Category Archives: penyakit ayam broiler

Mengenal Penyakit Ayam Histomoniasis Dan Cara Pencegahannya

Ayambroiler.com – beternak ayam merupakan salah satu jalan yang bisa diambil untuk memulai langkah bisnis sendiri. Kita tahu bahwa saat ini telah banyak orang yang tertarik untuk terjun di dunia bisnis dengan bidang bisnis apapun asalkan bisa memulai belajar bisnis dan meraih sukses dari bisnis yang dijalankannya. Memang ada banyak pilihan dalam dunia bisnis dan memilih usaha atau bisnis peternakan ayam bisa dikatakan sebagai pilihan yang cerdas dengan terbukanya pasar peternakan ayam ini. Dan satu hal yang penting adalah motivasi untuk memulai bisnis peternakan ayam tersebut. Salah satu motivasi yang membuat orang berpikir untuk memulai bisnis peternakan ayam ini adalah kesadaran untuk bekerja yang bisa menghasilkan di negeri sendiri, tanpa harus bekerja di negeri orang lain.

Bekerja di negeri orang mungkin memang menghasilkan uang yang banyak. Akan tetapi, selalu bergantung pada negeri orang mendorong orang untuk berpikir lagi dan memulai bisnis peternakan ayam. Peluang yang ditawarkan oleh bisnis atau usaha ternak ayam ini memang sudah terbuka lebar. Akan tetapi, tantangan yang dihadapi para peternak pun tidak bisa diremehkan begitu saja. Salah satu mengapa orang gagal berbisnis ayam adalah karena tidak bisa melewati tantangan pada bisnis tersebut. Nah, salah satu tantangan yang perlu dihadapi oleh para peternak adalah bebagai jenis penyakit ayam yang tidak jarang membuat ayam kurang produktif sehingga bisnis menjadi agak sendat.

Ada banyak jenis penyakit ayam, kali ini kita akan membahas salah satu penyakit ayam yang bernama histomoniasis. Penyakit ini termasuk dalam kelompok penyakit asal protozoa yang tidak hanya bisa menyerang ayam tetapi unggas lain seperti kalkun pun juga bisa terserang. Organ pada ayam yang terserang penyakit ini adalah beberapa organ seperti adanya foki nekrotik pada hati dan ulserasi pada sekum. Penyakit ini sudah tersebar di USA, sedangkan di indonesia sendiri penyakit ini bisa menyerang baik itu ayam ras maupun ayam bukan ras. Penyakit ini datang dari serangan protozoa histomonas meleagridis, yang bisa sampai ke ayam yang diternakkan melalui perantara cacing sekum heterakis gallinarum serta jenis cacing lainnya yang ada di lingkungan peternakan. Ada beberapa gejala yang ditimbulkan penyakit hidtomoniasis sebagi berikut.

  1. warna feses yang kekuning-kuningan tampak seperti belerang
  2. nafsu minum meningkat
  3. mata tertutup, mangantuk, kepala digantung mendekati badan
  4. pada kasus tertentu, bulu terlihat kusam
  5. bejalan dengan langkah yang kaku
  6. pada beberapa kasus, kulit di daerah kepala menjadi berwarna kebiru-biruan
  7. mortalitas biasanya rendah, tetapi pada beberapa kasus bisa mencapai 30%

Bila ayam yang diternakkan telah terjangkiti penyakit histomoniasis, maka langkah pengobatan harus segera dilakukan. Mengingat penyakit ini termasuk penyakit yang bisa menyebabkan mortalitas pada ayam. Untuk upaya pengobatan, penyakit ini bisa diobati dengan beberapa obat seperti nitrofuran dan nitromidazol. Pengobatan tersebut dilakukan dengan dosis yang rendah melalui pakan dalam waktu yang cukup panjang. Penting untuk mengobati, akan tetapi langkah pencegahan tentu tidak boleh dilupakan. Langkah pencegahan sangat dibutuhkan agar ayam yang diternakkan bisa terjaga dari penyakit ini dan dapat tumbuh dengan normal. Adapun langkah pencegahannya pun sebenarnya tidak begitu sulit. Yang utama adalah untuk menjaga ayam dari kontak langsung dengan cacing sekum dan cacing tanah pembawa penyakit ini. Langkah yang bisa dilakukan adalah dengan menmaksimalkan lagi sanitasi dan desinfeksi kandang dan lingkungan sekitar ayam sehingga ayam terbebas dari penyebab penyakit. Nah, bagi anda yang mau order desinmaxx, anda bisa order dengan cara klik disini.

Penyakit Aspergilosis Pada Ayam Yang Harus Dicegah

Ayambroiler.com – masa memulai bisnis adalah masa dimana kita akan mencari-cari jenis bisnis yang cocok untuk kita. Memilih bisnis peternakan ayam tentu bisa menjadi pilihan yang mudah ketika kita tahu ada prospek yang bagus untuk bidang bisnis peternakan ayam ini. Sebelum memulai bisnis, ada banyak hal yang perlu disiapkan. Mulai dari mencari pasar yang akan kita pasok, memikirkan pemodalan hingga cara untuk mendapatkan keuntungan yang lebih dari bisnis yang kita jalankan.hal tersebut wajar karena setiap pebisnis kebanyakan ingin mendapatkan keuntungan dari apa yang diusahakannya tersebut. Akan tetapi, disamping memikirkan keuntungan yang akan didapatkan, ada hal lain yang perlu diperhatikan yaitu tentang cara perawatan ayam termasuk cara untuk menghindarkan ayam dari berbagai penyakit. Ada banyak hal yang perlu dipersiapkan oleh peternak agar nantinya usaha peternakan ayam yang diusahakannya bisa sukses seperti para peternak pendahulu.

Memang sudah banyak peternak ayam yang telah mengalami keberhasilan beternak ayam di masa lalu. Karena, usaha peternakan ayam ini memang memiliki prospek yang bagus bahkan di masa lalu sekalipun. Tidak heran kalau saat ini ada berbagai jenis pelatihan atau seminar mengenai tips sukses beternak ayam ini. Karena sudah sejak dahulu ada banyak peternak yang sukses dan mungkin mau berbagi rahasia kesuksesan melalui berbagai pelatihan dan seminar tersebut. Dan salah satu cara untuk sukses beternak ayam tentunya adalah terkait bagaimana caranya untuk mengatasi berbagai penyakit yang mungkin menjangkiti ayam yang diternakkan.

Kali ini kita akan membahas salah satu penyakit ayam yang bernama aspergilosis. Penyakit ayam yang satu ini merupakan salah satu penyakit yang harus diwaspadai karena termasuk salah satu jenis penyakit yang belum ada obatnya. Ada banyak penyebab penyakit ayam, dan penyakit aspergilosis merupakan satu diantara penyakit yang disebabkan oleh jamur. Jenis jamur yang menjadi penyebab adalah aspergilus fumigatus dan aspergilus flavus. Ayam yang mengalami penyakit ini tidak lain adalah karena lingkungan yang sudah tercemar kedua jamur tersebut kemudian terhirup oleh ayam. Sebenarnya ayam memiliki kekebalan tubuh yang cukup terhadap beberapa jenis jamur, akan tetapi kalau ayam dalam kondisi stress maka akan mudah terserang oleh kedua jenis jamur tersebut sehingga terjadi penyakit aspergulosis. Untuk mengetahui ayam yang mengalami penyakit ini, dapat dilihat dari beberapa gejala yang ditunjukan dibawah ini.

  1. ayam mengalami gasping, atau dengan kata lain ayam terlihat megap-megap atau sulit bernapas
  2. ayam akan terlihat kurus
  3. disertai ayam kehausan dan menjadi dehidrasi
  4. jika infeksi sudah terjadi pada otak, berpotensi terjadi gangguan keseimbangan
  5. tingakat mortalitas bisa mencapai 40%
  6. kalau masih kronis, mortalitas bisa lebih rendah
  7. dan juga bisa terjadi infeksi dan terjadi keradangan pada mata ayam

Kalau ayam yang diternakan sudah mengalami beberapa gejala di atas, maka sebaiknya ayam tersebut dengan segera dipisahkan dari kelompok ayam yang sehat. Karena seperti yang kita ketahui penyakit ini belum ada obatnya, jadi penting untuk mencegah terjadinya penularan penyakit ke ayam lain yang masih sehat. Usaha terbaik yang bisa dilakukan oleh peternak adalah dengan malakukan langkah pencegahan terhadap penyakit aspergilosis ini. Untuk mencegah terjadinya penyakit ini tidak lain adalah dengan memperketat manajemen. Hal-hal sepele seperti penyimpanan pakan yang aman dari tumbuhnya spora adalah salah satunya. Tidak lupa kebersihan kandang juga perlu dijaga. Oleh karena itu sanitasi atau desinfeksi perlu dioptimalkan untuk mencegah ayam dari penyakit ini. Nah, bagi anda yang mau order desinmaxx, anda bisa order dengan cara klik disini.

Mencegah Infeksi Mycoplasma Gallisepticum Pada Ayam Yang Diternakan

Ayambroiler.com – beternak ayam merupakan salah satu peluang usaha yang sangat terbuka bagi siapapun yang mau mengerjakannya. Asalkan ada niat dan kemauan yang baik, maka siapapun bisa sukses di bidang peternakan ayam ini. Apalagi, saat ini kesadaran masyarakan akan gizi yang baik sudah maju sehingga banyak yang mencari hasil peternakan ayam ini. Dengan kata lain, pasar peternakan ayam ini sudah ada, tinggal bagaimana sikap peternak itu sendiri. Melakukan usaha ternak ayam ini rupanya tidak hanya bermanfaat untuk menghasilkan pendapatan keluarga saja, akan tetapi juga bisa menjadi ajang mengisi waktu purna pensiun, untuk mengajarkan jiwa usaha pada anak muda dan bisa juga untuk berbagi ilmu terhadap sesama peternak ayam.

Para peternak yang sudah berpengalaman tentu sudah tidak asing lagi dengan satu hal yang sering dihadapi di peternakan yang bernama penyakit ayam. Karena kalau ditelusuri, akan ada banyak sekali jenis penyakit ayam yang bisa menyerang ayam yang mereka pelihara. Mulai dari penyakit ringan hingga penyakit berat yang bisa mengakibatkan kematian pada unggas. Namun, hanya peternak yang mampu mengatasi berbagai penyakit tersebut lah yang bisa sukses pada akhirnya. Hal ini lah yang perlu diketahui oleh para peternak pemula yang baru pertama kali terjun di dunia peternakan. Bahwa, harus ada tindakan yang tepat dalam memelihara ayam dan mencegah ayam dari berbagai penyakit yang mungkin menyerang.

Pada pembahasan kali ini, kita akan membahas mengenai salah satu penyakit ayam yang bernama infeksi mycroplasma gallisepticum. Nama-nama penyakit ayam kebanyakan diberikan berdasarkan nama bakteri atau virus yang menyebabkan penyakit tersebut, sehingga terkadang terdengar asing di telinga kita. Infeksi mycroplasma gallisepticum ini juga biasa disebut dengan nama penyakit chronic respiratory disease yang kemudian disingkat menjadi penyakit CRD. Peyakit CRD merupakan salah satu penyakit yang perlu diwaspadai agar tidak terjadi pada peternakan ayam. Karena penyakit ini termasuk penyakit yang berbahaya karena bisa menyerang ayam di semua umur. Ada beberapa gejala yang ditumbulkan pada ayam yang mengalami penyakit CRD ini. Berikut gejala yang bisa muncul pada ayam yang menderita penyakit CRD.

  1. muncul suara ngorok pada ayam
  2. ayam juga terkadang terlihat batuk
  3. terdapat eksudat serus yang lengket pada hidung ayam
  4. terkadang bulu dan sayap ayam juga terdapat eksudat sehingga menjadi kotor
  5. terjadi penurunan nafsu makan pada ayam
  6. berpotensi terjadi penurunan berat badan pada ayam

Penyakit ini sangat diwaspadai karena akan berpengaruh pada keuntungan finansial kalau dibiarkan begitu saja. Sehingga, peternak diharapkan untuk melakukan tindakan pencegahan agar ayam yang dipelihara bisa terbebas dari penyakit ini. Adapun untuk langkah pencegahan dapat dilakukan salah satunya dengan memperketat keamanan biologis. Penanganan ini dilakukan bukan lain adalah agar ayam bisa terbebas dari sumber penyakit CRD ini dan pada akhirnya ayam pun juga bisa terbebas dari penyakit ini. Yang perlu diperhatikan juga adalah dengan memisahkan umur ayan yang berbeda dari yang dewasa maupun yang masih grower. Hal ini dilakukan agar tidak terjadi penularan dari ayam yang dewasa ke ayam yang lebih muda.

Selain melakukan langkah pencegahan, peternak juga harus melakukan langkah pengobatan yang diperlukan apabila terjadi kelalaian sehingga ayam bisa terjangkiti penyakit CRD ini. Adapun ayam yang terjangkiti penyakit ini sebaiknya segera diobati agar tidak semakin parah. Penyakit micoplasma gallisepticum ini bisa diobati karena merupakan salah satu infeksi yang sensitif terhadap antibiotik. Nah, bagi anda yang mau order max-x untuk mengobati CRD, anda bisa order dengan cara klik disini.

Mengenal Penyakit Ayam Tuberkulosis Avian

Ayambroiler.com – di Indonesia beternak ayam menjadi salah satu usaha perorangan yang menjanjikan. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya keuntungan yang bisa didapatkan oleh mereka yang sudah sukses di bidang peternakan ayam ini. Kalau kita melihat surat kabar, kadang kita jumpai kabar mengenai kesuksesan seorang peternak ayam yang tidak hanya mencapai jutaan, tetapi bahkan beromset sampai milyaran. Hal ini memperkuat opini bahwa kalau ditekuni dengan baik, maka pendapatan seorang peternak ayam tidak bisa diremehkan begiitu saja. Sehingga tidak kaget kalau baru-baru ini ada banyak pemula yang mau terjun di dunia peternakan ini.

Satu hal yang perlu diketahui bagi mereka yang mau memulai peternakan ayam ini adalah bahwa dalam usaha menjalankan peternakan unggas ini tentu tidak hanya berjalan mulus begitu saja. Akan tetapi, ada juga rintangan yang harus dihadapi dan harus diambil tindakan, salah satunya adalah tentang penyakit ayam. Seorang peternak ayam tidak bisa terlepas begitu saja dari penyakit ayam ini. Karena, apabila peternak lengah dan membiarkan penyakit ayam menyerang ayam yang mereka pelihara, maka bukan tidak mungkin mereka akan mengalami kerugian yang disesali. Oleh karena itu, para peternak mudah disarankan untuk bisa lebih waspada terhadap penyakit ayam ini sehingga bisa menjalankan bisnis peternakan dengan sukses.

Kali ini, kita akan mengenal salah satu penyakit ayam yang bernama tuberkulosis avian. Mungkin para peternak pendahulu sudah tidak asing lagi dengan penyakit yang satu ini, tetapi bagi anda yang masih pemula mungkin masih bertanya-tanya tentang penyakit ini. Penyakit tuberkulosis avian tergolong dalam jenis penyakit bakterial. Penyakit ini harus diwapadai karena bisa mengakibatkan infeksi granulomatus baik pada unggas mudah maupun unggas dewasa. Untuk diketahui juga, sebenarnya penyakit ini termasuk penyakit yang tidak banyak ditemui di peternakan komersial, akan tetapi bukan berarti penyakit ini bisa diremehan begitu saja.

Adapun penyakit ini memiliki sifat tertentu dibawah ini.

  • proses penyakit yang berlangsung kronis
  • memiliki kecenderungan menimbulkan penururan berat badan
  • berpotensi mengakibatkan emasiasi
  • terjadi penurunan produksi telur
  • berpotensi berakhir dengan kematian

Nah, untuk mengetahui seperti apa ayam yang sudah terkena penyakit ini, berikut adalah gejala yang dialami ayam yang terkena penyakit ini.

  1. ayam terlihat depersi atau lemah
  2. ayam mengalami penuruan berat badan yang progresif
  3. daerah fasial akan terlihat lebih kecil daripada ayam normal
  4. bulu ayam akan terlihat berdiri dan kusam
  5. pada kulit yang tidak tertutup bulu, akan terlihat kering
  6. pada kasus tertentu, bisa terjadi kelumpuhan
  7. ayam mengalami diare, sehingga menjadi lemah
  8. pada kasus tertentu ayam bisa mati mendadak tergantung tingkat keparahan penyakit

Pengobatan perlu dilakukan untuk ayam yang sudah terkena penyakit tuberkulosis avian ini. Karena apabila tidak segera ditindak dengan benar, maka dikhawatirkan akan menyebabkan penyakit menjadi semakin parah dan tentu hal ini tidak diinginkan. Nah, karena penyakit ini bersifat zoonosis, maka biasanya penyakit ini tidak diobati. Meskipun begitu, tetap ada beberapa anti tuberkulosis yang bisa digunakan untuk mengobati penyakit ini. Nah, mencegah penyakit ini menjadi penting untuk dilakukan karena langkah pengobatan yang jarang dilakukan pada beberapa kasus. Untuk langkah pencegahan penyakit ini diutamakan ditujukan pada pengamanan biologis yang ketat. Hal ini tentu harus dilakukan oleh peternak itu sendiri, dengan langkah-langkah seperti pemberian pakan dan minum yang optimal, pemeriksaan kelompok ayam yang terinfeksi penyakit melalui ujicoba tuberkulin, penyediaan litter yang memadai, dan tentu saja adalah langkah sanitaasi/desinfeksi yang optimal. Nah, bagi anda yang mau order desinmax, anda bisa order dengan cara klik disini.

Mewaspadai Penyakit Botulisme Pada Ayam Yang Diternakan

Ayambroiler.com – saat ini, beternak ayam telah berkembang pesat dibandingkan dengan apa yang terjadi di masa lalu. Perkembangan peternakan ayam ini selain memberikan kemudahan bagi konsumen untuk mendapatkan hasil ternak ayam tetapi juga memudahkan bagi para peternak baru yang mau terjun di dunia peternakan. Perkembangan ini juga ditandai dengan adanya banyak peternakan yang dilakukan di desa-desa sehingga bisa meningkatkan pendapatan pekerja di desa. Bahkan bagi peternak baru yang mau mencoba bisnis ini pun sangat mudah mendapatkan informasi seputar peternakan mulai dari langkah awal beternak, cara pemeliharaan hingga penyakit ayam yang perlu diwaspadai, baik itu dari media sosial, media cetak maupun melalui pelatihan-pelatihan.

Karena kemajuan yang sudah pesat ini, bukan tidak mungkin di masa mendatang komoditas peternakan ayam bisa menjadi lahan baru bagi para pengusaha muda. Seperti yang disebutkan diatas bahwa ada banyak hal baru yang bisa didapatkan oleh pemula dengan semakin mudah. Salah satu informasi yang tidak boleh dilewatkan oleh mereka adalah info mengenai penyakit ayam yang berpotensi menjangkiti ayam yang diternakan. Karen menurut pengalaman peternak yang sudah berpengalaman, penyakit yang tidak diatasi dengan benar akan mengakibatkan kerugian usaha peternakan yang cukup besar. Nah, kali ini kita akan membahas mengenai salah satu penyakit ayam yang berpotensi menyerang ayam yang diternakan. Penyakit tersebut bernama botulisme.

Botulisme adalah salah satu penyakit ayam yang mudah ditandai. Penyakit ini adalah penyakit dimana ayam mengalami keracunan akut yang dikarenakan mengkonsumsi pakan atau benda lain yang mengandung eksotoksin/neurotoksin. Zat beracun tersebut bisa meracuni ayam karen berasal dari bakteri clostridium botulinum. Penyakit botulisme memiliki nama lain seperti limberneck, bulbar paralysis, dan western duck sickness. Ayam yang mengalami penyakit botulisme atau keracunan akut ini kebanyakan ditemui pada ayam liar yang hidup di alam bebas. Namun, bukan tidak mungkin ayam yang dipelihara secara intensif dengan cara diternakkan pun bisa saja terkena penyakit ini.

Gejala yang disebabkan oleh penyakit ini bisa menjadi tanda agar peternak harus waspada terhadap penyakit ini. Adapun gejala yang diakibatkan penyakit botulisme diantaranya adalah.

  1. secara umum, ayam akan terlihat lemah
  2. ayam terbaring lemas di litter
  3. paralilsis yang bersifat lentur pada leher
  4. paralisis yang bersifat lentur juga bisa terjadi di daerah lain seperti pada kaki, sayap, dan kelopak mata
  5. ayam menjadi malas bergerak dan terlihat lumpuh saat dipaksa bergerak
  6. bulu ayam berdiri dan mudah rontok bila dipegang
  7. berpotensi mengalami diare
  8. bila telah akut, ayam akan gagal jantung dan sistem pernapasan sehingga mengakibatkan kematian
  9. pada kasus yang berat, mortalitas bisa mencapai 40% pada ayam broiler

Upaya pengobatan harus segera dilakukan terhadap ayam yang mengalami penyakit botulisme ini. Karena, apabila tidak segera diobati maka dikhawatirkan akan menyebabkan mortalitas yang tinggi. Salah satu cara untuk mengobati penyakit ini adalah dengan antitoksin botulisme. Akan tetapi, pemberian massal antitoksin tersebut dikatakan memakan biaya yang cukup mahal. Oleh karena itu, lebih baik mencegah dari pada mengobati penyakit ini. Adapun cara pencegahan dapat dilakukan dengan mudah yaitu dengan mencegah adanya sumber bakteri beracun yang bernama clostridium botulinum ini. Ada beberapa cara seperti dengan memaksimalkan manajemen kandang seperti memperketat sanitasi/disinfeksi kandang dan lingkungan sekitarnya. Dengan begitu, bakteri tidak muncul dari sekitar kandang dan ayam aman dari bakteri tersebut. Kita tahu pentingnya sanitasi/desinfeksi yang ketat pada kandang dan lingkungan. Nah, bagi anda yang mau order desinmax, anda bisa order sekarang dengan cara klik disini.

Cara Mengenali Penyakit Ayam Enteritis Nekrotikan

Ayambroiler.com – ada banyak cara untuk meraih sukses, salah satunya adalah dengan beternak ayam broiler. Kita tahu bahwa komoditas peternak ayam broiler di indonesia telah tersebar luas dan banyak yang sudah sukses. Ada yang memulai dengan menumpang belajar dari orang lain dengan menjadi pekerja terlebih dahulu, ada juga yang berniat dari awal untuk memulai dari diri sendiri dengan segala resiko. Memang benar ada banyak cara untuk meraih kesuksesan di bidang peternakan ayam ini. Siapa yang berjuang dengan sungguh-sungguh pasti akan mendapatkan apa yang telah mereka perjuangkan. Dalam dunia peternakan, berjuang tidak hanya dalam hal menggemukkan ayam saja, akan tetapi berjuang untuk menghindari penyakit ayam.

Ada banyak penyakit ayam yang sudah dikenal dan mungkin telah dipelajari oleh para peternak pemula. Mulai dari penyakit cekrek, gumboro, ND dan lain-lain. Meskipun kebanyakan penykit telah diperkenalkan sebelumnya, namun bukan berarti para peternak bisa bersantai karena bukan tidak mungkin penyakit baru bisa saja masuk ke kandang ayam mereka. Karena kebanyakan penyakit ayam tersebar melalui bakteri yang ukurannya sangat kecil, jadi sulit untuk diprediksi kapan dan dalam kondisi apa bakteri tersebut bisa mendatangi ayam yang kita pelihara. Oleh karena itu, sebagai peternak kita hendaknya harus segera waspada dan bersungguh-sungguh menjaga ayam dari berbagai penyakit yang mungkin menyerang. Salah satu penyakit yang mungkin menyerang adalah penyakit enteritis nekrotikan. Seperti apa penyakit ini? Simak ulasannya berikut ini.

Penyakit enteritis nekrotikan merupakan salah satu penyakit yang termasuk dalam penyakit bakterial. Penykit ini bisa terjadi karena melalui karena adanya proses nekrosis dan proses yang berlangsung cepat pada mukosa usus halus terutama jejunum dan ileum. Dilihat dari kasus-kasus sebelumnya, penyakit ini kebanyakan terjadi pada ayam yang beusia lebih dari 4 pekan. Sehingga, bagi peternak yang memiliki ayam di usia tersebut diharapkan untuk tetap waspada agar ayam yang dipeliharanya bisa terjaga dari penyakit ini.

Penyakit ini juga sudah banyak dilaporkan dari berbagai negara penghasil unggas. Khusus di indonesia, penyakit ini hanya terjadi pada beberapa daerah tertentu saja. Hal ini dikarenakan penyakit ini hanya terjadi oleh beberapa sebab saja. Adapun penyebab terjadinya penyakit ini diantaranya adalah lingkungan yang tidak higienis, sanitasi yang kurang maksimal, serta akibat perubahan komposisi pemberian pakan yang mempengaruhi viskositas isi usus. Rupanya lingkungan kandang menjadi faktor yang mempengaruhi datangnya penyakit enteritis nekrotikan ini. Adapun penyebab lain penyakit ini bisa dari akibat terserang koksidiosis dan gumboro. Sehingga penting juga bagi ayam yang sudah mengidap dua penyakit tersebut untuk segera dirawat agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti penyakit enteritis nekrotikan ini.

Untungnya, penyakit ini tidak menular langsung dari ayam ke ayam. Namun, penyakit ini bisa menular secara tidak langsung melalui beberapa peralatan kandang termasuk pakan yang telah terinfeksi bakteri penyebab penyakit ini. Oleh karen itu, penting bagi peternak untuk mencegah terjadinya penyakit ini pada ayam. Salah satu cara atau upaya yang bisa dilakukan adalah dengan memperbaiki manajemen agar bisa optimal, pemberian sanitasi atau desinfeksi yang cukup, serta mengatur kembali kepadatan ayam agar ideal. Kita tahu bahwa kondisi perawatan kandang sangat berpengaruh pada kebersihan lingkungan, dan kebersihan lingkungan akan berpengaruh pada kesehatan ayam. Ketahanan tubuh ayam pada penyakit juga bisa menjadi faktor agar ayam tidak terserang penyakit enteritis nekrotikan ini. Nah, bagi anda yang mau order imunomax, anda bisa order sekarang dengan cara klik disini.

Mengenal Penyakit Arizonosis Dan Cara Pencegahannya

Ayambroiler.com – beternak ayam broiler adalah salah satu usaha yang menjanjikan. Banyak pengusaha ayam broiler yang telah sukses di masa lalu sehingga banyak peternak pemula yang ketagihan mengikuti jejak mereka tersebut. Saat ini sudah banyak yang membuktikan bahwa beternak ayam broiler memang salah satu usaha yang menjanjikan. Akan tetapi untuk mendapatkan kesuksesan beternak ayam broiler tentu tidak didapat dengan usaha yang ringan. Ada banyak rintangan yang harus dilalui oleh para peternak agar bisa mendapatkan kesuksesan tersebut salah satunya adalah dengan menghadapi berbagai penyakit yang berpotensi menyerang ayam. Ada banyak jenis penyakit ayam yang bisa menyerang salah satunya adalah penyakit arizonosis.

Penyakit arizonosis sebenarnya merupakan penyakit yang kurang terkenal apabila dibandingkan dengan nama penyakit lain seperti cekrek atau penyakit ngorok pada ayam. Penyakit cekrek tentu penyakit yang hampir semua peternak ayam mengetahui asal-usul penyakit tersebut. Namun, walaupun penyakit ini kurang terkenal, bukan berarti penyakit ini bisa dirremehkan. Karena apabila ayam sudah terkena penyakit ini, hal ini akan merepotkan peternak itu sendiri apalagi kalau mengakibatkan mortalitas yang tinggi. Hal ini tentu bukan yang diharapkan oleh peternak dimanapun. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui asal-usul penyakit arizonosis dan cara pencegahannya agar ayam yang ktia pelihara bebas dari penyakit ini dan usaha beternak ayam pun dapat terlaksana dengan lancar.

Untuk mengetahui lebih jelas mengenai penyakit ini, akan lebih mudah apabila kita mengetahui bagaimana ciri-ciri yang ditimbulkan pada ayam yang terjangkiti. Menurut pengalaman yang sudah lalu, penyakit yang satu ini akan banyak menyerang ayam yang masih muda. Pada kebanyakan kasus, ayam muda yang baru berumur kurang dari 3 minggu adalah yang paling banyak terserang penyakit ini. Sebenarnya penyakit ini adalah penyakit yang sudah banyak tersebar luas di dunia. Namun, untungnya di indonesia ini penyakit ini masih belum banyak ditemukan seperti penyakit ayam lainnya. Oleh sebab itu peternak ayam terkadang masih awam dengan penyakit yang satu ini.

Dilihat dari penyebabnya, penyakit ini disebabkan oleh bakteri salmonella arizonae. Penyakit ini memang jarang ditemukan di indonesia, namun bukan berarti bisa diremehan begitu saja. Karena kalau kita lihatlagi penyebab penyakit ini adalah jenis bakteri yang jenisnya tidak jauh dengan kelompk bakteri salmonella penyebab penyakit paratifoid. Kalau dibiarkan begitu saja, bukan tidak mungkin akibat yang diderita oleh peternak bisa lebih buruk dari yang diperkirakan. Seperti yang diketahui, sifat kuman penyebab penyakit ini bersifat gram-negatif, berbentuk bacillus, motil, tidak memberntu spora dan bersifat hospes spesifik. Untuk diketahui, bahwa bakteri ini juga tumbuh dengan baik apabila lama dibiarkan di media cair.

Nah, karena siapa saja tentu tidak ingin proses usaha peternakan ayamnya terganggu oleh penyakit termasuk penyakit arizonosis ini, maka berikut ini adalah bebarapa hal yang dilakukan untuk mencegah terjadinya penyakit arizonosis pada ayam. Pada dasarnya pencegahan ini prinsipnya sama dengan cara mencegah penyakit lain yang terjadi karena bakteri, yaitu dengan cara mencegah bakteri masuk ke kandang atau ke unggas yang dipelihara. Yang pertama yang bisa dilakukan adalah dengan memperbaiki sanitasi kandang. Kemudian, yang kedua adalah dengan mencegah hewan-hewan liar pembawa bakteri seperti kalkun, tikus dan hewan liar lainnya agar tidak mendekati kandang sehingga bisa membawa bakteri buruk bagi ayam. Selain itu, untuk menambah kekebalan tubuh ayam, anda bisa memberi vitamin untuk ayam. Nah, bagi anda yang mau order imunomax anda bisa order dengan cara klik disini.

Pentingnya Mengatasi Cekrek Pada Ayam

Ayambroiler.com – salah satu kunci sukses dalam beternak ayam adalah dengan mencaga kesehatan ayam. Kita tahu bahwa saat ini banyak orang mulai memilih unggas ayam sebagai hewan yang dipelihara dan diternakkan. Hal ini tidak lepas karena saat ini dunia industri ayam mulai menyebar luas dan pasar yang membutuhkan hasil peternakan ayam juga sudah terbuka. Adanya peternak baru di dunia ternak ayam membawa efek yang bagus bagi pasar karena konsumen akan lebih mendapatkan yang mereka inginkan. Namun sebaliknya, kalau hasil panen para peternak ayam kurang maksimal maka hal ini juga tidak baik untuk pasar dan konsumen. Salah satu penyebab yang bisa menghasilkan hasil panen yang kurang maksimal adalah penyakit ayam, salah satunya penyakit cekrek.

Penyakit cekrek merupakan salah satu peyakit ayam yang apabila telah terjadi pada ayam, maka akibatnya bisa fatal bila dibiarkan begitu saja. Terlebih pihak yang paling dirugikan adalah dari peternak ayam itu sendiri. Karena, apabila kesehatan ayam terhambat, maka yang terjadi adalah hasil panen ayam yang kurang maksimal dari segi ekonomis. Oleh karena itu, penyakit cekrek ini harus diantisipasi dengan baik oleh peternak apabila tidak ingin rugi dalam usahanya beternak ayam. Nah, untuk bisa mengatasi penyakit ini, kita harus tahu terlebih dahulu apa sih penyakit cekrek ini dan bagaimana bisa terjadi ayam beserta bagaimana cara penanganan yang tepat.

Definisi penyakit cekrek ini memiliki sebutan lain yaitu penyakit ngorok. Mungkin bagi sebagian dari anda lebih familiar dengan nama penyakit ngorok ini. Mungkin orang menyebut penyakit ngorok dikarenakan salah satu gejala yang menonjol pada ayam yang terkena penyakit ini adalah ayam yang bersuara seperti orang tidur yang sedang mengorok. Nah, itulah salah satu gejala yang paling menonjol pada ayam yang sudah terkena penyakit cekrek ini. Sebenarnya mencegah penyakit ini adalah hal yang lebih baik dari pada harus mengobati. Akan tetapi, kalau ayam sudah terlanjur terserang penyakit ini, maka peternak harus segera bertindak agar ayam tidak semakin parah sakit.

Selain gejala bersuara mengorok diatas, ada gejala lain yang bisa terjadi pada ayam yang mengalami penyakit cekrek ini. Gejala ini lah yang bisa merugikan pagi peternak, yaitu gejala berkurangnya nafsu makan. Iya, ayam yang sakit cekrek akan mengalami penuruan nafsu makan sehingga berapapun pakan yang disediakan peternak akan menjadi sia-sia kalau penyakit ini tidak segera diatasi. Ayam yang kurang makan seperti ayam yang terkena penyakit cekrek ini akan berakibat pada bobot ayam yang berkurang dari bobot biasanya. Sehingga, kalau bobot ayam ketika panen tidak sesuai, maka yang terjadi adalah peternak itu sendiri yang akan dirugikan.

Karena penyakit cekrek ini bisa mengakibatkan kerugian bagi peternak itu sendiri, maka tentu saja penyakit ini adalah penyakit yang tentu dihindari bagi para peternak. Oleh karena itu, penting bagi peternak untuk senantiasa memelihara kesehatan ayam-ayamnya dengan hati-hati. Selain itu, kewaspadaan peternak juga harus cermat terhadap karakteristik ayam yang dipeliharanya. Apabila terdapat gejala tertentu yang menandakan ayam mulai terserang penyakit cekrek diatas, maka peternak bisa dengan segera mengatasinya tanpa harus panik. Adapun cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi penyakit cekrek atau ngorok ini adalah dengan memberinya obat terntentu yang cocok. Salah satu obat yang cocok untuk penyakit cekrek ini adalah maxx x. Nah, bagi anda yang mau order maxx x ini, anda bisa order sekarang dengan cara klik disini.

Penyakit Kolibasilosis Yang Terjadi Pada Ayam

Ayambroiler.com – saat ini permintaan daging maupun telur ayam di indonesia tergolong banyak. Hal ini bukanlah hal yang baru lagi bagi kita. Kesadaran masyarakat untuk mengkonsumsi makanan yang bergizi kian meningkat, termasuk kesadaran untuk mengkonsumsi daging maupun telur ayam. Nah, untuk memenuhi banyaknya permintaan tersebut, satu hal yang bisa dilakukan adalah memproduksinya secara masal. Tidak heran saat ini kita sering mnjumpai banyaknya peternak ayam yang menyebar di indonesia. Hal ini bukan lain adalah untuk memenuhi permintaan pasar agar kebutuhan gizi masyarakat bisa terpenuhi dengan baik. Akan tetapi memproduksi hasil peternakan ayam bukanlah suatu hal yang mudah, karena unggas seperti ayam termasuk salah satu hewan yang rentan penyakit apabila lingkungannya tidak bersahabat. Salah satu penyakit yang bisa menyerang ayam adalah penyakit kolibasilosis.

Kolibasilosis merupakan salah satu penyakit yang tidak diharapkan oleh para peternak ayam. Karena penyakit yang satu ini bisa mengakibatkan hal buruk yang fatal bagi kesehatan ayam. Namun, penyakit yang satu ini bisa menyerang ayam dari segala umur dari yang paling kecil hingga yang tua sekalipun. Sehingga para peternak tidak ada pilihan lagi selain harus selalu waspada terhadap berbagai kemungkinan yang bisa terjadi pada ayam yang mereka pelihara. Nah, untuk mengetahui apa saja gejala yang terjadi pada ayam yang mengalami penyakit kolibasilosis ini, anda berikut adalah beberapa gejala yang bisa terjadi pada ayam.

  1. ayam semakin kurus dan bulunya kusam
  2. ayam jadi tidak nafsu makan
  3. pertumbuhan ayam terganggu
  4. terjadi diare pada ayam
  5. serta lengket di area pantat
  6. ayam bisa pincang dan mata buta

Itulah tanda-tanda atau gejala yang bisa saja terjadi pada ayam yang mengalami penyakit kolibasilosis. Bagi anda sebagai peternak, sebaiknya anda lebih menjaga ayam dan lingkungan disekitarnya agar bisa terhindar dari penyakit yang satu ini. Karena penyakit yang satu ini merupakan salah satu penyakit yang bisa menyerang ayam segala umur dan akibatnya bisa fatal.

Harapannya adalah agar semua ayam yang dipelihara para peternak dimanapun mereka, bisa terhindari dari penyakit yang satu ini. Nah, oleh karena itu perlu dilakukan upaya pencegahan yang benar terhadap penyakit yang satu ini agar ayam bisa sehat dari kecil hingga masa produktif. Lalu, apa saja cara pencegahan yang bisa dilakukan untuk mencegah terjadinya kolibasilosis ini? Berikut ulasannya.

Pencegahan yang utama sebenarnya adalah hal yang simpel, yaitu dengan manjaga sanitasi kandang. Tentu hal ini adalah hal dasar yang harus dilakukan oleh para peternak untuk memelihara ayam-ayam mereka, sehingga bukan lagi hal yang baru dan sulit untuk dilakukan. Selain menjaga sanitasi kandang, hal lainn yang bisa dilakukan adalah dengan menjaga suhu lingkungan unggas. Unggas juga memiliki ketahanan tubuh yang mudah terserang ketika pergantian musim, sehingga hal ini harus diperbaiki oleh peternak itu sendiri. Usahakan agar tidak terlalu lembab bagi unggas. Adapun kandang yang baik adalah kandang yang bagian dalamnya bisa atau bisa memperoleh sinar matahari di siang hari. Dengan suhu kandang yang terjaga, maka ayam akan lebih terlindung dari penyakit kolibasilosis ini.

Selain kadar suhu yang perlu diperbaiki, kadar amonia juga harus diperbaiki. Karena kadar amonia yang terlalu tinggi tidak akan berdampak baik bagi ayam yang anda perlihara. Oleh karena itu, peternak harus jeli untuk mengontrol kadar amonia di lingkungan kandang mereka. Selain itu, ayam juga harus diberi pakan dan minuman yang cukup bergizi untuk pertumbuhan ayam. Nutrisi sangat diperlukan ayam untuk pertumbuhan ayam. Nah, bagi anda yang mau order imunomax untuk menambah kekebalan tubuh ayam, anda bisa order dengan cara klik disini.

Mengenal Penyakit Ayam Infectious Coryza

Ayambroiler.com – beternak ayam broiler bukan lagi profesi asing di indonesia. Sudah banyak peternak ayam broiler yang menyebar di seluruh indonesia. Tetapi, dari sekian banyak peternak ayam broiler, belum tentu semuanya bisa sukses seperti yang diimpikan dulu ketika memulai. Namun, sebagai sesama pecinta ayam broiler, kami harapkan anda yang sedang membaca artikel ini termasuk diantara mereka yang sukses dalam beternak ayam broiler. Sebenarnya, sukses atau tidaknya beternak ayam broiler dipengaruhi banyak faktor. Bisa faktor orangnya itu sendiri, bisa juga faktor dari luar yang tidak diduga. Nah, salah satu faktor yang mempengaruhi keberhasilan dalam beternak ayam broiler adalah pengetahuan peternak akan penyakit ayam. Nah, kali ini kita akan membahas salah satu penyakit ayam yaitu penyakit ayam infectious coryza.

Sudah berapa lama anda beternak ayam broiler? Kalau anda sudah lama, mungkin anda sudah tidak asing lagi dengan penyakit ayam infectious coryza ini. Tetapi, bagi anda yang masih pemula tentu masih bertanya-tanya tentang ini penyakit apa dan bagaimana efek bagi ayam yang kita ternakkan. Dan juga bagaimana cara untuk menanggulangi penyakit pada ayam broiler yang kita ternakkan ini. Sebenarnya penyakit ini sudah terkenal di kalangan para peternak ayam broiler. Iya, penyakit ini bisa menyerang ayam broiler yang kita ternakkan. Penyakit ini sering terjadi pada masa pergantian musim dan dikhawatirkan bisa menyebabakan meningkatnya angka kematian unggas. Oleh karena itu, penyakit yang satu ini perlu diketahui oleh mereka yang memiliki peternakan ayam broiler.

Untuk lebih mudah mengenali penyakit infectious coryza ini, anda bisa melihat dari gejala yang ditimbulkan oleh ayam. Berikut gejala yang biasa terjadi pada ayam yang terserang penyakit infectious coryza.

  1. Pembengkakan pada muka dan mata unggas
  2. Keluar lendir kental dan lengket dari rongga hidung unggas
  3. Biasanya kelopak mata menjadi lengket
  4. Unggas ngorok disebabkan getah radang dalam trachea dan bronchi
  5. Pernapasan menjadi cepat tidak normal
  6. Biasanya unggas juga menjadi diare dan kerdil

Itulah beberapa gejala yang biasanya ditemui pada ayam broiler apabila memang terkena penyakit berbahaya ini. Oleh karena itu, peternak harus jeli memperhatikan kesehatan dan penampakan fisik ayam di kandang agar terjaga dari penyakit yang satu ini.

Setelah mengetahui apa saja gejala yang bisa muncul pada ayam broiler yang terkena penyakit ini, maka langkah selanjutnya adalah untuk berusaha agar bisa menyembuhkan unggas agar tidak mati. Lebih parahnya lagi, penyakit ini termasuk salah satu penyakit yang bisa menular ke unggas lain didekatnya. Oleh karena itu, apabila ditemukan ada unggas yang terkana penyakit ini, dengan segera unggas diobati atau kalau perlu dipisahkan dari kumpulan ayam lain yang masih sehat. Karena dikhawatirkan kalau dibiarkan berlama-lama akan menular ke ayam lainnya.

Nah, sebenarnya penyakit ini termasuk jenis penyakit yang sulit diobati, sehingga lebih baik dilakukan pencegahan diantaranya dengan cara berikut:

  • Menjaga kebersihan kandang
  • Memisahkan ayam yang sakit
  • Mengenakan kandang ke sinar matahari
  • Apabila ayam sudah mati, sebaiknya dikubur atau dibakar

Sedangkan untuk perlakukan dengan obat, anda bisa menggunakan obat maxx x. Obat yang satu ini dapat digunakan untuk menyembuhkan ayam dari penyakit yang ganas ini. Karena, maxx x ini cocok digunakan untuk mengobati penyakit ayam seperti infectious coryza ini. Dengan manggunakan obat ini, ayam broiler bisa disembuhkan dari penyakit ngorok dan cekrek ini. Nah, jika anda ingin membeli maxx x, anda bisa membeli di kami dengan cara klik disini.