Cara membuat ransum pakan ayam broiler alternatif episode 2

promo ayambroiler 2 photo promoweb2_zps82939340.jpg

Kemarin sudah pernah kami tulis dalam artikel sebelumnya tentang cara membuat pakan alternatif ayam broiler, nah pada kesempatan kali ini saya akan menulis lagi tentang cara membua ransum pakan ayam broiler dengan bahan-bahan yang agak berbeda dati komposisi yang kemarin, sebelum melanjutnya membaca ada baiknya anda membaca artikel sebelumnya klik disini cara membuat pakan alternatif ayam broiler.

Setelah anda baca artikel kami sebelumnya tentu anda akan tahu standar SNI yang berlaku untuk pakan ayam. Nah dalam artikel ini untuk membuat ransum pakan ayam broiler akan kami paparkan bahan yang perlu anda siapkan:

dedak padi
jagung kuning
nasi aking
tepung ikan
Kulit Buah Kakao
Bungkil Kedelai
daun pepaya
tepung tulang

Siapkan bahan seperti ditulis diatas dalam kondisi kering, haluskan semua bahan hingga menjadi bubuk. Setelah itu untuk membuat 1000 kg pakan jadi buatlah komposisi seperti dibawah ini:

dedak padi 200 kg
jagung kuning 150kg
nasi aking 100kg
tepung ikan 150 kg
Kulit Buah Kakao 200 kg
Bungkil Kedelai 1000kg
daun pepaya 50 kg
tepung tulang 50 kg

dengan komposisi diatas anda akan mendapatkan protein kasar sebesar 21,49 dan harga berkisar 3750 /kg, untuk harga tergantung lokasi dan wilayah anda. Silahkan cek harga bahan pakan sesuai komposisi diatas diwilayah anda. Jika anda ingin mencoba membuat ransum pakan alternatif seperti diatas dan ingin anda terapkan pada peternakan ayam broiler anda sebaiknya gunakan pada populasi kecil dulu, bandingkan dengan yang lain. Jika pertumbuhan normal dan bisa setara dengan pakan pabrikan silahkan dilanjut. Kami menyusun ransum hanya berdasarkan protein kasar yang diperlukan oleh ayam broiler tampa penambahan feed additive lainnya.

semoga sukses

Share this:
Share this page via Email Share this page via Stumble Upon Share this page via Digg this Share this page via Facebook Share this page via Twitter
promo web ayambroiler photo promoweb_zps1e8a3ed0.jpg

Cara membuat pakan alternatif ayam broiler sendiri

promo ayambroiler 2 photo promoweb2_zps82939340.jpg

Saat ini harga pakan ayam broiler terus naik, padahal kita semua tahu bahwa pakan adalah biaya operasional terbesar dalam budidaya ayam termasuk ayam broiler. Nah dibawah ini akan kami coba utarakan bagaimana cara membuat pakan ayam broiler alternative. Untuk hasil akhir formula pakan yang akan kami jabarkan dibawah ini tentu saja akan ada perbedaan kandungan nutrisi. Hal ini  dapat terjadi karena perbedaan wilayah produksi, varietas tanaman, musim panen, kerusakan bahan pakan, maupun jenis proses untuk menghasilkan bahan pakan tersebut.

Standar nasional untuk pakan ayam broiler finisher adalah :

standar nasional  pakan ayam broiler

Jika kurang jelas ini :

Persyaratan mutu

1 Kadar air % Maks. 14,0

2 Protein kasar % Min. 19,0

3 Lemak kasar % Maks. 7,4

4 Serat kasar % Maks. 6,0

5 Abu % Maks. 8,0

6 Kalsium (Ca) % 0,90 – 1,20

7 Fosfor (P) total % 0,60 – 1,00

8 Fosfor (P) tersedia % Min. 0,40

9 Total aflatoxin μg/Kg Maks. 50,0

10 Energi termetabolis (EM) Kkal/kg Min. 2900

11 Asam amino :

- Lisin

- Metionin

- Metionin + sistin

%%%

Min. 1,10

Min. 0,40

Min. 0,60

Tentu saja menggunakan bahan yang ada disekitar kita untuk minimal mencapai protein kasar 18% dan spesifikasi seperti diatas, bahan dibawah ini untuk membuat 100 kg pakan alternative ya..

Siapkan Bahan pakan seperti komposisi dibawah ini, usahakan berat sesuai dengan daftar dibawah ini, karena jika berat berbeda tentu saja akan mempengaruhi hasil akhir dari protein kasar yang diperlukan.

ampas tahu

15 kg

daun kacang tanah

10 kg

daging bekicot

5 kg

dedak padi

25 kg

jagung kuning

20  kg

nasi aking

15 kg

tepung ikan

10 kg

 

Total adalah 100 kg dan dari campuran komposisi bahan diatas akan dihasilkan protein kasar sebesar 19,43 %, sudah diatas standar SNI sebesar 18%.. Tentu saja komposisi bahan pakan diatas bisa diubah-ubah sesuai dengan ketersediaan bahan pakan diwilayah anda ,harga bahan pakan, dan juga kebutuhan protein kasar pada ternak ayam anda.

Untuk hasilnya tentu saja tidak akan sama dengan buatan perusahaan besar karena beda proses dan teknologi.  Namun ini bisa menjadi alternative bagi anda peternak mandiri dengan populasi kecil.

Selamat mencoba ya…

Share this:
Share this page via Email Share this page via Stumble Upon Share this page via Digg this Share this page via Facebook Share this page via Twitter
promo web ayambroiler photo promoweb_zps1e8a3ed0.jpg

Menyusun ransum pakan ayam broiler sendiri yuk…

promo ayambroiler 2 photo promoweb2_zps82939340.jpg

pakan ayamSebagian besar dari peternak ayam pedaging di Indonesia mengandalkan pakan dari produsen pakan ataupun membelinya lewat poultry shop. Padahal peternak dapat menyusun ransum ayam broiler sendiri dengan menggunakan bahan-bahan di sekitar lokasi peternakan. Dalam menyusun ransum yang perlu diperhatikan adalah kebutuhan dari ternak yang akan diberi pakan tersebut. Dengan cara menyusun ransum sendiri, peternak dapat menekan biaya pakan yang selama ini menjadi momok bagi para peternak kecil. Cara menyusun ransum tidaklah sesulit yang dibayangkan, asalkan memiliki pengetahuan tentang bahan pakan ternak. Yang menjadi kendala dari peternak Indonesia adalah keterbatasan sumber daya manusia yang belum memadai, sehingga menjadi penghambat pembangunan peternakan.

Menyusun ransum sendiri memiliki keuntungan, diantaranya adalah dengan menggunakan bahan-bahan pakan di sekitar lokasi peternakan, peternak dapat menghemat biaya pakan, dengan mampu menyusun pakan sendiri peternak juga dapat memperoleh penghasilan tambahan yakni sebagai produsen pakan. Penggunaan pedoman keseimbangan energi dan protein adalah hal yang mutlak harus anda kembangkan. Dengan pedoman tersebut maka ternak broiler akan memberi keuntungan secara teknis maupun ekonomis. Secara teknis, standar energi dan protein adalah untuk memperoleh sejumlah energi dan protein yang dibutuhkan. Sedangkan secara ekonomis, standar ini terkait dengan faktor efisiensi penggunaan protein dan energi. Dengan demikian dapat dilakukan penekanan biaya tanpa mengurangi kualitas pakan yang dihasilkan.

Berikut ini merupakan bahan pakan yang biasa digunakan untuk menyusun ransum :

1. Sumber Energi : jagung, gandum, bekatul, sorghum, tepung ubi, dedak, menir, beras pecah kulit dan sagu.
2. Sumber Protein : tepung ikan, tepung daging, tepung darah, MBM, tepung bulu, bungkil kedele, bungkil kelapa, bungkil kacang tanah, kacang hijau, dll.
3. Sumber Mineral : DCP, tepung tulang, DCP, Calcium carbonate, garam.
4. Bahan Pakan Pendukung : premix, mineral mix dan asama amino sintetis.

Ada berbagai macam program yang dapat membantu dalam penyusunan ransum, baik yang berbayar / beli, ataupun yang gratis dengan mengunduhnya dari internet. Aplikasi / program yang berbayar biasanya diperoleh dari perusahaan maupun akademisi yang mengembangkan software pakan ternak. Dari pengalaman yang saya ketahui software tersebut harganya tak sampai ratusan ribu, sehingga sangat mungkin anda mendapatkannya. Sedangkan software gratis diantaranya adalah feedsoft dan winfeed, cara penggunaannya juga relatif mudah.

Sumber :

http://ternak-ayambroiler.blogspot.com/2011/10/menyusun-ransum-ayam-broiler.html

http://breedingayamkampung.blogspot.com/p/bahan-pakan-dalam-ransum-unggas-sebagai.html

Share this:
Share this page via Email Share this page via Stumble Upon Share this page via Digg this Share this page via Facebook Share this page via Twitter
promo web ayambroiler photo promoweb_zps1e8a3ed0.jpg

Manajemen Pakan Ayam Broiler Periode Finisher

promo ayambroiler 2 photo promoweb2_zps82939340.jpg

Ayam Broiler dalam klasifikasi ekonomi memiliki sifat-sifat antara lain : ukuran badan besar, penuh daging yang berlemak, temperamen tenang, pertumbuhan badan cepat serta efisiensi penggunaan ransum tinggi. Ayam broiler ini baru populer di Indonesia sejak tahun 1980-an dimana pemegang kekuasaan mencanangkan panggalakan konsumsi daging ruminansia yang pada saat itu semakin sulit keberadaannya. Hal-hal yang terus diperhatikan dalam pemeliharaan ayam broiler antara lain perkandangan, pemilihan bibit, manajemen pakan, sanitasi dan kesehatan, recording dan pemasaran. Banyak kendala yang akan muncul apabila kebutuhan ayam tidak terpenuhi, antara lain penyakit yang dapat menimbulkan kematian, dan bila ayam dipanen lebih dari 8 minggu akan menimbulkan kerugian karena pemberian pakan sudah tidak efisien dibandingkan kenaikkan/penambahan berat badan, sehingga akan menambah biaya produksi.

Pembuatan pakan sendiri lebih menguntungkan dari pada pakan dari pabrik karen adapat mengatur sendiri kualitas pakan yang ada di pasaran. Selain itu lebih mudah mengakomodasi keinginan peternak. Seperti ini, jikan warna kaki ayam yang diinginkan harus kuning, maka pakan yang diberikan berupa corn gluten meal. Sementara itu, jika peternak ingin agar lalt di kandang berkurang, pakan yang diberikan ditambahkan dengan larvadex. Pemberian pakan dilakukan dengan full feed, artinya tempat pakan harus selalu terisi, sedikit tips agar pakan tidak berceceran maka pengisian pakan jangan terlalu penuh. Untuk merangsang ayam makan, maka tempat pakan perlu digoyang-goyang

Pada periode finisher (umur 3-6 minggu), kondisi pertumbuhan ayam broiler mulai menurun. Untuk itu, protein dalam ransum diturunkan menjadi 20% (NRC, 1994), sedangkan energi ransum, yang digunakan 3000-3200 kkal/kg. Bahan-bahan penyusun ransum untuk starter tidak berbeda dengan bahan penyusun ransum untuk finisher. Bentuk fisik ransum yang biasa diberikan pada ayam broiler bisa berbentuk pellet, mash, atau crumble. Ransum ayam broiler banyak dijual dengan merk dagang yang berbeda-beda, tergantung pabrik yang mengeluarkan.

Penggantian ransum starter dengan ransum finisher sebaiknya tidak dilakukan sekaligus, tetapi secara bertahap. Pada hari pertama mula-mula deberi ransum starter 75% di tambah ransum finisher 25%, pada hari berikutnya diberi ransum finisher 75% dan pada hari berikutnya baru diberikan ransum finisher seluruhnya. Jika tahapan ini tidak dilakukan maka nafsu makan ayam menurun untuk beberapa hari dan dikhawatirkan akan menghambat pertumbuhan.

Share this:
Share this page via Email Share this page via Stumble Upon Share this page via Digg this Share this page via Facebook Share this page via Twitter
promo web ayambroiler photo promoweb_zps1e8a3ed0.jpg

Manajemen Pakan Ayam Broiler Fase Starter

promo ayambroiler 2 photo promoweb2_zps82939340.jpg

Dalam suatu peternakan, selain manajemen pemeliharaan dan manajemen brooding, hal yang tak kalah penting adalah manajemen pakan. Dalam hal ini, pakan merupakan persentase terbesar dalam variabel produksi yaitu berkisar 70%. Maka untuk menekan biaya produksi perlu dilakukan efisiensi agar keuntungan yang dihasilkan maksimal. Pakan (dalam hal ini adalah ransum) merupakan formulasi dari berbagai macam bahan pakan ternak yang diformulasikan dengan batasan tertentu untuk menghasilkan formula yang mengandung gizi sesuai kebutuhan, dengan harga yang seefisien mungkin. Penggunaan ransum yang baik akan sangat berpengaruh pada performans ayam broiler. Dalam industri pakan dikenal beberapa bentuk pakan diantaranya : mash (butiran), pellet, crumble. Penentuan bentuk pakan akan sangat berpengaruh pada tingkat konsumsi ayam.

Penyusunan ransum ayam broiler didasarkan pada kandungan protein dan energi. Untuk ayam broiler pada umur 0 – 3 minggu, ransum yang digunakan harus mengandung 23 % protein dan energi metabolis 3000 kkal/kg sampai ayam tersebut dipanen. Kandungan lain yang harus diperhatikan yaitu serat kasar 7 %, lemak 8 %, kalsium 1 %, dan phospor sekitar 0,45 %. Sementara menurut sumber lain, kualitas atau kandungan zat gizi pakan terdiri dari protein 22-24%, lemak 2,5%, serat kasar 4%, Kalsium (Ca) 1%, Phospor (P) 0,7-0,9%, ME 2800-3500 Kcal. Kuantitas pakan terbagi/digolongkan menjadi 4 (empat) golongan yaitu minggu pertama (umur 1-7 hari) 17 gram/hari/ekor, minggu kedua (umur 8-14 hari) 43 gram/hari/ekor, minggu ke-3 (umur 15-21 hari) 66 gram/hari/ekor dan minggu ke-4 (umur 22-29 hari) 91 gram/hari/ekor. Jadi jumlah pakan yang dibutuhkan tiap ekor sampai pada umur 4 minggu sebesar 1.520 gram.

Pada fase starter (umur 1-29 hari), kebutuhan air minum terbagi lagi pada masing-masing minggu, yaitu minggu ke-1 (1-7 hari) 1,8 lliter/hari/100 ekor; minggu ke-2 (8-14 hari) 3,1 liter/hari/100 ekor, minggu ke-3 (15-21 hari) 4,5 liter/hari/100 ekor dan minggu ke-4 (22-29 hari) 7,7 liter/hari/ekor. Jadi jumlah air minum yang dibutuhkan sampai umur 4 minggu adalah sebanyak 122,6 liter/100 ekor. Pemberian air minum pada hari pertama hendaknya diberi tambahan gula dan obat anti stress kedalam air minumnya. Banyaknya gula yang diberikan adalah 50 gram/liter air.

Untuk efisiensi pakan ayam broiler anda bisa meningkatkan mutu pakan supaya konversi ke daging tinggi, gimana caranya? Menambahkan suplemen ayam broiler yang memang memiliki kualitas baik untuk bisa meningkatkan mutu pakan , meningkatkan konversi pakan untuk menekan angka FCR dan juga meningkatkan bobot ayam broiler. VITAMAX dan IMUNOMAX bisa menjadi pilihan tepat untuk anda yang ingin mendapatkan performa optimal. Pakan optimal terserap menjadi daging, meningkatkan kualitas mutu pakan sehingga pakan menjadi irit namun bobot ayam broiler tetap tinggi.

Share this:
Share this page via Email Share this page via Stumble Upon Share this page via Digg this Share this page via Facebook Share this page via Twitter
promo web ayambroiler photo promoweb_zps1e8a3ed0.jpg