Category Archives: penyakit ayam broiler

Informasi harga ayam broiler 22 september 2013

INFO HARGA POSKO JABODETABEK
Minggu 22 Sept 2013 :
08~10= 22.000
10~12= 21.500
12~14= 21.000
14~16= 20.000
16~18= 19.500
18up. = 18.500

INFO BROILER BANDUNG
Minggu 22/09/13:
08~10= 20.000
10~12= 19.500
12~14= 19.200
14~16= 18.700
16~up= 18.500 NETT!!! , mantabkan harga. semangat!!!

INBRO JATENG Minggu 22Sept
AN / AB 20.500.
Stok msh sngt aman, menjelang weekend NAIKKAN hrg realisasi 500, tks.
(Ttd Posko Inbro Jateng)

INBRO JATIM Minggu 22 Sept
Harga Netto 200
Stok terbatas & permintaan msh ckp tinggi, tks

JIKA BERMANFAAT SILAHKAN LIKE + SHARE / BAGIKAN..

butuh pemacu pertumbuhan VITAMAX?
info 085743647769

Kebutuhan pakan ayam broiler per 1000 ekor

Pakan adalah kebutuhan pokok dan juga pengeluaran terbesar dalam budidaya ayam broiler, pakan memiliki andil biaya operasional sebesar 70%. Makanya keuntungan ternak ayam broiler sangat ditentukan oleh kualitas pakan dan konversi pakan ke daging. Semakin tinggi konversi pakan maka semakin baik, artinya pakan irit namun bobot tetap masuk. Ketika konversi pakan yang tinggi dan dibarengi dengan harga jual yang tinggi pula, sudah bisa dipastikan peternak untung.

Ada cukup banyak produsen pakan yang memproduksi pakan ternak ayam broiler mulai dari skala industri rumah tangga sampai skala pabrikan. Pilihlah pakan yang sudah terbukti dilapangan yang memiliki sumber kebutuhan nutrisi yang lengkap untuk memenuhi kebutuhan nutrisi ayam pada tahap starter maupun finisher lasix pills 100 mg.

Tulisan ini kami tulis untuk menjawab beberapa request keywords yang masuk ke data kami, ada beberapa pengunjung web ayambroiler.com ini dengan kata kunci “kebutuhan pakan ayam broiler:. Untuk kebutuhan pakan ayam broiler tentu tergantung jumlah populasi ayam dan juga umur panen. Untuk kebutuhan pakan ayam broiler per 1rb ekor jika dipanen pada bobot 2 kgan biasa menghabiskan pakan berkisar 3,2 kg.Ini jika diasumsikan FCR yang didapat adalah 1,6. kalo dari ilustrasi ini maka per 1rb ayam akan menghabiskan pakan 3,2 kg x 1000 ekor = 3200 kg kalo dibagi 50 kg /sak maka butuh 64 sak pakan.

Perhitungan diatas hanya ilustrasi saja jika ayam dipanen pada bobot 2 kg, untuk bobot diatas dan dibawah 2 kg tentu pakan yang dihabiskan akan berbeda lagi. KOnsumsi pakan juga dipengaruhi oleh kondisi kesehatan ayam, jika ayam terserang penyakit seperti ngorok / cekrek yang akibat CRD dan belanjut ke CRD kompleks biasanya nafsu makan ayam akan turun drastis dan pertambahan bobot tidak maksimal. Untuk performa terbaik, sebaiknya selalu tingkatkan manajemen pemeliharaan dan tingkatkan mutu kualitas pakan dengan menambahkan suplemen VITAMAX dan imunomax pada setiap periode ternak ayam broiler anda.

VITAMAX memiliki fungsi salah satunya adalah meningkatkan konversi pakan menjadi daging, FCR turun / bobot naik. VITAMAX memastikan sistem pencernaan bekerja optimal, penyerapan dan penghantaran nutrisi yang dibutuhkan ayam dapat dijalankan secara optimal. Ayam akan lebih sehat tahan terhadap serangan penyakit nafsu makan bertambah dan konversi pakan tinggi.

untuk info pemesanan VITAMAX silahkan call 085743647769

Koli langganan datang di farm anda??

Sering kali banyak peternak ayam broiler yang mengeluhkan penyakit kolibasilosis yang selalu datang di peternakan ayam broiler mereka. memang kolibasilosis merupakan penyakit yang biasa menjadi langganan di setiap peternak ayam broiler di Indonesia. Penyakit kok langganan ya?? Iya sebelum kita bahas lebih lanjut kenapa kolibasilosis menjadi langganan di farm broiler anda mari kita ketahui terlebih dahulu penyebab kolibasilosis ini.

Kok bisa kolibasilosis??

Bakteri  Escherichia coli adalah bakteri penyebab terjadinya kolibasilosis ini. Bakteri  Escherichia coli biasa ada di air tanah yang merupakan tempat hidup normal ecoli. Sumber air minum ayam broiler yang berasal dari sumur air tanah ini yang sering menjadi awal adanya kolibasilosis, karena kebanyakan sumur air tanah mengandung bakteri ecoli.

Apa sih faktor penunjang Kolibasilosis??

Penunjang langganan Kolibasilosis pada farm anda adalah litter yang kering dan berdebu, litter yang basah atau lembab, kadar amonia yang terlalu tinggi, ventilasi kandang jelek sehingga sirkulasi udara kurang baik, populasi ayam yang terlalu padat ( standar 8 ekor per meter ), stres akibat pertumbuhan yang terlalu cepat, adanya reaksi vaksinasi yang berkepanjangan dan adanya penyakit menular.

Apa akibat kolibasilosis pada ayam broiler??

Setiap penyakit pasti akan mengakibatkan hal yang kurang bagus, jika ayam broiler anda terinfeksi bakteri e coli ini tentu akan menjadi masalah pada ayam anda. Diantara permasalahn atau akibat yang mungkin timbul adalah : pertumbuhan ayam broiler terhambat, berat badan yang tidak optimal,  pemicu timbulnya penyakit lain pada saluran pernafasan, pencernaan dan juga reproduksi.

Penularan melalui apa?

Biasa penularan paling banyak adalah melalui feses yang dikeluarkan oleh ayam broiler, karena bakteri E. coli banyak terdapat di usus bagian belakang dan dikeluarkan dari tubuh dalam jumlah besar bersama dengan feses. Di dalam feses/ kotoran ayam ini, bakteri e. coli mampu bertahan sampai beberapa minggu.

Gejala Klinis Kolibasilosis

Jika ayam anda  menunjukkan klinis seperti  gejala kurus, ayam berbulu kusam, nafsu makan ayam broiler menurun, pertumbuhan tidak baik, diare berwarna hijau dan berbau khas, serta bulu kotor dan lengket di sekitar dubur anda perlu waspada. Untuk lebih detail dan tepat diagnosa silahkan bedah bangkai dengan bantuan dokter hewan  karena Kolibasilosis mempunyai gejala klinis yang mirip dengan penyakit salmonelosis, kolera unggas dan streptococcosis.

Kenapa langganan ??

Sumber air minum yang sudah ada e coli biasa akan menjadi faktor langganan E koli pada peternakan ayam anda. Sifat kolbasilosis adalah penyakit  ikutan, artinya penyakit yang mengikuti penyakit lain seperti chronic respiratory disease (CRD), swollen head syndrome (SHS) dan Koksidiosis. Langkah pencegahan yang kurang optimal juga bisa memicu kolibasilosis berulang.

Langkah pencegahan seperti apa??

Nah karena sering langganan sebaiknya selalu lakukan langkah pencegahan supaya menghindari resiko kolibasilosis ini, dibawah ini langkah pencegahan yang bisa anda lakukan:

1. Desinfeksi kandang dan peralatan kandang

Setelah kosong kandang sebaiknya lakukan desinfeksi kandang dengan baik dan istirahat kandang yang cukup , sekitar 2 minggu. Cuci peralatan kandang dengan desinfektan baik sesusah kosong maupun selama pemeliharaan.

2. Meningkatkan daya tahan tubuh

Ayam yang daya tahan turun akan memudahkan penyakit masuk pada ayam, tingkatkan daya tahan ayam agar tidak mudah stress dan lebih imun terhadap pathogen jahat. Anda bisa menggunakan IMUNOMAX untuk meningkatkan imunitas ayam anda.

3. Hindarkan hewan pembawa e coli pada peternakan ayam broiler anda

4. Lakukan sanitasi air minum

Anda bisa menggunakan kaporit untuk sanitasi air minum dengan dosis 6-10 gram kaporit setiap 1000 liter air. ( untuk kaporit murni, jika kaporit 50% maka gunakan 2x lipatnya ).

5. Usahakan litter tidak terlalu kering atau terlalu basah.

Ketika melakukan turun sekam, sebaiknya semprot menggunakan MAXX setelah turun sekam.

6. Langkah pengobatan

Jika ada indikasi ayam terserang penyakit pernafasan : ngorok / cekrek karena CRD anda bisa langsung mengobatinya supaya ecoli tidak segera mengikuti. karena e coli sifatnya yang penyakit ikutan seperti yang sudah dijelaskan diatas. anda bisa menggunakan MAXX untuk mengobati indikasi ngorok / cekrek ini.

Semoga bermanfaat.

 

Mencegah dan Mengatasi Penyakit Ngorok atau CRD

Penyakit ngorok memang sudah sering terjadi di peternakan kita, tapi sebenarnya ngorok sendiri bukan merupakan penyakitnya melainkan gejala klinis yang terjadi. Ngorok pada ayam dapat disebabkan oleh agen infeksius dan non-infeksius seperti udara yang berdebu, amoniak, dan perubahan cuaca. Faktor udara sangat mempengaruhi karena pertumbuhan ayam seperti broiler modern sangat cepat namun tidak diimbangi dengan pertumbuhan organ vital seperti jantung dan paru-paru. Sehingga kedua organ tersebut rentan terserang penyakit baik dari dalam maupun luar tubuh. Kondisi suhu dan kelembaban yang tidak sesuai dapat mengakibatkan gangguan fungsi sinus ddan organ pernafasan lainnya. Suhu yang ideal untuk ayam adalah 25 – 280 C dengan kelembaban 60 – 70%. Sedangkan amonia pada litter yang basah dan suhu tinggi dalam kandang yang terhirup akan mengiritasi saluran pernafasan ayam dan menyapu silia di mukosanya. Sel-sel yang ada di permukaan saluran pernafasan menjadi rusak.

Sedangkan saluran penyebab CRD merupakan bekterial Mycoplasma gallisepticum yang menyebabkan rusaknya saluran pernafasan. Rusaknya saluran pernafasan akan menekan sistem kekebalan tubuh lokal pada lokasi tersebut sehingga agen penyakit lebih mudah masuk ke dalam tubuh ayam. Atau dengan kata lain CRD berperan sebagai pembuka pintu gerbang sistem pertahanan primer dan akhirnya memicu serangan infeksi penyakit sekunder. Gabungan antara penyakit sekunder dengan CRD tentunya kan menimbulkan gejala kompleks. Ayam akan batuk, ngorok, bersin, keluar lelehan mata, dan hidung. Jika bakteri oportunis E. Coli masuk, maka keadaan akan semakin parah yang disebut dengan CRD kompleks.

Untuk mencegah ayam anda terserang CRD, maka perkandangan harus memiliki sirkulasi udara yang baik dan tidak berdebu. Selain itu usahakan kondisi litter selalu dalam keadaan kering. Dan untuk meningkatkan kekebalan ayam yang anda pelihara, anda dapat menggunakan Imunomax yang berfungsi sebagai Immune activator yang diperlukan unggas dan burung untuk meningkatkan daya tahan terhadap penyakit dan mikotoksin. Namun, apabila ditemui gejala yang mirip dengan CRD pada ayam anda, segera pisahkan ayam yang dicurigai mengidap dan berikan MAX-X yang terbukti ampuh mematikan sumber patogen penyebab ngorok. MAX-X bekerja langsung pada sumber infeksi pada saluran pernapasan unggas yang terserang bakteri jahat.

Cegah Snot Ayam

ayam snotPenyakit snot memiliki banyak nama lain seperti influenza ayam, infectious coryza dan pilek ayam. Pilek biasa timbul pada musim penghujan atau apabila kondisi lingkungan kandang yang dingin dan lembab, selain itu penyakit ini muncul pada pergantian musim. Penyakit Snot disebabkan oleh bakteri haemophilus galloinarum. Pilek pada ayam dapat menyebar secara cepat melalui pakan, minun dan udara. Untuk itu perlu dilakukan pencegahan, ayam yang terserang harus langsung dipindahkan ke kandang khusus karantina.

Untuk mencegah Pilek Ayam bisa dilakukan dengan melakukan sanitasi kandang yang baik. Tentunya dengan selalu menjaga kebersihan kandang. Kandang sebaiknya terkena sinar matahari langsung sehingga mengurangi kelembaban. Kandang yang lembab dan basah akan memicu serangan penyakit Snot. Selain itu penting dilakukan vaksinasi untuk mencegah penyakit Snot. Hindarkan pula memelihara ayam dengan umur yang berbeda dalam satu kandang. Perlunya pemberian antibiotik secara berkala dapat membantu mencegah ayam tidak mudah terserang pilek. Vaksinasi snot juga harus dilakukan ketika ayam masih berumur 2 minggu, 1 bulan, 3 bulan dan menjelang usia dewasa.

Ternak ayam yang terserang Snot akan menunjukkan gejala-gejala diantaranya : pada mata mengeluarkan cairan, ayam terlihat mengantuk dengan sayapnya terlihat turun, keluar lendir dari hidung berwarna kuning kental, ayam bersin-bersin dan mengguncangkan kepalanya, ayam mengorok dan susah bernafas, nafsu makan turun dan pertumbuhannya menjadi lambat, pernafasan cepat, sering kali dibarengi dengan diare dan ayam dapat menjadi kerdil. Sedangkan perubahan pasca mati pada ayam yang terserang adalah selaput lendir hidung dan sinus mengalami peradangan yang akut, peradangan katar pada selaput mata, busung bawah kulit pada muka dan tulang, radang paruh dan radang kantung udara.

Oleh karena itu penyakit ini perlu dicegah dengan pemberian suplemen vitamin dan anbiotik yang tepat sehingga tidak menimbulkan kerugian yang besar. Ada vitamin yang kami anjurkan yakni Vitamax yang dapat meningkatkan daya tahan tubuh ayam terhadap penyakit dan stres lingkungan, meningkatkan daya cerna, mempercepat pertumbuhan, menambah bobot badan dan produksi telur. Sedangkan antibiotik yang kami anjurkan adalah Imunomax yang dapat menambah ketahanan tubuh, menghambat pertumbuhan bakteri patogen, dan mengikat mikotoksin yang terbentuk selama proses penyimpanan pakan.

Jika langkah pencegahan diatas masih saja snot / coryza datang maka alangkah baiknya anda aplikasikan MAXX. MAXX obat ngorok / cekrek / CRD/ SNOT yang efektif atasi snot pada sumber infeksi. Dengan aplikasi semprot kabut dirasa lebih efektif dibanding dengan aplikasi minum karena tidak melalui mekanisme disaluran pencernaan terlebih dahulu.

info pemesanan produk : 085743647769

Kendalikan CRD / Ngorok / cekrek

Sebenarnya CRD jarang sampai menimbulkan kematian namun menimbulkan angka kesakitan yang tinggi. Di lapangan kasus CRD murni jarang ditemukan, yang sering ditemukan adalah CRD komplek, yaitu penyakit CRD yang diikuti oleh infeksi penyakit lainnya, terutama sering diikuti oleh bakteri Escherichia coli. Faktor penentu menularnya penyakit ini adalah sistem pemeliharaan dengan suhu lingkungan yang tinggi yaitu panas atau dingin, kelembaban tinggi, kurangnya ventilasi, kepadatan ternak terlalu tinggi dan cara pemeliharaan yang berbagai umur.

Saluran pernafasan yang rusak karena M. Gallisepticum akan memperlemah kekebalan pada tubuh ayam sehingga agen penyakit lain mudah masuk ke dalam tubuh ayam. Dengan kata lain, CRD berperan sebagai pintu gerbang sistem pertahanan primer dan memicu infeksi penyakit sekunder. Gabungan dari berbagai penyakit tersebut yang menimbulkan gejala yang lebih kompleks. Ayam akan terlihat seperti gejala batuk, ngorok, bersin, keluar cairan dari mata dan hidung. Dan termasuk bakteri E. Coli masuk ke dalam tubuh maka keadaan akan semakin parah dan munculah CRD kompleks.

Kerusakan yang terjadi pada saluran pernafasan ayam akan menyebabkan akibat tersendiri seperti adanya lendir pada saluran pernafasan, kematian akibat CRD biasanya disebabkan karena sumbatan lendir pada saluran pernafasan sehingga ayam tidak bisa bernafas dan akhirnya mati. Ayam akan menjadi relatif mudah terserang penyakit. Beberapa organ pernafasan ayam yang sudah rusak, pengobatannya akan menjadi lebih susah dan penyakitnya tidak bisa diatasi secara tuntas. Menghindari dan meminimalkan faktor penyebab kerusakan organ pernafasan menjadi salah satu solusi yang perlu dikedepankan. Pada dasarnya adalah pengendalian faktor-faktor tersebut bisa dikelompokkan menjadi tiga macam yaitu, penerapan tata laksana pemeliharaan yang baik, pelaksanaan biosecurity secara ketat dan vaksin secara tepat.

Sebagai langkah preventif anda bisa menggunakan Imunomax yang berguna untuk merangsang sistem imunitas pada ayam sehingga lebih kuat terhadap penyakit dan mikotoksin. Fungsi lain dari Imunomax adalah menghambat pertumbuhan bakteri patogen, mengikat mikotoksin, menjaga dan memelihara vili usus sehingga penyerapan nutrisi optimal, mengembalikan keseimbangan mikroflora usus.  NAmun demikian jika langkah preventif baik penggunaan suplemen dan langkah manajemen pemeliharaan semua sudah dijalankan optimal masih ada ngorok / cekrek / CRD pada peternakan ayam broiler anda , langsung aplikasikan Max-x yang merupakan obat CRD, ngorok dan juga Snot yang telah terbukti ampuh membunuh bakteri penyebab ngorok dengan bekerja langsung pada sumber infeksi di saluran pernafasan. MAXX efektif dan bergaransi!!

Menanggulangi Penyakit Gumboro pada Ayam

Gumboro perlu menjadi prioritas utama dalam beternak ayam broiler. Hal tersebut karena gumboro dapat mengakibatkan kerugian yang besar karena kematian yang tinggi, pertumbuhan yang kurang optimal dan efek imunosupresif akibat kasus penyakit gumboro. Penyakit gumboro (Infectious Bursal Disease/IDB) pertama kali ditemukan di Deleware USA sekitar tahun 1950, sampai saat ini masih sering muncul di lapangan. Sudah berbagai macam vaksin yang telah dikembangkan namun kejadian gumboro masih saja dijumpai. Terutama pada musim peralisan, kasus gumboro lebih banyak terjadi. Kondisil lingkungan yang cepat berubah meningkatkan cekaman pada ayam.

Kejadian gumboro biasanya terjadi pada ayam berumur 3–4 minggu. Namun kenyataan di daerah kasus bisa terjadi pada minggu-minggu awal kehidupan yaitu kurang dari usia 2 minggu. Ayam yang terserang virus IDB laju pertumbuhannya akan lambat dan FCR tinggi. Oleh karena itu, meminimalisir dan mengeliminasi faktor penyebab munculnya penyakit ini merupakan hal yang sangat penting. Hal ini bukan hanya tanggung jawab peternak komersial, namun pembibit dan feedmil seharusnya juga mempunyai andil yang tidak kalah penting.

Perlu diperhatikan adalah kualitas DOC, untuk mendapatkan DOC yang sehat didapat dari telur tetas yang beratnya memenuhi syarat untuk ditetaskan dan berasal dari induk yang tidak terlalu muda ataupun tua, telur tetas bersih, tidak cacat dengan lingkungan kandang yang bersih dan proses penetasan yang baik dan benar. Jika lingkungan kotor dan telur yang ditetaskan pun demikian dikuatirkan embrio tercemar bakteri seperti E. Coli, Pseudomonas, dll, bisa menyebabkan peradangan pada kantong kuning telur. Maternal antibodi yang tinggi pada anak ayam didapat dari induk yang sehat dan divaksin secara teratur dan berkesinambungan. Vaksinasi IBD pada induk biasanya dilakukan sebelum masa produksi dan diulangi pada umur 40–45 minggu.

Pakan merupakan komponen biaya terbesar dari sebuah usaha peternakan. Dalam manajemen pakan hal yang harus diwaspadai adalah keseimbangan nutrisi dengan kadar mikotoksin yang mencemarinya. Kadar mikotoksin pada pakan perlu diperhatikan dalam pakan, karena akan berpengaruh sistem imunitas dan pertumbuhan tubuh ayam. Tingginya kadar mikotoksin berkaitan dengan proses pemanenan, pengeringan dan penyimpanan bahan baku, terutama yang berasal dari biji-bijian. Untuk meminimalisir jumlah mikotoksin perlu pencegahan tumbuhnya jamur dan pembentukkan metabolitnya.

Manajemen pemeliharaan berpengaruh terhadap keberhasilan suatu usaha peternakan. Untuk mendapatkan hasil yang baik, yang paling utama adalah menciptakan kondisi dan tempat yang nyaman untuk ayam. Proses pemeliharaan yang baik dan benar harus dilakukan sejak kedatangan anak ayam, masa brooding dan kehidupan selanjutnya. Masa brooding merupakan waktu yang cukup krusial bagi pertumbuhan dan perkembangan ayam, sehingga harus dilakukan dengan benar.

Kasus Gumboro terjadi karena kekebalan ayam tidak bisa mengatasi serbuan virus lapangan yang masuk ke tubuh ayam dan virus lapangan lebih cepat sampai di bursa dibanding virus vaksin yang diberikan. Hal ini bisa terjadi karena kondisi ayam yang tidak optimal karena stres (manajemen, lingkungan), titer antibodi induk yang rendah, jumlah virus lapangan yang terlalu banyak, strain virus vaksin yang dipakai tidak cocok dengan virus yang ada di lapangan, dan waktu pemberian vaksin yang tidak tepat.

Biosekuriti merupakan suatu usaha pengamanan biologik yang bertujuan untuk mencegah masuknya agen-agen patologik ke tubuh ayam. Lokasi farm yang tidak berdekatan dengan farm tetangga, hanya terdapat satu macam spesies unggas saja, adanya pagar sekeliling farm yang memisahkan farm dengan lingkungan sekitar, dan pola pemeliharaan all in all out, akan mengurangi resiko munculnya kasus penyakit infeksius.

Pemilihan vaksin yang cocok dengan virus di lapangan sangat penting. Pada saat ini ada macam-macam jenis vaksin di pasaran. Dari yang bersifat mild sampai yang intermediate plus.Hal yang tak kalah penting untuk meminimalisir kebocoran vaksinasi adalah penentuan waktu yang tepat kapan sebaiknya vaksinasi dilakukan. Untuk dapat menentukan waktu vaksinasi yang tepat, pengukuran maternal antibodi (MAB) terhadap IBD harus dilakukan. Karena pembibit tidak pernah memberitahukan titer antibodi dari induknya.

Pencegahan dan Penanganan Penyakit Tetelo

Penyakit Tetelo ( New Castel desease) pertama kali muncul pada tahun 1926 di Negara Inggris. Sampai sekarang sudah tersebar luas dibelahan dunia lain. Penyakit ini sangat ganas dan menular. Peternak ayam broiler sering menyebut penyakit sampar atau pest. Penyakit ini disebabkan oleh virus Paramyxo dan biasanya dikualifikasikan menjadi:

1. Strain yang sangat berbahaya atau disebut dengan Viscerotropic Velogenic Newcastle Disease (VVND) atau tipe Velogenik, tipe ini menyebabkan kematian yang luar biasa bahkan hingga 100%.

2. Tipe yang lebih ringan disebut degan “Mesogenic”. Kematian pada anak ayam mencapai 10% tetapi ayam dewasa jarang mengalami kematian. Pada tingkat ini ayam akan menampakan gejala seperti gangguan pernapasan dan saraf.

3. Tipe lemah (lentogenik) merupakan stadium yang hampir tidak menyebabkan kematian. pada ayam petelur dapat menyebabkan produktivitas telur menjadi turun dan kualitas kulit telur menjadi jelek. Gejala yang tampak tidak terlalu nyata hanya terdapat sedikit gangguan pernapasan.

Sampai saat ini penyakit ini belum diketemukan obatnya, oleh karena itu satu-satunya upaya yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan pencegahan. Ada beberapa cara untuk melakukan pencegahan, diantaranya : memelihara kebersihan kandang dan sekitarnya, kandang harus mendapat sinar matahari yang cukup dan ventilasi yang baik, memisahkan ayam lain yang dicurigai dapat menularkan penyakit ini, memberikan suplemen yang baik, yang terbuat dari bahan-bahan alami yang dapat membantu meningkatkan kekuatan dan kekebalan tubuh ayam, anda bisa menggunakan suplemen vitamax dan imunomax untuk ini, vaksinasi ND juga dilakukan.

Selain pencegahan, juga dilakukan penanggulangan penyakit yang dilakukan dengan beberapa cara yaitu : ayam yang tertular atau terinfeksi bila telah memasuki stadium berbahaya harus segera dimusnakan, vaksinasi harus dilakukan untuk memperoleh kekebalan. Vaksinasi pertama, dilakukan dengan cara pemberian melalui tetes mata pada hari ke 2 lasix pills buy online. Untuk berikutnya pemberian vaksin dilakukan dengan cara suntikan di intramuskuler otot dada, Untuk memudahkan untuk mengingat mengenai waktu pemberian vaksin, seorang pakar menyarankan agar memberikan vaksin ini dilakukan dengan pola 444. maksudnya vaksin ND diberikan pada ayam yang berumur 4 hari, 4 minggu, 4 bulan dan seterusnya dilakukan 4 bulan sekali. Akan tetapi pola pemberian ini dapat dimodifikasi sesuai dengan kebutuhan dan efektivitas terbaik dari hasilnya

Diare pada Ayam

Diare pada yaam dapat terlihat dari feses yang dikeluarkan. Feses yang normal berwarna coklet seperti biasa. Tidak jauh dengan manusia, ketika ayam terserng diare, feses yang dikeluarkan ayam akan encer dan ada tambahan warna seperti kapur atau hijau. Diare dapat terjadi karena adanya infeksi pada sistem pencernaan karena bakteri atau cacing.

Penyebab diare dapat diklasifikasikan berdasarkan jenis berak dikeluarkan ayam, berak kapur (pullorum) sering ditemukan pada ayam usia 1 – 10 hari. Gejala yang timbul adalah nafsu makan akan menurun, kotoran encer bercampur dengan butiran putih seperti kapur, bulu dubur melekat satu sama lain, sayap terkulai, jengger keabuan, mata tertutup dan ayam cenderung bergerombol ke tempat yang hangat. Berbeda dengan ayam dewasa yang terserang pullorum, berak kapur tidak benar-benar tampak. Ayam dewasa yang terkena akan mengalami penurunan produksi, depresi, anemia, kotoran encer berwarna kuning. Sedangkan berak hijau diduga ditularkan oleh bakteri sejenis Salmonella pullorum. Penularannya sangat mudah yaitu melaluikontak langsung termasuk saat jantan mengawini betina dan melalui pakan dan minuman yang terkontaminasi dengan ayam yang sakit. Gejala yang terjadi sama seperti gejala berak kapur. Selain karena bakteri, diare pada ayam disebabkan oleh tumbuhnya cacing Ascaridia galli di usus ayam. Infeksi cacing ini berdampak pada peradangan saluran pencernaan sehingga ayam tidak mampu memanfaatkan makan dengan baik dan pertumbuhannya terganggu.

Obat kimia dan antibiotik yang dapat digunakan ada beraneka ragam jenisnya. Pada ayam yang beraknya kapur atau berak hijau yang disebabkan bakteri Salmonella pullorum atau semisalnya dapat diberi suntikan berupa furozolidan, coccilin, neo terramycin, tetra, myconas, atau preparat sulfonamide di dada ayam. Sedangkan pada ayam diare karena cacingan (ascarida galli) dapat diberi obat cacing kimia seperti piperazine dengan dosis sebanyak 50 -100 mg/kg bobot badan.

Selain obat kimia, pengobatan diare juga bisa dilakukan dengan menggunakan bahan alami seperti bawang putih. Berdasarkan kandungan yang berada pada bawang putih, baik sebagai anti bakteri, antiseptik terhadap luka khususnya peradangan khususnya perdangan pada usus sangat cocok diberikan pada ayam yang mengalami diare sebagai antibiotik alami. Dengan pemberian bawang putih, populasi bakteri ataupun cacing dapat berkurang.

Perbedaan Probiotik dan Prebiotik

gambar vitamax dan imunomaxProbiotik secara umum merupakan mikroorganisme yang berguna bagi tubuh dan jika dimasukkan dalam makanan atau minuman yang mengandung mikroorganisme diharapkan akan masuk ke dalam tubuh dan akan meningkatkan kehatan tubuh. Banyak perusahaan yang melakukan riset dan memproduksi Probiotik karena dapat meningkatkan kesehatan manusia maupun ternak. Untuk mendapatkan hasil dari konsumsi Probiotik, haruslah tetap menjaga mikroorganisme / Probiotik dalam makanan hingga mencapai permukaan / mukosa usus. Diantara penghalang Probiotik masuk ke mukosa usus adalah adanya asam lambung dan garam empedu. Penyimpanan Probiotik yang tidak sesuai juga dapat membuat Probiotik mati sebelum masuk ke dalam tubuh.

Sedangkan Prebiotik bukan merupakan makhluk yang bisa mati, secara umum dikatakan Perebiotik merupakan makanan bagi Probiotik yang secara alami ada pada saluran pencernaan. Prebiotik merupakan komponen pangan yang tidak dapat dicerna oleh saluran pencernaan yang memiliki pengaruh baik bagi inang (host/ternak) dengan memicu aktivitas, pertumbuhan yang selektif terhadap bakteri baik pada saluran pencernaan. Prebiotik ada pada beberap tanaman seperti umbi dahlia, bawang merah, bawang putih, asparagus, kedelai, ubi jalar, dan juga susu. Namun, dengan mengkonsumsi tanaman tersebut dapat memenuhi kebutuhan Prebiotik, alasannya karena kadar Prebiotik biasanya sangat rendah dan bervariasi tergantung varietasnya. Prebiotik yang banyak digunakan adalah oligosakarida kedelai, frukto-oligosakarida, Inulin, laktulosa, dan laktosukrosa. Inulin dan oligofruktosa memiliki fungsi penting sebagai penyeimbang fungsi gastrointestinal (menyeimbangkan mikroflora kolon) dan modulasi hormon. Prebiotik diatas dapat meningkatkan bakteri baik, asalkan dikonsumsi dengan dosis yang tepat dan cara yang benar.

Perbedaan dari Probiotik dan Prebiotik adalah Probiotik yang dikonsumsi untuk menjaga keseimbangan sistem pencernaan usus dan Prebiotik merupakan sejenis serat khusus yang menjadi makanan mikroorganime dalam usus. Probiotik harus disimpan pada tempat khusus, suhu dan tingkat keasaman tertentu agar mikroorganisme tidak mati, Prebiotik tidak membutuhkan perlakuan tersebut karena tidak mudah mengalami kerusakan. Probiotik kadang berisi mikroorganisme asing yang sengaja dimasukkan ke usus, Prebiotik hanya memberi makanan pada mikroorganisme tersebut secara alami. Probiotik merupakan hasil fermentasi, dan Prebiotik didapat dari berbagai tanaman. Prebiotik mengusir mikroorganisme jahat secara langsung dengan mendominasi perebutan nutrisi di daerah tersebut, sedangkan Prebiotik mengusir dengan cara menciptakan keasaman tertentu yang tidak disukai bakteri jahat. Probiotik dapat mati sebelum masuk ke usus, Prebiotik tetap masuk dan memberi makanan bagi bakteri baik usus.