Manajemen Pakan Ayam Broiler Fase Starter

Dalam suatu peternakan, selain manajemen pemeliharaan dan manajemen brooding, hal yang tak kalah penting adalah manajemen pakan. Dalam hal ini, pakan merupakan persentase terbesar dalam variabel produksi yaitu berkisar 70%. Maka untuk menekan biaya produksi perlu dilakukan efisiensi agar keuntungan yang dihasilkan maksimal. Pakan (dalam hal ini adalah ransum) merupakan formulasi dari berbagai macam bahan pakan ternak yang diformulasikan dengan batasan tertentu untuk menghasilkan formula yang mengandung gizi sesuai kebutuhan, dengan harga yang seefisien mungkin. Penggunaan ransum yang baik akan sangat berpengaruh pada performans ayam broiler. Dalam industri pakan dikenal beberapa bentuk pakan diantaranya : mash (butiran), pellet, crumble. Penentuan bentuk pakan akan sangat berpengaruh pada tingkat konsumsi ayam.

Penyusunan ransum ayam broiler didasarkan pada kandungan protein dan energi. Untuk ayam broiler pada umur 0 – 3 minggu, ransum yang digunakan harus mengandung 23 % protein dan energi metabolis 3000 kkal/kg sampai ayam tersebut dipanen. Kandungan lain yang harus diperhatikan yaitu serat kasar 7 %, lemak 8 %, kalsium 1 %, dan phospor sekitar 0,45 %. Sementara menurut sumber lain, kualitas atau kandungan zat gizi pakan terdiri dari protein 22-24%, lemak 2,5%, serat kasar 4%, Kalsium (Ca) 1%, Phospor (P) 0,7-0,9%, ME 2800-3500 Kcal. Kuantitas pakan terbagi/digolongkan menjadi 4 (empat) golongan yaitu minggu pertama (umur 1-7 hari) 17 gram/hari/ekor, minggu kedua (umur 8-14 hari) 43 gram/hari/ekor, minggu ke-3 (umur 15-21 hari) 66 gram/hari/ekor dan minggu ke-4 (umur 22-29 hari) 91 gram/hari/ekor. Jadi jumlah pakan yang dibutuhkan tiap ekor sampai pada umur 4 minggu sebesar 1.520 gram.

Pada fase starter (umur 1-29 hari), kebutuhan air minum terbagi lagi pada masing-masing minggu, yaitu minggu ke-1 (1-7 hari) 1,8 lliter/hari/100 ekor; minggu ke-2 (8-14 hari) 3,1 liter/hari/100 ekor, minggu ke-3 (15-21 hari) 4,5 liter/hari/100 ekor dan minggu ke-4 (22-29 hari) 7,7 liter/hari/ekor. Jadi jumlah air minum yang dibutuhkan sampai umur 4 minggu adalah sebanyak 122,6 liter/100 ekor. Pemberian air minum pada hari pertama hendaknya diberi tambahan gula dan obat anti stress kedalam air minumnya. Banyaknya gula yang diberikan adalah 50 gram/liter air.

Untuk efisiensi pakan ayam broiler anda bisa meningkatkan mutu pakan supaya konversi ke daging tinggi, gimana caranya? Menambahkan suplemen ayam broiler yang memang memiliki kualitas baik untuk bisa meningkatkan mutu pakan , meningkatkan konversi pakan untuk menekan angka FCR dan juga meningkatkan bobot ayam broiler. VITAMAX dan IMUNOMAX bisa menjadi pilihan tepat untuk anda yang ingin mendapatkan performa optimal. Pakan optimal terserap menjadi daging, meningkatkan kualitas mutu pakan sehingga pakan menjadi irit namun bobot ayam broiler tetap tinggi.

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *