandang dan bilas dengan air bersih sampai tidak ada kotoran lagi. Bersihkan rumput dan semak di sekitar kandang agar tidak menjadi sarang penyakit, kegiatan ini perlu dilakukan rutin tidak hanya sebelum pemeliharaan. Lantai tanah, tanah dibawah kandang panggung dan parit perlu disiram dengan larutan soda api 2 kg per 100 liter air, sebaiknya menggunakan gembor air, karena bila menggunakan sprayer soda api dapr menyebabkan korosi. Lantai serta dinsing kandang diberi kapur dengan dosis 1 kg per 10 m2dan dosis 15 m2 untuk slat dan panggung. Tirai kandang dipasang baik luar maupun dalam, tirai untuk brooding jangan sampai bocor. Peralatan yang telah dibersihkan dimasukkan ke dalam kandang dan didesinfeksi secara menyeluruh dengan formalin 40% dosis 5 liter untuk 95 liter air kemudian kandang diistirahatkan minimal 14 hari. Selama istirahat kandang, dilakukan pengecekan terhadap pemanas serta seluruh sarana penunjang seperti sumber air, bak air, instalasi listrik, dan lain-lain.

Sebelum DOC datang, kandang ditaburi dengan sekam pada lantai dengan ketebalan 3-5 cm. Tempat paka, minum, chick guard, lampu serta pemanas harus terpasang 2 hari sebelum ayam masuk kandang. Tinggi chick guard yang baik adalah 40-50 cm, dapat terbuat dari seng, kayu atau bambu. Pemanas diletakkan ditengah chick guard dengan ketinggian 1,25 cm, perhatikan arah pans dan temperaturnya. Pemakain koran diatas liter hanya 1 lapis dan dipaki pada hari pertama saja. Insensitas cahaya dalam kandang minimal 20 lux, atau setara dengan 10 watt atau 60 watt lampu per chick guard dengan ketinggian 170 cm. Untuk petugas yang keluar masuk kandang disediakan celupan desinfektan atau hand sprayer. Setelah semua persiapan telah dilakukan, desinfeksi ke seluruh bagian kandang harus dilaksanakan.

Sebelum DOC masuk, kandang perlu dipanaskan selam 2 jam, agar temperatur brooding stabil dan liter sudah dalam keadaan hangat. Siapkan pakan dan air minum, untuk air minum yang disarankan adalah air gula 2-3% (20-30 gram gula per liter air). DOC yang cacat dapat langsung dikeluarkan, sedangkan DOC yang masih lemas dapat dibantu minum dengan mencelupkan paruh ke air minum. Amati tingkah laku ana ayam di chick guard, lakukan evaluasi crop fill, dalam 6 jam minimal 80 % tembolok berisi pakan dan air, dan setelah 12 jam berisi 100 %. Perhatikan tembolok ayam, kondisi tembolok tidak boleh terlalu encer atau keras, hal itu berkaitan dengan temperatur dan ketersediaan pakan. Amati kondisi secara menyeluruh, bila perlu chick guard diketuk secara perlahan agar ayam aktif makan.

Share this:
Share this page via Email Share this page via Stumble Upon Share this page via Digg this Share this page via Facebook Share this page via Twitter

Manajemen Pemeliharaan Ayam Broiler Periode Starter

promo ayambroiler 2 photo promoweb2_zps82939340.jpg

Dalam masa 3 hari pertama pemaliharaan ayam broiler, mereka harus dipaksa untuk aktif makan dan minum. Dan jika perlu diketuk chick guard secara perlahan agar ayam aktif sesering mungkin. Pakan sisa harus diayak terlebih dahulu sebelum diberikan ke ayam, tetapi tidak boleh bercampur dengan pakan baru. Tempat pakan harus selalu dibersihkan sebelum pemberian pakan baru. Mulai umur 2 hari tempat minum ayam harus digantung dan tingginya disesuaikan dengan tinggi ayam. Untuk pengenalan pakan yang digantung dilakukan pada usia ayam 8 hari sehingga pada usia 10 hari ayam telah mengenal tempat pakan gantung dan pada umur 12 hari seluruh tempat pakan sudah diganti dengan model gantung. Selepas masa brooding, pakan yang diberikan adalah 2 kali dalam sehari dan tingginya sesuai tembolok ayam. Untuk tempat minum otomatis, pada usia 10 hari, permukaan air yang dianjurkan adalah 0.6 cm di bawah bibr drinker, sedangkan setelah 10 hari, permukaan air 0.6 cm dari dasar drinker. Tidak hanya kualitas pakan yang diperhatikan, tetapi jenis DOC sangat mempengaruhi feed intake maupun PBB nya.

Dengan semakin besarnya ayam, maka dilakukan pelebaran sekat secara bertahap. Pada umur 3 hari sudah mulai dilakukan pelebaran. Pelebaran diikuti dengan penambahan serta pengaturan tempat pakan dan minum, posisi pemanas diatur agar persebaran panas merata. Sebaiknya pada setiap brooder diberikan termometer untuk memantau suhu, tetapi untuk mengetahui kenyamanan ayam yang paling tepat adalah dengan mengamati perilaku ayam dalam kandang. Pemanas dipakai dalam kandang sampai umur 14 hari, bila suhu dingin dapat diperpanjang, begitu pula sebaliknya bila kondisi panas maka perlu dimatikan. Litter yang digunakan telah kering sebelumnya dan telah didesinfeksi.

Pada kandang panggung pergantian litter dilakukan pada umur 8-10 hari. Untuk pembukaan cover flaat pada umur 18 hari untuk daerah panas dan pada 21 hari pada daerah bersuhu dingin. Pembukaan dilakukan secara bertahap mulai 25%, 50%, 75% sampai terbuka semuanya dan tirai samping harus sudah terpasang saat pembukaan cover flat. Sedangkan untuk kandang postal atau double deck. Ketebalan dari litter adalah 3-5 cm, dan dilakukan sesuai jadwal. Pada umur sebelum 8 hari dilakukan pergantian litter, umur 8-10 hari sudah diganti 100%, pada umur 16-17 hari diganti yang menggumpal saja, pada umur 21-25 hari diganti seluruhnya dan pada umur 28-finisher dilakukan sistem tabur. Setelah pengerukan dan pergantian litter selesai, posisi ayam digeser ke litter baru dan dilakukan pergantian pada sisi lainnya.

Pada masa brooding ventilasi perlu diperhatikan, saat temperatur terlalu panas dilakukan pembukaan tirai sebagai berikut : buka tirai plafon – buka tirai mulai ata ke bawah – jika masih panas buka tirai luar pada sisi yang berlawanan dengan mata angin – jika dirai telah dingin, lakukan penutupan tirai seperti urutan sebelumnya. Sedangkan selepas masa brooding, pembukaan tirai samping dilakukan dari atas ke bawah dengan urutan : buka tirai yang berlawanan dengan mata angin, pembukaan dilakukan secara bertahap sesuai dengan kondisi ayam, jika pembukaan tirai samping belum cukup maka dapat dilakukan pembukaan tirai bawah dengan membuka dulu tirai yang berlawanan dengan arah angin.

Untuk pencahayaan, sebagai patokan untuk setiap chick guard minimal diberi 10 waat atau 60 watt lampu pijar dengan ketinggian 170 cm, dapat ditambah sesuai kebutuhan. Jika pada siang hari gelap, dapat terus dinyalakan agar tidak mengganggu feed intake maupun water intake. Mulai ayam berumur 4 hari, dibuat suasana gelap selama 1-2 jam untuk produksi hormon pertumbuhan dan sebagai antisipasi bila terjadi lampu padam pada malam hari agar ayam tidak mati menumpuk.

Share this:
Share this page via Email Share this page via Stumble Upon Share this page via Digg this Share this page via Facebook Share this page via Twitter

Menyambut tamu istimewa ( DOC ayam broiler )

promo ayambroiler 2 photo promoweb2_zps82939340.jpg

Bak tamu special yang akan datang kerumah, pastinya tuan rumah akan menyiapkan banyak hal untuk sang tamu istimewa tadi. DOC adalah tamu istimewa kita sebagai peternak ayam broiler. Supaya tamu istimewa kita bisa nyaman ditempat barunya maka kita harus menyiapkan hal-hal yang dibutuhkan DOC ayam broiler sebagai tamu istimewa kita.

Nah sambutan seperti apa yang perlu dipersiapkan agar DOC nyaman ditempat barunya, supaya ayam nyaman, sehat dan juga pertumbuhan optimal:

Sebelum DOC datang anda harus menyiapkan tempat yang nyaman sebagai pengganti indukan ayam . Istilahnya adalah brooding, yang perlu disiapkan adalah, alas brooder, pemanas, tempat pakan dan minum, chick guard, lampu/cahaya kebersihan brooder dan juga kandang.

Litter disiapkan sebaik mungkin, sekam sudah harus siap 2 hari sebelum DOC datang. Sekam ditabur dengan ketebalan 3-5 cm. Untuk menjaga kehangatan ayam broiler, ayam membutuhkan pemanas yang cukup pada saat DOC datang, usahakan pemanas sudah menyala dan brooder dalam kondisi hangat. Usahakan pemanas terpasang dengan benar sehingga panas merata dalam 1 brooding yang dibuat, anda bisa cek penyebaran ayamnya, Jika ayam banyak yang bergerombol itu biasanya panas kurang merata atau memang kurang hangat.

Tamu datang masa gak dikasih makan dan minum yang enak-enak, siapkan tempat pakan dan minum secukupnya untuk tiap brooder. Isi brooder biasa antara 600-1000 ekor tergantung settingnya. Nah pada saat DOC baru datang langsung kasih air gula + vitamax untuk mengembalikan kondisi DOC setelah lelah dalam perjalanan. Satu feed tray atau nampan makan / baby chick feeder usahakan cukup 1 buah untuk 80 ekor umur 0-3 hari. Tempat minum otomatis 1 tmao untuk 100-120 ekor umur 0-10 hari. Untuk tabel kebutuhan tempat makan dan minum akan kami bahas pada tulisan selanjutnya ya…

Kebutuhan cahaya juga cukup penting untuk ayam, kebutuhan minimal harus tercukupi. Kalo kondisi brooding terlalu gelap tidak baik untuk si ayam. Intensitas cahaya yang dibutuhkan minimal 20 lux / 10 watt SL/TL / 60 wat lampu pijar. PAstikan juga kondisi kandang sudah di desinfeksi secara menyeluruh,baik kandang maupun peralatan kandangnya.

Semoga sukses ya..

 

 

Share this:
Share this page via Email Share this page via Stumble Upon Share this page via Digg this Share this page via Facebook Share this page via Twitter

pentingnya manajemen ternak ayam broiler

promo ayambroiler 2 photo promoweb2_zps82939340.jpg

Tayam broilerernak ayam broiler memiliki potensi yang memang bagus asal dikelola dengan baik, banyak faktor yang perlu dipelajari agar usaha ternak ayam broiler yang kita jalankan menguntungkan. Setiap peternak ayam broiler pasti menginginkan ayam broilernya menguntungkan setelah panen. Keuntungan bisa diraih asal kita berusaha seoptimal mungkin.

Manajemen pemeliharaan menjadi hal yang sangat penting untuk kesuksesan dalam berternak ayam broiler. namun selain manajemen tentu juga faktor-faktor lain tetap penting agar ternak ayam broiler yang sedang anda jalankan sukses. Manajemen menjadi hal pokok yang harus benar-benar diperhatikan supaya semua berjalan lancar. Jika manajemen dalam budidaya ayam broiler baik biasanya hasil akan mengikuti, walaupun tidak mutlak.

Yang perlu diperhatikan dalam manajemen ayam broiler anda:

Kandang dan sanitasi kandang ayam broiler

Kandang dan sanitasi kandang sangat penting diperhatikan untuk kesuksesan ternak ayam broiler anda. Jika kandang dalam kondisi prima, desinfeksi kandang optimal, sanitasi kandang bersih, terhindar dari kemungkinan datangnya penyakit. Usahakan kandang tidak ada yang bocor, sirkulasi udara yang baik, pencahayaan yang cukup supaya ayam nyaman dan bisa tumbuh  optimal.

Peralatan kandang ayam broiler

manajemen peralatan kandang menjadi penting agar semua kebutuhan ayam broiler bisa tercukupi, jumlah tempat minum cukup, jumlah tempat makan cukup, kebersihan alat kandang terjaga, efisiensi peralatan kandang sepeti menggunakan babychick feeder pada ayam broiler saat masa brooding.

DOC ayam broiler

memilih DOC yang berkualitas menjadi hal penting dalam kesuksesan manajemen ayam broiler anda. Penerapan manajemen kandang akan berbeda perlakuan setiap DOC, karena kondisi DOC tiap periode biasanya berbeda. manajemen pemeliharaan pada masa brooding 14 hari pertama menentukan hasil akhir pada masa selepas brooding. pertumbuhan optimal jika manjemen saat brooding optimal.

Pakan ayam broiler

manajemen pemberian pakan dan juga pemilihan kualitas pakan sangat berpengaruh pada performa ayam broiler anda. Anda perlu mencoba beberapa altternatif pemberian pakan pada ayam broiler anda untuk menemukan performa terbaik.

OVK + Suplemen ayam broiler

Manajemen pemberian dan pemilihan obat,vitamin, vaksin dan juga suplemen menkadi penting supaya ayam dalam kondisi prima, ayam broiler sehat dan pertumbuhan optimal. pemberian vaksin yang tidak telat dan tepat cukup berpengaruh. Anda juga bisa menambahkan VITAMAX dan IMUNOMAX untuk meningkatkan performa ayam broiler anda.

Beberapa hal diatas wajib anda perhatikan dalam manajemen ternak ayam broiler anda,semoga dengan menerapkan manajemen yang ketat dalam budidaya ternak ayam broiler anda, anda akan menghasilkan keuntungan besar.

semoga sukses,

 

Share this:
Share this page via Email Share this page via Stumble Upon Share this page via Digg this Share this page via Facebook Share this page via Twitter