Mewaspadai Penyakit Botulisme Pada Ayam Yang Diternakan

Ayambroiler.com – saat ini, beternak ayam telah berkembang pesat dibandingkan dengan apa yang terjadi di masa lalu. Perkembangan peternakan ayam ini selain memberikan kemudahan bagi konsumen untuk mendapatkan hasil ternak ayam tetapi juga memudahkan bagi para peternak baru yang mau terjun di dunia peternakan. Perkembangan ini juga ditandai dengan adanya banyak peternakan yang dilakukan di desa-desa sehingga bisa meningkatkan pendapatan pekerja di desa. Bahkan bagi peternak baru yang mau mencoba bisnis ini pun sangat mudah mendapatkan informasi seputar peternakan mulai dari langkah awal beternak, cara pemeliharaan hingga penyakit ayam yang perlu diwaspadai, baik itu dari media sosial, media cetak maupun melalui pelatihan-pelatihan.

Karena kemajuan yang sudah pesat ini, bukan tidak mungkin di masa mendatang komoditas peternakan ayam bisa menjadi lahan baru bagi para pengusaha muda. Seperti yang disebutkan diatas bahwa ada banyak hal baru yang bisa didapatkan oleh pemula dengan semakin mudah. Salah satu informasi yang tidak boleh dilewatkan oleh mereka adalah info mengenai penyakit ayam yang berpotensi menjangkiti ayam yang diternakan. Karen menurut pengalaman peternak yang sudah berpengalaman, penyakit yang tidak diatasi dengan benar akan mengakibatkan kerugian usaha peternakan yang cukup besar. Nah, kali ini kita akan membahas mengenai salah satu penyakit ayam yang berpotensi menyerang ayam yang diternakan. Penyakit tersebut bernama botulisme.

Botulisme adalah salah satu penyakit ayam yang mudah ditandai. Penyakit ini adalah penyakit dimana ayam mengalami keracunan akut yang dikarenakan mengkonsumsi pakan atau benda lain yang mengandung eksotoksin/neurotoksin. Zat beracun tersebut bisa meracuni ayam karen berasal dari bakteri clostridium botulinum. Penyakit botulisme memiliki nama lain seperti limberneck, bulbar paralysis, dan western duck sickness. Ayam yang mengalami penyakit botulisme atau keracunan akut ini kebanyakan ditemui pada ayam liar yang hidup di alam bebas. Namun, bukan tidak mungkin ayam yang dipelihara secara intensif dengan cara diternakkan pun bisa saja terkena penyakit ini.

Gejala yang disebabkan oleh penyakit ini bisa menjadi tanda agar peternak harus waspada terhadap penyakit ini. Adapun gejala yang diakibatkan penyakit botulisme diantaranya adalah.

  1. secara umum, ayam akan terlihat lemah
  2. ayam terbaring lemas di litter
  3. paralilsis yang bersifat lentur pada leher
  4. paralisis yang bersifat lentur juga bisa terjadi di daerah lain seperti pada kaki, sayap, dan kelopak mata
  5. ayam menjadi malas bergerak dan terlihat lumpuh saat dipaksa bergerak
  6. bulu ayam berdiri dan mudah rontok bila dipegang
  7. berpotensi mengalami diare
  8. bila telah akut, ayam akan gagal jantung dan sistem pernapasan sehingga mengakibatkan kematian
  9. pada kasus yang berat, mortalitas bisa mencapai 40% pada ayam broiler

Upaya pengobatan harus segera dilakukan terhadap ayam yang mengalami penyakit botulisme ini. Karena, apabila tidak segera diobati maka dikhawatirkan akan menyebabkan mortalitas yang tinggi. Salah satu cara untuk mengobati penyakit ini adalah dengan antitoksin botulisme. Akan tetapi, pemberian massal antitoksin tersebut dikatakan memakan biaya yang cukup mahal. Oleh karena itu, lebih baik mencegah dari pada mengobati penyakit ini. Adapun cara pencegahan dapat dilakukan dengan mudah yaitu dengan mencegah adanya sumber bakteri beracun yang bernama clostridium botulinum ini. Ada beberapa cara seperti dengan memaksimalkan manajemen kandang seperti memperketat sanitasi/disinfeksi kandang dan lingkungan sekitarnya. Dengan begitu, bakteri tidak muncul dari sekitar kandang dan ayam aman dari bakteri tersebut. Kita tahu pentingnya sanitasi/desinfeksi yang ketat pada kandang dan lingkungan. Nah, bagi anda yang mau order desinmax, anda bisa order sekarang dengan cara klik disini.

Facebook Comments

One thought on “Mewaspadai Penyakit Botulisme Pada Ayam Yang Diternakan”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *