Perlunya Memperbaiki Menejemen Kandang Ayam Broiler

Ayam broiler yang ada saat ini adalah hasil silang antara berbagai ayam di dunia yang memiliki sifat genetik kualitas unggul. Penyilangan ayam ini dilakukan oleh para ahli perunggasan dunia guna mendapatkan ayam broiler yang sesuai dengan kebutuhan manusia. Penyilangan sengaja dilakukan guna memenuhi kebutuhan akan daging ayam. Karena kebutuhan daging ayam yang terus meningkat maka para ahli perunggasan terus melakukan penelitian untuk mendapatkan ayam broiler dengan masa panen yang relatif lebih singkat dengan performa yang baik.

Industri ayam broiler sendiri sudah dikembangkan sejak 90 tahun yang lalu atau di tahun 1920an. Sampai saat ini para ahli perunggasan dunia masih terus melakukan penelitian untuk memperbaikan kualitas ayam broiler, baik dari segi genetik, dari segi perkembangan nutrisi unggas, perbaikan penampilan ayam, koversi pakan maupun penambahan bobot ayam. Demi mendapatkan performa yang terbaik dari ayam broiler, maka ada beberapa faktor atau karakteristik ayam yang dimaksimalkan (untuk tidak mengatakan dieksploitasi). Pemaksimalan pada satu karakter ini tentu akan memberikan efek pada karater yang lain. Karena sesungguhnya semua yang ada di alam ini telah Dia ciptakan dalam keadaan yang seimbang termasuk ayam. Namun karena “pemaksaan” yang dilakukan oleh manusia pada kondisi ayam maka terjadi perubahan-perubahan padanya.

Adanya “pemaksaan” atau intervensi manusia pada kehidupan ayam broiler ini akan berakibat pada munculnya berbagai macam penyakit yang gejala klinisnya bisa dideteksi bahkan menjadi wabah atau ledakan kasus. Misalnya saja penyakit berak darah dan CRD. Di alam bebas penyakit-penyakit ini tidak terdeteksi secara klinis apalagi sampai terjadi ledakan kasus.

Salah satu kondisi yang menyebabkan hal ini terjadi adalah proses pengandangan ayam broiler yang secara natural tinggal di alam bebas namun dikandangkan dalam satu tempat dengan populasi yang bisa dikatakan cukup padat. Tak heran jika kondisi ini berakibat pada mudahnya ayam broiler terserang penyakit dan mudahnya penularan penyakit di dalam kandang. Misalnya saja mikroplasma yang merupakan agen penginduksi CDR tidak bisa hidup terlalu lama di luar tubuh ayam, sehingga di alam bebas mikroplasma ini akan mudah mati. Selain itu kondisi kandang yang terlalu padat akan berakibat pada makin besarnya peluang ayam broiler mengkonsumsi ookisra yang bisa berakibat pada penyakit berak darah.

So, yang bisa peternak lakukan untuk mengurangi kemungkinan ayam broiler terserang penyakit adalah dengan memperbaiki menejemen kandang dan meningkatkan imunitas ayam.

Nah, sudahkah memperbaiki menejemen kandang?

Salam sukses ^^

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *