Category Archives: penyakit ayam broiler

Mengenal Infeksi Gongylonema Pada Ayam Yang Diternakkan

Ayambroiler.com – beternak ayam kini telah banyak mendapatkan perhatian dari masyarakat luas. Tidak hanya itu, kini juga telah banyak media yang tertarik untuk meliput salah satu bidang bisnis yang satu ini. Bagaimana tidak, bisnis atau usaha beternak ayam ini telah memiliki latar belakang yang baik dalam memnuhi kebutuhan pasar akan hasil ternak ayam itu sendiri. Sehingga, masyarakat pun merasakan hasilnya dengan lebih mudah dalam memenuhi gizi keluarga dari hasil ternak ayam yang yang tercukupi tersebut. Tidak hanya itu, usaha beternak ayam ini juga tentu memiliki manfaat bagi peternak ayam itu sendiri. Telah banyak orang yang memutuskan untuk terjun di dunia bisnis peternakan ayam ini dan mendapatkan hasilnya. Kita mungkin sudah sering melihat atau mendengan berita tentang seorang peternak ayam yang bisa untuk jutaan bahkan omsetnya mencapai milyaran.

Namun, dibalik kesuksesan yang dialami oleh para peternak tersebut tentu saja ada kerja keras, pengorbanan dan usaha lainnya yang tentunya harus diupayakan dengan penuh ketekunan. Hal ini tidak bisa dipungkiri mengingat tidak semua peternak ayam tersebut bisa sukses begitu saja. Ada beberapa peternak yang harus menelan kekecewaan karena usaha peternakan ayam yang digelutinya harus mengalami kerugian. Rugi dalam berbisnis memang sudah menjadi hal yang biasa, akan tetapi apabila kerugian tersebut dapat mengakibatkan bisnis ternak ayamnya gulung tikar, tentu akan kekecewaannya akan berlipat-lipat. Salah satu penyebab kegagalan dalam ternak ayam adalah penyakit ayam itu sendiri, sehingga penting bagi peternak untuk mengetahui seluk beluk kesehatand dan penyakit ayam yang mereka pelihara.

Nah, kali ini kita akan membahas mengenai salah satu penyakit ayam yang perlu diwaspadai dan dikenali oleh para peternak ayam. Penyakit tersebut bernama infeksi gongylonema. Penyakit ini merupakan salah satu penyakit yang berpotensi menyerang ayam yang diternakkan secara intensif sekalipun. Kita tahu bahwa ayam merupakan salah satu unggas yang rentan terhadap penyakit apalagi apabila ditempatkan di lokasi yang tidak kondusif. Seperti penyakit infeksi nongylonema ini misalnya, penyakit ini bisa menyerang ayam bukannya tanpa sebab, penyakit ini bisa menyerang ayam dikarenakan oleh perantara berupa hewan cacing. Menurut ahli, penyakit ini disebabkan oleh gongylonema ingluvicola.

Penyakit ini menyerang ayam yang diternakkan melalui perantara salah satunya adalah cacing. Selain itu, penyakit ini ternyata juga bisa menyerang beberapa jenis unggas lainnya seperti kalkun, sejenis ayam hutan, burung kuau dan burung puyuh. Adapun jenis cacing yang menularkan penyakit ini bisa ditemukan pada mukosa tembolok dan terkadang ditemukan pada esofagus proventrikulus. Masuknya cacing penyebab penyakit atau infeksi ini pun tidak terjadi begitu saja. Pada kasus yang biasa ditemui, penularan cacing tersebut terjadi melalui hospes perantara yaitu copris minutus (sejenis kumbang) dan kecoa. Kedua jenis perantara tersebut tentunya ditemukan di lingkungan peternakan apabila sanitasi atau desinfeksi yang dilakukan kurang maksimal.

Yang paling ditakuti dari penyakit ini adalah terjadinya kerusakan jaringan seperti lesi lokal pada mukosa tembolok. Kerusakan tersebut bukan lain adalah karena aktivitas gongylonema ingluvicola yang terus menggali mukosa. Namun, penyakit ini sebenarnya bisa dicegah dan bisa dihindari oleh peternak sejak dini. Dan cara pencegahan penyakit ini pun sebenarnya tidaklah rumit dan bisa dilakukan dengan optimal untuk mencegah terjadinya penyakit atau infeksi gongylonema pada ayam ini. Adapun langkah pencegahan yang bisa dilakukan adalah dengan membasmi hospes perantara penyakit melalui sanitasi dan desinfeksi yang optimal. Dengan begitu, maka lingkungan ayam akan aman dari penyakit ini. Nah, bagi anda yang mau order desinmaxx untuk langkah desinfeksi ini, anda bisa order dengan cara klik disini.

Membasmi Penyakit Toksoplasmosis Pada Peternakan Ayam

Ayambroiler.com – indonesia merupakan negara agraris dengan sumber daya alam yang kaya dan cukup banyak. Namun, perkembangan zaman telah membawa indonesia menjadi negara yang tidak hanya bisa menghasilkan hasil pertanian saja. Kini bidang peternakan sudah menjadi salah satu bidang yang banyak digeluti dan bahkan dijadikan mata pencaharian utama. Kita tahu bahwa hasil dari peternakan juga memiliki potensi yang besar untuk dipasarkan di indonesia. Tidak hanya itu, iklim di indonesia yang cocok untuk berbagai hewan ternak juga merupakan faktor pendukung bagaimana peternakan di indonesia memiliki peluang yang cukup besar. Ada banyak hewan yang bisa diternakkan di indonesia mulai dari kambing, sapi sampai berbagai jenis unggasi salah satu jenis unggas yang banyak diternakkan adalah unggas ayam. Saat ini sudah ada banyak peternak ayam yang menggeluti bidang ini dan juga mulai ada banyak pemula yang tertarik untuk menjadi suksesor.

Bagi seorang pemula, sudah tidak asing lagi kalau mereka tertarik untuk terjun di bidang usaha peternakan ayam ini. Pasalnya, sudah banyak para peternak pendahulu yang mengalami kesuksesan besar di masanya. Hal ini tentu menjadi inspirasi yang bisa mendorong generasi mudah untuk menggeluti bisnis ini. Namun, sebenarnya berbisnis peternakan ayam ini tidak semudah membalikkan telapak tangan. Meskipun banyak peternak yang sukses, namun kesuksesannya tidak didapatkannya dengan mudah, namun dengan berbagai usaha termasuk usaha untuk menjaga kesehatan ayam dari berbagai penyakit. Ayam yang diternakkan sangat rentan dengan penyakit apalagi ketika cuaca tidak bersahabat.

Penyakit pada ayam memang tidak bisa diremehkan begitu saja. Kali ini kita akan membahas mengenai salah satu jenis penyakit ayam yang bernama toksoplasmosis. Penyakit ini merupakan salah satu penyakit protozoa yang perlu diwaspadai. Pada dasarnya, penyakit ini menyerang bagian sistem saraf pusat. Namun, terkadang penyakit ini juga menyerang organ lain yaitu sistem reproduksi, muskuloskeletal dan organ viseral. Penyakit ini sebenarnya sudah tersebar di berbagai negara di dunia termasuk di indonesia. Selain terjadi pada ayam, penyakit ini juga berpotensi terjadi pada unggas lain seperti kalkun, itik dan burung liar lainnya. Pada ayam, penyakit ini bersifat sporadik.

Penyakit toksoplasmosis dapat terjadi pada ayam karena disebabkan oleh protozoa yang tergolong genus toxoplasma, famili eimeriidae. Berikut adalah gejala yang ditimbulkan oleh ayam yang terjangkiti penyakit ini.

  1. jengger ayam terlihat mengkerut dan pucat
  2. terjadi diare pada ayam
  3. feses ayam berwarna keutih-putihan
  4. ayam menjadi gemetar, ataksia dan inkoordinasi
  5. terjadi emasiasi dan anoreksia pada ayam
  6. berpotensi menyebabkan tortikolis dan kebutaan pada ayam
  7. pada letupan penyakit yang cepat, dapat mengakibatkan kematian hingga 50%

Ayam yang terjangkiti penyakit ini dikhawatirkan akan terjadi kematian yang tentunya tidak diharapkan oleh peternak. Namun, penyakit toksoplasmanosis pada ayam dan unggas pada umumnya penyakit ini belum pernah dilakukan. Oleh karena itu, penting bagi peternak untuk melakukan langkah pencegahan agar ayam terhindar dari penyakit ini. Untuk bisa mengendalikan penyakit toksoplasmosis ini, tindakan yang disarankan adalah dengan mengoptimalkan manajemen. Dengan mencegah masuknya toxoplasma sp. Ke dalam lingkungan kandang, maka penyakit toksoplasmosis akan terhidar dari ayam yang dipelihara. Upaya pencegahan masuknya hewan artroda pemakan feses juga diperlukan mengingat hewan tersebut juga bisa menularkan penyakit ini. Oleh karena itu, sanitasi dan desinfeksi perlu dilakukan oleh peternak agar kebersihan lingkungan kandang bisa terkendali dan penyakit tidak mudah menyerang. Upaya pemberian vitamin penambah kekebalan tubuh ayam bisa anda lakukan dengan memberi imunomax. Nah, bagi anda yang mau order imunomax, anda bisa order dengan cara klik disini.

Pengendalian Terhadap Penyakit Ayam Trikomoniasis

Ayambroiler.com – ayam merupakan salah satu unggas yang menurut habitat aslinya adalah unggas liar. Namun, saat ini ayam menjadi salah satu unggas yang bisa dipelihara di rumahan. Bahkan saat ini ayam telah menjadi salah satu unggas yang diternakkan dalam jumlah yang banyak. Hal ini tidak luput adalah karena hasil ternak ayam yang banyak di sukai masyarakat dan banyak dicari. Kita tahu bahwa hasil ternak ayam merupakan salah satu sumber protein hewani yang baik untuk dikonsumsi. Karena kesadaran masyarakat ini lah hasil ternak ayam mulai banyak dicari dan permintaannya banyak meningkat apalagi pada hari-hari tertentu. Hal ini lah yang juga menjadi salah satu faktor mengapa orang menyebutkan bahwa beternak ayam merupakan salah satu bisnis yang menjanjikan.

Selain karena permintaan pasar yang banyak, usaha beternak ayam dapat dikatakan sebagai bisnis yang menjanjikan tidak lepas karena ayam merupakan unggas yang cara hidupnya bisa dipelajari sehingga bisa dioptimalkan dengan cara pemeliharaan secara intensif. Saat ini studi tentang ayam dan unggas pada umumnya telah membuahkan hasil dengan banyaknya ilmu yang bisa diterapkan pada peternakan ayam ini. Kita tahu bahwa ayam juga merupakan makhluk hidup yang membutuhkan perlakuan khusus agar bisa tumbuh dengan optimal dan pada akhirnya bisa menghasilkan hasil ternak yang berkualitas dan mampu memenuhi permintaan pasar yang banyak tersebut.

Kesehatan ayam merupakan salah satu bahasan yang harus dipelajari agar peternak bisa menjaga kesehatan ayam yang diternakkan. Karena kita tahu bahwa tidak jarang usaha ternak ayam bisa berakhir dengan kerugian hanya dikarenakan oleh satu hal yang bernama penyakit ayam. Nah, kali ini kita akan membahas mengenai salah satu penyakit ayam yang bernama trikomoniasis. Penyakit trikomoniasis merupakan salah satu penyakit ayam yang disebabkan oleh protoa berflagela. Sebenarnya penyakit ini tidak hanya terjadi pada ayam saja, tetapi juga bisa terjadi ada unggas lain seperti kalkun dan burung dara. Penyakit ini sudah tersebar di berbagai dunia termasuk di indonesia yang meskipun dikhawatirkan terjadi pada ayam, justru kebanyakan terjadi pada burung dara. Penyakit ini harus segera ditindak lanjuti apabila telah menerang karena dikhawatirkan akan menular ke unggas lain jika dibiarkan.

Untuk mengetahui cara penangannan terhadap penyakit trikomoniasis ini, sebaiknya peternak juga tahu apa saja gejala yang ditimbulkan oleh penyakit tersebut. Berikut adalah gejala dari penyakit trikomoniasis tersebut.

  1. terdapat cairan mukoid dari mulut ayam
  2. leher ayam terlihat dijulurkan
  3. pernapasan melalui mulut dengan bau busuk keluar dari napas tersebut
  4. ayam menjadi terlihat depresi
  5. terjadi kelembahan umum pada ayam
  6. ayam mengalami diare encer yang berwarna kuning
  7. terjadi penurunan berat badan
  8. berpotensi kematian dalam waktu 2-3 hari

Potensi kematian pada ayam yang terkena penyakit ini memang berlangsung cukup cepat. Oleh karena itu, pengobatan harus segera dilakukan pada ayam yang terjangkiti. Salah satu obat yang dianjurkan untuk mengobati penyakit ini adalah dimetridazol dan nitrofuran. Sedangkan langkah pencegahan yang dapat dilakukan adalah dengan menghidari terjadinya penularan penyakit ini baik secara langsung melalui unggas yang sudah terinfeksi maupun secara tidak langsung melalui pencemaran lingkungan sekitar. Langkah pencegahan tersebut dapat dilakukan dengan manajemen dan pengamanan biologis yang ketat, khususnya pada langkah sanitasi maupun desinfeksi yang optimal pada lingkungan kandang. Nah, bagi anda yang mau order desinmaxx untuk langkah desinfeksi tersebut, anda bisa order dengan cara klik disini.

Bahaya Penyakit Leukositozoonosis Pada Ayam Yang Diternakkan

Ayambroiler.com – beternak ayam merupakan salah satu pilihan usaha yang menjanjikan. Usaha ini sudah sejak lama dilakukan di indonesia dan saat ini telah tersebar hampir di seluruh indonesia. Memang selain beternak kambing dan sapi, beternak ayam juga memiliki potensi yang besar di indonesia. Kita tahu bahwa kebutuhan hasil ternak ayam bisa dikatakan terjadi setiap hari dan akan tetap dibutuhkan di masa mendatang. Hal ini lah yang membuat peternakan ayam digadang-gadang sebagai bisnis yang menjanjikan. Apalagi kalau bicara mengenai hasil ternak ayam ini, pada periode tertentu bisa berpotensi terjadi kenaikan permintaan pasar di hari-hari tertentu.

Kenaikan permintaan pasar bisa menyebabkan peternak kualahan untuk memasok hasil ternak ke pasaran. Hal kecil ini menjadi salash satu peluang yang dimanfaatkan oleh peternak pemula yang ingin terjun di dunia peternakan ayam dengan harapan bisa menyusul kesuksesan para pendahulunya. Banyaknya peternak pemula tentu akan berdampak baik pada kemajuan ekonomi, namun usaha beternak ayam rupanya tidak semudah yang dibayangkan. Ada banyak rintangan yang harus dihadapi oleh seorang peternak apabila ia ingin memetik kesuksesan di masa datang. Besarnya rintangan yang berhasil dihadapi tentu saja sebanding dengan kauntungan yang akan didapat di akhir. Sehingga, kesuksesan tersebut akan sangat mungkin didapatkan asalkan peternak bisa menghadapi rintangan yang menghalangi dengan mulus. Nah, salah satu bentuk rintangan yang harus dihadapi seorang peternak ayam adalah penyakit ayam itu sendiri.

Ayam yang diternakkan memang menjadi rawan penyakit apabila perawatan yang dilakukan tidak sesuai dengan standard yang telah diterntukan. Dan penyakit yang menjangkiti ayam tersebut tidak jarang akan menimbulkan kerugian peternak di akhir masa peternakan. Oleh karena itu, penyakit ayam harusnya diwaspadai dengan baik dan dilakukan langkah pencegahan tentu lebih baik. Salah satu penyakit yang bisa menyerang ayam adalah leukositozoonosis. Penyakit ini berpotensi menyebabkan kematian pada ayam, sehingga disarankan agar peternak mengetahui lebih tentang penyakit leukositozoonosis ini. Nah, penyakit ini bisa diketahui melalui beberapa gejala berikut ini.

  1. pada kasus akut, penyakit berlangsung cepat dan mendadak
  2. ayam menjadi anemia dan menjadi lemah secara umum
  3. terjadi demam pada ayam serta ayam menjadi tidak aktif bahkan sampai lumpuh
  4. ayam menjadi kehilangan nafsu makan
  5. berpotensi ayam akan muntah dan terjadi pendarahan
  6. feses ayam yang keluar berwarna hijau
  7. akibat pendarahan, ayam berpotensi akan mati
  8. tingkat mortalitas ayam yang diternakkan bisa mencapai 80%
  9. bagi ayam yang dapat bertahan dan tidak mati, berpotensi mengalami gangguan pertumbuhan dan produksi

Penyakit leukositozonosisi ini menjadi salah satu penyakit yang harus diwaspadai karena bisa menyebabakan mortalitas yang cukup tinggi pada ayam. Penyakit ini menyerang ginjal dan bisa menyebabkan pendarahan sehingga ayam akan lama-lama akan mati kalau tidak bisa bertahan. Sayangnya, pengobatan untuk penyakit ini masih belum bisa dilakukan secara efektif seperti pada penyakit ringan lainnya pada ayam. Dengan kata lain, percobaan pengobatan yang pernah dilakukan tidak menunjukkan hasil yang memuaskan. Beberapa obat yang pernah dicoba adalah sulfadimetoksin, sulfakuinoksalin, pirimetamin dan klopidol. Padahal kalau tidak segera diobati, penyakit ini berpotensi menular ke ayam atau unggas lain melalui lalat hitam atau simulium sp dan juga serangga penggigit bersayap dua atau sulicoides sp. Oleh karena itu, perlu dilakukan langkah pencegahan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Adapun cara pencegahan dapat dilakukan dengan mengendalikan lalat hitam atau hewan lain penyebab terjadinya penyakit agar tidak mendekati kandang. Nah, proses sanitasi dan desinfeksi yang baik tentu akan mendukung upaya pencegahan tersebut. Nah, bagi anda yang mau order desinmaxx, anda bisa order dengan cara klik disini.

Mengenal Penyakit Ayam Histomoniasis Dan Cara Pencegahannya

Ayambroiler.com – beternak ayam merupakan salah satu jalan yang bisa diambil untuk memulai langkah bisnis sendiri. Kita tahu bahwa saat ini telah banyak orang yang tertarik untuk terjun di dunia bisnis dengan bidang bisnis apapun asalkan bisa memulai belajar bisnis dan meraih sukses dari bisnis yang dijalankannya. Memang ada banyak pilihan dalam dunia bisnis dan memilih usaha atau bisnis peternakan ayam bisa dikatakan sebagai pilihan yang cerdas dengan terbukanya pasar peternakan ayam ini. Dan satu hal yang penting adalah motivasi untuk memulai bisnis peternakan ayam tersebut. Salah satu motivasi yang membuat orang berpikir untuk memulai bisnis peternakan ayam ini adalah kesadaran untuk bekerja yang bisa menghasilkan di negeri sendiri, tanpa harus bekerja di negeri orang lain.

Bekerja di negeri orang mungkin memang menghasilkan uang yang banyak. Akan tetapi, selalu bergantung pada negeri orang mendorong orang untuk berpikir lagi dan memulai bisnis peternakan ayam. Peluang yang ditawarkan oleh bisnis atau usaha ternak ayam ini memang sudah terbuka lebar. Akan tetapi, tantangan yang dihadapi para peternak pun tidak bisa diremehkan begitu saja. Salah satu mengapa orang gagal berbisnis ayam adalah karena tidak bisa melewati tantangan pada bisnis tersebut. Nah, salah satu tantangan yang perlu dihadapi oleh para peternak adalah bebagai jenis penyakit ayam yang tidak jarang membuat ayam kurang produktif sehingga bisnis menjadi agak sendat.

Ada banyak jenis penyakit ayam, kali ini kita akan membahas salah satu penyakit ayam yang bernama histomoniasis. Penyakit ini termasuk dalam kelompok penyakit asal protozoa yang tidak hanya bisa menyerang ayam tetapi unggas lain seperti kalkun pun juga bisa terserang. Organ pada ayam yang terserang penyakit ini adalah beberapa organ seperti adanya foki nekrotik pada hati dan ulserasi pada sekum. Penyakit ini sudah tersebar di USA, sedangkan di indonesia sendiri penyakit ini bisa menyerang baik itu ayam ras maupun ayam bukan ras. Penyakit ini datang dari serangan protozoa histomonas meleagridis, yang bisa sampai ke ayam yang diternakkan melalui perantara cacing sekum heterakis gallinarum serta jenis cacing lainnya yang ada di lingkungan peternakan. Ada beberapa gejala yang ditimbulkan penyakit hidtomoniasis sebagi berikut.

  1. warna feses yang kekuning-kuningan tampak seperti belerang
  2. nafsu minum meningkat
  3. mata tertutup, mangantuk, kepala digantung mendekati badan
  4. pada kasus tertentu, bulu terlihat kusam
  5. bejalan dengan langkah yang kaku
  6. pada beberapa kasus, kulit di daerah kepala menjadi berwarna kebiru-biruan
  7. mortalitas biasanya rendah, tetapi pada beberapa kasus bisa mencapai 30%

Bila ayam yang diternakkan telah terjangkiti penyakit histomoniasis, maka langkah pengobatan harus segera dilakukan. Mengingat penyakit ini termasuk penyakit yang bisa menyebabkan mortalitas pada ayam. Untuk upaya pengobatan, penyakit ini bisa diobati dengan beberapa obat seperti nitrofuran dan nitromidazol. Pengobatan tersebut dilakukan dengan dosis yang rendah melalui pakan dalam waktu yang cukup panjang. Penting untuk mengobati, akan tetapi langkah pencegahan tentu tidak boleh dilupakan. Langkah pencegahan sangat dibutuhkan agar ayam yang diternakkan bisa terjaga dari penyakit ini dan dapat tumbuh dengan normal. Adapun langkah pencegahannya pun sebenarnya tidak begitu sulit. Yang utama adalah untuk menjaga ayam dari kontak langsung dengan cacing sekum dan cacing tanah pembawa penyakit ini. Langkah yang bisa dilakukan adalah dengan menmaksimalkan lagi sanitasi dan desinfeksi kandang dan lingkungan sekitar ayam sehingga ayam terbebas dari penyebab penyakit. Nah, bagi anda yang mau order desinmaxx, anda bisa order dengan cara klik disini.

Penyakit Aspergilosis Pada Ayam Yang Harus Dicegah

Ayambroiler.com – masa memulai bisnis adalah masa dimana kita akan mencari-cari jenis bisnis yang cocok untuk kita. Memilih bisnis peternakan ayam tentu bisa menjadi pilihan yang mudah ketika kita tahu ada prospek yang bagus untuk bidang bisnis peternakan ayam ini. Sebelum memulai bisnis, ada banyak hal yang perlu disiapkan. Mulai dari mencari pasar yang akan kita pasok, memikirkan pemodalan hingga cara untuk mendapatkan keuntungan yang lebih dari bisnis yang kita jalankan.hal tersebut wajar karena setiap pebisnis kebanyakan ingin mendapatkan keuntungan dari apa yang diusahakannya tersebut. Akan tetapi, disamping memikirkan keuntungan yang akan didapatkan, ada hal lain yang perlu diperhatikan yaitu tentang cara perawatan ayam termasuk cara untuk menghindarkan ayam dari berbagai penyakit. Ada banyak hal yang perlu dipersiapkan oleh peternak agar nantinya usaha peternakan ayam yang diusahakannya bisa sukses seperti para peternak pendahulu.

Memang sudah banyak peternak ayam yang telah mengalami keberhasilan beternak ayam di masa lalu. Karena, usaha peternakan ayam ini memang memiliki prospek yang bagus bahkan di masa lalu sekalipun. Tidak heran kalau saat ini ada berbagai jenis pelatihan atau seminar mengenai tips sukses beternak ayam ini. Karena sudah sejak dahulu ada banyak peternak yang sukses dan mungkin mau berbagi rahasia kesuksesan melalui berbagai pelatihan dan seminar tersebut. Dan salah satu cara untuk sukses beternak ayam tentunya adalah terkait bagaimana caranya untuk mengatasi berbagai penyakit yang mungkin menjangkiti ayam yang diternakkan.

Kali ini kita akan membahas salah satu penyakit ayam yang bernama aspergilosis. Penyakit ayam yang satu ini merupakan salah satu penyakit yang harus diwaspadai karena termasuk salah satu jenis penyakit yang belum ada obatnya. Ada banyak penyebab penyakit ayam, dan penyakit aspergilosis merupakan satu diantara penyakit yang disebabkan oleh jamur. Jenis jamur yang menjadi penyebab adalah aspergilus fumigatus dan aspergilus flavus. Ayam yang mengalami penyakit ini tidak lain adalah karena lingkungan yang sudah tercemar kedua jamur tersebut kemudian terhirup oleh ayam. Sebenarnya ayam memiliki kekebalan tubuh yang cukup terhadap beberapa jenis jamur, akan tetapi kalau ayam dalam kondisi stress maka akan mudah terserang oleh kedua jenis jamur tersebut sehingga terjadi penyakit aspergulosis. Untuk mengetahui ayam yang mengalami penyakit ini, dapat dilihat dari beberapa gejala yang ditunjukan dibawah ini.

  1. ayam mengalami gasping, atau dengan kata lain ayam terlihat megap-megap atau sulit bernapas
  2. ayam akan terlihat kurus
  3. disertai ayam kehausan dan menjadi dehidrasi
  4. jika infeksi sudah terjadi pada otak, berpotensi terjadi gangguan keseimbangan
  5. tingakat mortalitas bisa mencapai 40%
  6. kalau masih kronis, mortalitas bisa lebih rendah
  7. dan juga bisa terjadi infeksi dan terjadi keradangan pada mata ayam

Kalau ayam yang diternakan sudah mengalami beberapa gejala di atas, maka sebaiknya ayam tersebut dengan segera dipisahkan dari kelompok ayam yang sehat. Karena seperti yang kita ketahui penyakit ini belum ada obatnya, jadi penting untuk mencegah terjadinya penularan penyakit ke ayam lain yang masih sehat. Usaha terbaik yang bisa dilakukan oleh peternak adalah dengan malakukan langkah pencegahan terhadap penyakit aspergilosis ini. Untuk mencegah terjadinya penyakit ini tidak lain adalah dengan memperketat manajemen. Hal-hal sepele seperti penyimpanan pakan yang aman dari tumbuhnya spora adalah salah satunya. Tidak lupa kebersihan kandang juga perlu dijaga. Oleh karena itu sanitasi atau desinfeksi perlu dioptimalkan untuk mencegah ayam dari penyakit ini. Nah, bagi anda yang mau order desinmaxx, anda bisa order dengan cara klik disini.

Mencegah Infeksi Mycoplasma Gallisepticum Pada Ayam Yang Diternakan

Ayambroiler.com – beternak ayam merupakan salah satu peluang usaha yang sangat terbuka bagi siapapun yang mau mengerjakannya. Asalkan ada niat dan kemauan yang baik, maka siapapun bisa sukses di bidang peternakan ayam ini. Apalagi, saat ini kesadaran masyarakan akan gizi yang baik sudah maju sehingga banyak yang mencari hasil peternakan ayam ini. Dengan kata lain, pasar peternakan ayam ini sudah ada, tinggal bagaimana sikap peternak itu sendiri. Melakukan usaha ternak ayam ini rupanya tidak hanya bermanfaat untuk menghasilkan pendapatan keluarga saja, akan tetapi juga bisa menjadi ajang mengisi waktu purna pensiun, untuk mengajarkan jiwa usaha pada anak muda dan bisa juga untuk berbagi ilmu terhadap sesama peternak ayam.

Para peternak yang sudah berpengalaman tentu sudah tidak asing lagi dengan satu hal yang sering dihadapi di peternakan yang bernama penyakit ayam. Karena kalau ditelusuri, akan ada banyak sekali jenis penyakit ayam yang bisa menyerang ayam yang mereka pelihara. Mulai dari penyakit ringan hingga penyakit berat yang bisa mengakibatkan kematian pada unggas. Namun, hanya peternak yang mampu mengatasi berbagai penyakit tersebut lah yang bisa sukses pada akhirnya. Hal ini lah yang perlu diketahui oleh para peternak pemula yang baru pertama kali terjun di dunia peternakan. Bahwa, harus ada tindakan yang tepat dalam memelihara ayam dan mencegah ayam dari berbagai penyakit yang mungkin menyerang.

Pada pembahasan kali ini, kita akan membahas mengenai salah satu penyakit ayam yang bernama infeksi mycroplasma gallisepticum. Nama-nama penyakit ayam kebanyakan diberikan berdasarkan nama bakteri atau virus yang menyebabkan penyakit tersebut, sehingga terkadang terdengar asing di telinga kita. Infeksi mycroplasma gallisepticum ini juga biasa disebut dengan nama penyakit chronic respiratory disease yang kemudian disingkat menjadi penyakit CRD. Peyakit CRD merupakan salah satu penyakit yang perlu diwaspadai agar tidak terjadi pada peternakan ayam. Karena penyakit ini termasuk penyakit yang berbahaya karena bisa menyerang ayam di semua umur. Ada beberapa gejala yang ditumbulkan pada ayam yang mengalami penyakit CRD ini. Berikut gejala yang bisa muncul pada ayam yang menderita penyakit CRD.

  1. muncul suara ngorok pada ayam
  2. ayam juga terkadang terlihat batuk
  3. terdapat eksudat serus yang lengket pada hidung ayam
  4. terkadang bulu dan sayap ayam juga terdapat eksudat sehingga menjadi kotor
  5. terjadi penurunan nafsu makan pada ayam
  6. berpotensi terjadi penurunan berat badan pada ayam

Penyakit ini sangat diwaspadai karena akan berpengaruh pada keuntungan finansial kalau dibiarkan begitu saja. Sehingga, peternak diharapkan untuk melakukan tindakan pencegahan agar ayam yang dipelihara bisa terbebas dari penyakit ini. Adapun untuk langkah pencegahan dapat dilakukan salah satunya dengan memperketat keamanan biologis. Penanganan ini dilakukan bukan lain adalah agar ayam bisa terbebas dari sumber penyakit CRD ini dan pada akhirnya ayam pun juga bisa terbebas dari penyakit ini. Yang perlu diperhatikan juga adalah dengan memisahkan umur ayan yang berbeda dari yang dewasa maupun yang masih grower. Hal ini dilakukan agar tidak terjadi penularan dari ayam yang dewasa ke ayam yang lebih muda.

Selain melakukan langkah pencegahan, peternak juga harus melakukan langkah pengobatan yang diperlukan apabila terjadi kelalaian sehingga ayam bisa terjangkiti penyakit CRD ini. Adapun ayam yang terjangkiti penyakit ini sebaiknya segera diobati agar tidak semakin parah. Penyakit micoplasma gallisepticum ini bisa diobati karena merupakan salah satu infeksi yang sensitif terhadap antibiotik. Nah, bagi anda yang mau order max-x untuk mengobati CRD, anda bisa order dengan cara klik disini.

Mengenal Penyakit Ayam Tuberkulosis Avian

Ayambroiler.com – di Indonesia beternak ayam menjadi salah satu usaha perorangan yang menjanjikan. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya keuntungan yang bisa didapatkan oleh mereka yang sudah sukses di bidang peternakan ayam ini. Kalau kita melihat surat kabar, kadang kita jumpai kabar mengenai kesuksesan seorang peternak ayam yang tidak hanya mencapai jutaan, tetapi bahkan beromset sampai milyaran. Hal ini memperkuat opini bahwa kalau ditekuni dengan baik, maka pendapatan seorang peternak ayam tidak bisa diremehkan begiitu saja. Sehingga tidak kaget kalau baru-baru ini ada banyak pemula yang mau terjun di dunia peternakan ini.

Satu hal yang perlu diketahui bagi mereka yang mau memulai peternakan ayam ini adalah bahwa dalam usaha menjalankan peternakan unggas ini tentu tidak hanya berjalan mulus begitu saja. Akan tetapi, ada juga rintangan yang harus dihadapi dan harus diambil tindakan, salah satunya adalah tentang penyakit ayam. Seorang peternak ayam tidak bisa terlepas begitu saja dari penyakit ayam ini. Karena, apabila peternak lengah dan membiarkan penyakit ayam menyerang ayam yang mereka pelihara, maka bukan tidak mungkin mereka akan mengalami kerugian yang disesali. Oleh karena itu, para peternak mudah disarankan untuk bisa lebih waspada terhadap penyakit ayam ini sehingga bisa menjalankan bisnis peternakan dengan sukses.

Kali ini, kita akan mengenal salah satu penyakit ayam yang bernama tuberkulosis avian. Mungkin para peternak pendahulu sudah tidak asing lagi dengan penyakit yang satu ini, tetapi bagi anda yang masih pemula mungkin masih bertanya-tanya tentang penyakit ini. Penyakit tuberkulosis avian tergolong dalam jenis penyakit bakterial. Penyakit ini harus diwapadai karena bisa mengakibatkan infeksi granulomatus baik pada unggas mudah maupun unggas dewasa. Untuk diketahui juga, sebenarnya penyakit ini termasuk penyakit yang tidak banyak ditemui di peternakan komersial, akan tetapi bukan berarti penyakit ini bisa diremehan begitu saja.

Adapun penyakit ini memiliki sifat tertentu dibawah ini.

  • proses penyakit yang berlangsung kronis
  • memiliki kecenderungan menimbulkan penururan berat badan
  • berpotensi mengakibatkan emasiasi
  • terjadi penurunan produksi telur
  • berpotensi berakhir dengan kematian

Nah, untuk mengetahui seperti apa ayam yang sudah terkena penyakit ini, berikut adalah gejala yang dialami ayam yang terkena penyakit ini.

  1. ayam terlihat depersi atau lemah
  2. ayam mengalami penuruan berat badan yang progresif
  3. daerah fasial akan terlihat lebih kecil daripada ayam normal
  4. bulu ayam akan terlihat berdiri dan kusam
  5. pada kulit yang tidak tertutup bulu, akan terlihat kering
  6. pada kasus tertentu, bisa terjadi kelumpuhan
  7. ayam mengalami diare, sehingga menjadi lemah
  8. pada kasus tertentu ayam bisa mati mendadak tergantung tingkat keparahan penyakit

Pengobatan perlu dilakukan untuk ayam yang sudah terkena penyakit tuberkulosis avian ini. Karena apabila tidak segera ditindak dengan benar, maka dikhawatirkan akan menyebabkan penyakit menjadi semakin parah dan tentu hal ini tidak diinginkan. Nah, karena penyakit ini bersifat zoonosis, maka biasanya penyakit ini tidak diobati. Meskipun begitu, tetap ada beberapa anti tuberkulosis yang bisa digunakan untuk mengobati penyakit ini. Nah, mencegah penyakit ini menjadi penting untuk dilakukan karena langkah pengobatan yang jarang dilakukan pada beberapa kasus. Untuk langkah pencegahan penyakit ini diutamakan ditujukan pada pengamanan biologis yang ketat. Hal ini tentu harus dilakukan oleh peternak itu sendiri, dengan langkah-langkah seperti pemberian pakan dan minum yang optimal, pemeriksaan kelompok ayam yang terinfeksi penyakit melalui ujicoba tuberkulin, penyediaan litter yang memadai, dan tentu saja adalah langkah sanitaasi/desinfeksi yang optimal. Nah, bagi anda yang mau order desinmax, anda bisa order dengan cara klik disini.

Mewaspadai Penyakit Botulisme Pada Ayam Yang Diternakan

Ayambroiler.com – saat ini, beternak ayam telah berkembang pesat dibandingkan dengan apa yang terjadi di masa lalu. Perkembangan peternakan ayam ini selain memberikan kemudahan bagi konsumen untuk mendapatkan hasil ternak ayam tetapi juga memudahkan bagi para peternak baru yang mau terjun di dunia peternakan. Perkembangan ini juga ditandai dengan adanya banyak peternakan yang dilakukan di desa-desa sehingga bisa meningkatkan pendapatan pekerja di desa. Bahkan bagi peternak baru yang mau mencoba bisnis ini pun sangat mudah mendapatkan informasi seputar peternakan mulai dari langkah awal beternak, cara pemeliharaan hingga penyakit ayam yang perlu diwaspadai, baik itu dari media sosial, media cetak maupun melalui pelatihan-pelatihan.

Karena kemajuan yang sudah pesat ini, bukan tidak mungkin di masa mendatang komoditas peternakan ayam bisa menjadi lahan baru bagi para pengusaha muda. Seperti yang disebutkan diatas bahwa ada banyak hal baru yang bisa didapatkan oleh pemula dengan semakin mudah. Salah satu informasi yang tidak boleh dilewatkan oleh mereka adalah info mengenai penyakit ayam yang berpotensi menjangkiti ayam yang diternakan. Karen menurut pengalaman peternak yang sudah berpengalaman, penyakit yang tidak diatasi dengan benar akan mengakibatkan kerugian usaha peternakan yang cukup besar. Nah, kali ini kita akan membahas mengenai salah satu penyakit ayam yang berpotensi menyerang ayam yang diternakan. Penyakit tersebut bernama botulisme.

Botulisme adalah salah satu penyakit ayam yang mudah ditandai. Penyakit ini adalah penyakit dimana ayam mengalami keracunan akut yang dikarenakan mengkonsumsi pakan atau benda lain yang mengandung eksotoksin/neurotoksin. Zat beracun tersebut bisa meracuni ayam karen berasal dari bakteri clostridium botulinum. Penyakit botulisme memiliki nama lain seperti limberneck, bulbar paralysis, dan western duck sickness. Ayam yang mengalami penyakit botulisme atau keracunan akut ini kebanyakan ditemui pada ayam liar yang hidup di alam bebas. Namun, bukan tidak mungkin ayam yang dipelihara secara intensif dengan cara diternakkan pun bisa saja terkena penyakit ini.

Gejala yang disebabkan oleh penyakit ini bisa menjadi tanda agar peternak harus waspada terhadap penyakit ini. Adapun gejala yang diakibatkan penyakit botulisme diantaranya adalah.

  1. secara umum, ayam akan terlihat lemah
  2. ayam terbaring lemas di litter
  3. paralilsis yang bersifat lentur pada leher
  4. paralisis yang bersifat lentur juga bisa terjadi di daerah lain seperti pada kaki, sayap, dan kelopak mata
  5. ayam menjadi malas bergerak dan terlihat lumpuh saat dipaksa bergerak
  6. bulu ayam berdiri dan mudah rontok bila dipegang
  7. berpotensi mengalami diare
  8. bila telah akut, ayam akan gagal jantung dan sistem pernapasan sehingga mengakibatkan kematian
  9. pada kasus yang berat, mortalitas bisa mencapai 40% pada ayam broiler

Upaya pengobatan harus segera dilakukan terhadap ayam yang mengalami penyakit botulisme ini. Karena, apabila tidak segera diobati maka dikhawatirkan akan menyebabkan mortalitas yang tinggi. Salah satu cara untuk mengobati penyakit ini adalah dengan antitoksin botulisme. Akan tetapi, pemberian massal antitoksin tersebut dikatakan memakan biaya yang cukup mahal. Oleh karena itu, lebih baik mencegah dari pada mengobati penyakit ini. Adapun cara pencegahan dapat dilakukan dengan mudah yaitu dengan mencegah adanya sumber bakteri beracun yang bernama clostridium botulinum ini. Ada beberapa cara seperti dengan memaksimalkan manajemen kandang seperti memperketat sanitasi/disinfeksi kandang dan lingkungan sekitarnya. Dengan begitu, bakteri tidak muncul dari sekitar kandang dan ayam aman dari bakteri tersebut. Kita tahu pentingnya sanitasi/desinfeksi yang ketat pada kandang dan lingkungan. Nah, bagi anda yang mau order desinmax, anda bisa order sekarang dengan cara klik disini.

Cara Mengenali Penyakit Ayam Enteritis Nekrotikan

Ayambroiler.com – ada banyak cara untuk meraih sukses, salah satunya adalah dengan beternak ayam broiler. Kita tahu bahwa komoditas peternak ayam broiler di indonesia telah tersebar luas dan banyak yang sudah sukses. Ada yang memulai dengan menumpang belajar dari orang lain dengan menjadi pekerja terlebih dahulu, ada juga yang berniat dari awal untuk memulai dari diri sendiri dengan segala resiko. Memang benar ada banyak cara untuk meraih kesuksesan di bidang peternakan ayam ini. Siapa yang berjuang dengan sungguh-sungguh pasti akan mendapatkan apa yang telah mereka perjuangkan. Dalam dunia peternakan, berjuang tidak hanya dalam hal menggemukkan ayam saja, akan tetapi berjuang untuk menghindari penyakit ayam.

Ada banyak penyakit ayam yang sudah dikenal dan mungkin telah dipelajari oleh para peternak pemula. Mulai dari penyakit cekrek, gumboro, ND dan lain-lain. Meskipun kebanyakan penykit telah diperkenalkan sebelumnya, namun bukan berarti para peternak bisa bersantai karena bukan tidak mungkin penyakit baru bisa saja masuk ke kandang ayam mereka. Karena kebanyakan penyakit ayam tersebar melalui bakteri yang ukurannya sangat kecil, jadi sulit untuk diprediksi kapan dan dalam kondisi apa bakteri tersebut bisa mendatangi ayam yang kita pelihara. Oleh karena itu, sebagai peternak kita hendaknya harus segera waspada dan bersungguh-sungguh menjaga ayam dari berbagai penyakit yang mungkin menyerang. Salah satu penyakit yang mungkin menyerang adalah penyakit enteritis nekrotikan. Seperti apa penyakit ini? Simak ulasannya berikut ini.

Penyakit enteritis nekrotikan merupakan salah satu penyakit yang termasuk dalam penyakit bakterial. Penykit ini bisa terjadi karena melalui karena adanya proses nekrosis dan proses yang berlangsung cepat pada mukosa usus halus terutama jejunum dan ileum. Dilihat dari kasus-kasus sebelumnya, penyakit ini kebanyakan terjadi pada ayam yang beusia lebih dari 4 pekan. Sehingga, bagi peternak yang memiliki ayam di usia tersebut diharapkan untuk tetap waspada agar ayam yang dipeliharanya bisa terjaga dari penyakit ini.

Penyakit ini juga sudah banyak dilaporkan dari berbagai negara penghasil unggas. Khusus di indonesia, penyakit ini hanya terjadi pada beberapa daerah tertentu saja. Hal ini dikarenakan penyakit ini hanya terjadi oleh beberapa sebab saja. Adapun penyebab terjadinya penyakit ini diantaranya adalah lingkungan yang tidak higienis, sanitasi yang kurang maksimal, serta akibat perubahan komposisi pemberian pakan yang mempengaruhi viskositas isi usus. Rupanya lingkungan kandang menjadi faktor yang mempengaruhi datangnya penyakit enteritis nekrotikan ini. Adapun penyebab lain penyakit ini bisa dari akibat terserang koksidiosis dan gumboro. Sehingga penting juga bagi ayam yang sudah mengidap dua penyakit tersebut untuk segera dirawat agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti penyakit enteritis nekrotikan ini.

Untungnya, penyakit ini tidak menular langsung dari ayam ke ayam. Namun, penyakit ini bisa menular secara tidak langsung melalui beberapa peralatan kandang termasuk pakan yang telah terinfeksi bakteri penyebab penyakit ini. Oleh karen itu, penting bagi peternak untuk mencegah terjadinya penyakit ini pada ayam. Salah satu cara atau upaya yang bisa dilakukan adalah dengan memperbaiki manajemen agar bisa optimal, pemberian sanitasi atau desinfeksi yang cukup, serta mengatur kembali kepadatan ayam agar ideal. Kita tahu bahwa kondisi perawatan kandang sangat berpengaruh pada kebersihan lingkungan, dan kebersihan lingkungan akan berpengaruh pada kesehatan ayam. Ketahanan tubuh ayam pada penyakit juga bisa menjadi faktor agar ayam tidak terserang penyakit enteritis nekrotikan ini. Nah, bagi anda yang mau order imunomax, anda bisa order sekarang dengan cara klik disini.