Penuhi Kebutuhan Mineral Ayam Broiler

Mineral sering dipandang sebelah mata oleh kebanyakan peternak, namun untuk memenuhi potensi genetik dari ayam, salah satu yang harus terpenuhi adalah kebutuhan mineral dalam pakan. Kasus defisiensi sendiri selalu ditemukan tiap tahun, sekalipun angkanya masih sangat kecil, yaitu 0,2 % dari total kasus penyakit ayam. Tapi mungkin saja jumlahnya akan terus bertambah, mengingat gejala yang terjadi sulit terlihat secara kasat mata.

Mineral sendiri adalah suatu senyawa anorganik yang menyusun ± 4 % tubuh ayam. Ketersediaannya harus disuplai dari luar, misalnya melalui ransum, karena tubuh ayam tidak dapat memproduksi dengan sendiri. Mineral anorganik banyak diproduksi dan tersebar di pasaran baik yang berbentuk campur (mineral mix), maupun bentuk tunggal (garam karbonat, garam klorida, garam sulfat, dan garam fosfat). Dalam perkembangannya, ada mineral organik, yaitu mineral anorganik yang digabungkan dengan senyawa organik seperti asam amino, asam organik atau polisakarida.

Dalam pakan ayam, kebutuhan mineral tidaklah dominan dan biasanya hanya berkisar 5-8 % dari total pakan. Namun yang perlu diketahui adalah kebutuhan ayam broiler modern jauh lebih tinggi dibandingkan dengan kebutuhan ayam zaman dahulu. Perbaikan genetik yang ada saat ini membut aayam pedaging lebih cepat tumbuh, agar target dapar tercapai maka ayam harus melakukan proses metabolisme dengan lebih cepat. Kondisi inilah yang menyebabkan kebutuhan mineral meningkat, karena ia berperan aktif dalam berbagai proses metabolisme tubuh seperti prekursor (bahan pembantu) kerja enzim, hormon, dan ion transport.

Kekurangan mineral dapat menyebabkan defisiensi, kasus defisiensi sendiri sulit didiagnosa dengan pasti karena kasus tersebut tidak menunjukkan gejala klinis maupun perubahan patologi anatomi. Meski demikian ada beberapa contoh kasus defisiensi mineral seperti defisiensi pada kalsium maupun fosfor pada ayam periode starter maupun grower bisa menyebabkan pertumbuhan tulang abnormal, meskipun pakan yang disediakan mengandung vitamin D3 yang cukup. Dapat juga memicu kelumpuhan serta kanibalisme pada ayam.

Dan beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum menghadapi defisiensi protein, antara lain adalah dengan memastikan kualitas ransum yang sesuai dan konsumsi ransum masuk sesuai dengan standart perusahaan pembibit, memastikan tidak ada gangguan teknis yang terjadi (seperti ayam kekurangan tempat ransum, ransum terlamabat diberikan, atau manajemen ransum yang salah), ayam yang terlihat sakit harus segera dipindah ke kandang khusus. Bila dirasa kualitas ransum kurang baik, maka perlu dilakukan suplementasi ransum untuk meningkatkan kualitas ransum.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *