Penanggulangan Penyakit Gumboro

promo ayambroiler 2 photo promoweb2_zps82939340.jpg

Nama lain dari penyakit gumboro adalah Infectious Bursal Disease (IDB), Avian nephrosis atau Avian Infectious Bursitis. Gumboro dapat menular akut pada ayam yang berusia 3 -4 minggu. Namun di daerah yang endemik kejadiannya pada minggu-minggu awal kehidupan yakni kurang dari umur 2 minggu. Ayam broiler yang terserang ditandai dengan peradangan berat bursa fabrisius dan bersifat immunosupresif yang merupakan lumpuhnya sistem pertahanan tubuh yang mengakibatkan turunnya respon ayam terhadap vaksinasi dan ayam-ayam menjadi lebih peka terhadap bakteri patogen lainnya. Penyakit gumboro dilaporkan paling sering menyerang ayam broiler dan ayam ras petelur, meskipun dapat juga menyerang ayam broiler.

Penyakit ini dapat menular melalui kontak langsung antara ayam yang sakit dengan ayam yang sehat. Disamping itu hasil ekskresi (manure) yang mencemari peralatan dan lantai kandang. Kandang yang tercemar menjadi sumber penularan yang optimal, untuk itu ayam yang diketahui memiliki gejala gumboro harus segera dipisahkan dari koloninya. Ayam yang terserang biasanya ditandai dengan gejala depresi, nafsu makan menurun, lemah, gemetar, sesak nafas, bulu-bulu meerinding dan kotor terutama bulu pada daerah dubur dan perut, selanjutnya akan terjadi mencret, feses berwarna putih kapur dan kematian yang terjadi akibat dehidrasi. Masa inkubasi penyakit ini belum diketahui secara jelas, sedangkan untuk infeksi percobaan inkubasi sangat pendek yakni 2-3 hari.

Untuk menanggulangi kejadian gumboro, yang pertama dilakukan peternak adalah harus memilih DOC yang baik, karena DOC yang memiliki kualitas jelek akan lebih rentan terhadap serangan penyakit dan memiliki pertumbuhan yang lambat, pakan juga harus dicermati, karena kadar mikotoksin yang tinggi pada pakan dapat berpengaruh pada ketahanan tubuh ayam, tingginya mikotoksin berkaitan dengan proses pemanenan, pengeringan, dan penyimpanan bahan baku pakan terutama biji-bijian. Untuk meminimalisir mikotoksin salah satunya adalah pengeringan hingga kadar air rendah, penambahan anti jamur pada saat penyimpanan, manajemen pemeliharaan sangat berpengaruh pada keberhasilan peternakan, untuk hasil yang baik dengan menciptakan kondisi yang nyaman bagi ayam agar terjaga dari stres lingkungan, kebutuhan ksigen harus dipenuhi, cemaran amonia yang minimal dan kualitas pakan yang baik, biosekuriti tidak hanya melakukan desinfeksi kandang dan lingkungan tetapi harus memperhatikan kondisi lingkungan sekitar seperti tata letak, lokasi farm, kandang dan bangunan kandang. Dengan melakukan hal-hal tersebut semoga peternakan anda selalu menghasilkan keuntungan yang maksimal.

Share this:
Share this page via Email Share this page via Stumble Upon Share this page via Digg this Share this page via Facebook Share this page via Twitter

drh admin

Admin ayambroiler.com at Ajairu Indonesia
Semoga semua artikel yang kami tulis bermanfaat untuk kesuksesan kita semua, amiin

salam broiler

Latest posts by drh admin (see all)

Comments

Powered by Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>