Manajemen Pemeliharaan Penyebab Ngorok?

Saluran pernafasan memiliki fungsi utama sebagai penyuplai oksigen, mengeluarkan karbondioksida, memperlancar mekanisme pengaturan suhu tubuh, dan berperan dalam proses kekebalan tubuh primer. Agar sistem pernafasan baik baik maka udara di peternakan haruslah bersih dan kondisi saluran pernafasan dalam keadaan sehat. Sistem pernafasan ayam sendiri berbeda dengan hewan mamalia lain, karena dilengkapi dengan kantung udara yang mempunyai struktur dan fungsi yang unik. Dari segi anatomi ada 3 komponen penting saluran pernafasan pada ayam.

Ngorok pada ayam dapat disebabkan oleh agen infeksius maupun non-infeksius seperti udara yang berdebu, amonia, perubahan cuaca, dll. Beberapa penyakit yang paling sering menyerang adalah CRD, Colibacillosis, korisa, ILT, ND, IB dan AI. Namun penyakit yang spesifik menyerang organ pernafasan adalah CRD, colibacillosis, korisa, dan ILT. Sedangkan penyakit ND, IB, dan AI selain menyerang organ pernafasan juga menyerang organ lainnya. Ayam komersial memang memiliki genetik yang baik dengan kemampuan tumbuh dan produksi yang cepat dibandingkan tipe lain. Namun pertumbuhan yang cepat tentu saja tidak sebanding dengan organ vital ayam. Karena pentingnya oksigen bagi pertumbuhan, maka manajemen kandang haruslah dilaksanakan dengan baik. Manajemen litter, tingkat kepadatan ayam, suhu dan kelembaban kandang patut menjadi perhatian dan ventilasi kandang sangat menentukkan kualitas udara. Banyaknya partikel debu di udara tentu saja akan membuat kerja organ pernafasan semakin berat.

Kondisi suhu dan kelembaban pada lokasi peternakan yang tidak sesuai akan dapat mengakibatkan gangguan fungsi sinus dan organ pernafasan lainnya. Suhu yang baik bagi ayam adalah 25 – 280 C dengan kelembaban antara 60 – 70%. Saat kelembaban dibawah <50 % akan mengakibatkan membran mukosa saluran pernafasan, termasuk sinus menjadi kering. Akibatnya aktivitas silia menjadi terlambat dan potensi masuknya partikel debu maupun bibit penyakit menjadi semakin besar. Kondisi suhu kandang yang tinggi akan meningkatkan konsumsi air minum ayam sehingga kotoran menjadi lebih encer. Jika kondisi kelembaban kandang tinggi, maka kondisi litter akan menjadi basah dan memicu tinginya amonia. Selain dari suhu kandang, amonia dapat muncul dari tingginya kadar protein ransum sehingga kelebihan kan dibuang melalui feses, serta akibat ventilasi yang jelek. Amonia yang terhirup akan mengiritasi saluran pernapasan ayam, dan menyapu silia di mukosanya. Sel-sel yang ada di permukaan saluran pernapasan menjadi rusak, produksi lendir menjadi berlebih, gerakan silia terganggu bahkan tidak berfungsi. Amonia juga mengakibatkan iritasi pada konjungtiva mata, sehingga mekanisme awal pertahanan tubuh menjadi terganggu. Jika langkah manajemen penyebab ngorok sudah dilakukan sebaik mungkin namun indikasi ngorok / cekrek masih juga datang, anda bisa menggunakan MAXX untuk langkah pengobatan. MAxx terbukti efektif membasmi sumber infeksi penyebab ngorok.

3 thoughts on “Manajemen Pemeliharaan Penyebab Ngorok?”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *