Persiapan Brooding Ayam Broiler

promo ayambroiler 2 photo promoweb2_zps82939340.jpg

Ayam broiler merupakan unggas yang telah mengalami rekayasa genetika secara lama sehingga genetik yang unggul dan dapat dipanen dalam waktu 35 sampai 40 hari. Pada manajemen pemeliharaan ayam secara komersial, pada umumnya adalah anak ayam yang diperoleh dari penetasan melalui mesin tetas. Oleh sebab itu, untuk menggantikan peran induk pada awal pemeliharaan anak ayam, perlu induk buatan agar mampu melindungi anak ayam dari cuaca buruk yang dapat mengganggu pertumbuhannya.

Brooding memiliki makna seperindukan, sehingga masa brooding merupakan masa dimana anak ayam masih membutuhkan induk buatan atau penghangat dan menjadi pondasi pertumbuhan ayam pada maasa berikutnya. Keberhasilan masa ini sangat menentukkan keberhasilan fase berikutnya sehingga pertumbuhan ayam dapat maksimal dan mendapatkan keuntungan optimal bagi peternak. Begitu pula sebaliknya, dengan kegagalan masa brooding akan menyebabkan kegagalan pada fase berikutnya sehingga produktifitas akan turun dan potensi genetik yang ada tidak akan muncul.

Masa brooding berlangsung antara umur 0 – 14 hari, karena pada umur tersebut, terjadi perkembangan sel yang meliputi saluran pencernaan, perkembangan saluran pernafasan dan perkembangan sistem kekebalan tubuh (imunitas). Sebelum membuat brooding, kandang dan peralatan kandang harus disiapkan terlebih dahulu. Beberapa langkah yang harus dilakukan adalah membersihkan kotoran dan sekam sisa yang ada dalam kandang, memasang tirai kandang dilakukan dengan cara menutup semua permukaan dinding kandang, mencuci kandang secara keseluruhan, mencuci dengan menggunakan detergen, tujuannya adalah membunuh mikroorganisme yang memiliki lapisan lunak yang berada pada luar tubuh ternak dan juga dapat menurunkan tegangan kotoran ayam yang ada pada permukaan dan dinding kandang, dilakukan penyemprotan desinfektan secara menyeluruh agar semua mikroorganisme mati, mengapur kandang, dengan cara kapur yang telah diencerkan dengan air dioleskan dengan kuas ke seluruh permukaan kandang, dan terakhir menebar sekam, sebelum dimasukkan ke kandang sekan terlebih dulu disemprot dengan NaOH atau desinfektan lainnya, setelah kering baru dimasukkan.

Setelah peralatan dan kandang telah siap, kegiatan selanjutnya adalah membuat brooding itu sendiri. Brooding sebaiknya disiapkan 3 hari sebelum ayam datang. Brooding yang baik haru mampu melindungi ayam dari angin, hujan, perubahan suhu yang mendadak dan serangan hewan liar. Ukuran brooding tergantung pada jumlah dan umur ayam yang dipelihara. Semakin besar dan semakin banyak jumlah ayam, maka brooding harus diperluas. Pelebaran chick guard dapat dimulai sejak umur ayam 4 hari sesuai dengan pertumbuhan dan kepadatan ayam. Serangkaian sistem yang mendukung brooding antara lain heater, chick guard (sekat), tempat pakan dan minum, litter, pencahayaan, suhu dan kelembaban sirkulsi udara dan kepadatan brroding.

Perhatian perlu difokuskan pada heater atau pemanas supaya mampu menghasilkan panas yang cukup, terfokus dan stabil. Adapun beberapa hal yang diperhatikan dalam memilih pemanas adalah mudah mengoperasikan, suhu stabil, bahan baku tersedia dan biaya yang murah. Ada banyak jenis pemanas yang dapat digunakan, namun yang paling efisien adalah pemanas gas meskipun biaya pengadaan relatif mahal. Sekat (chick guard) memiliki fungsi membantu agar panas dari brooding terfokus dan tidak menyebar keseluruh ruangan kandang. Sedangkan fungsi lain dari sekat adalah melindungi anak ayam dari terpaan angin dan hewan liar. Idealnya berbentuk melingkar ataupun elips. Sedangkan lantai kandang (litter), berfungsi untuk menampung dan menyerap air dari feses, meminimalkan terjadinya lepuh dada dan kaki serta dapat menjaga kehangatan kandang brooder. Bahan untuk litter sendiri haruslah memiliki kemampuan menyerap air, tidak berdebu dan harganya murah. Tempat pakan dan minum dapat berasal dari bahan bekas disekitar, namun banyak juga di poultry shop. Pencahayaan optimal perlu dilakukan selama masa brooding, karena dapat menstimulasi ayam untuk selalu mengkonsumsi ransum. Sirkulasi udara perlu diiatur melalui tutup buka tirai, namun perlu dipertimbangkan kondisi lingkungan terutama suhu dan kecepatan angin. Kepadatan kandang yang terlalu padat dapat menurunkan ketersediaan oksigen dan meningkatkan amoniak. Dapat mempengaruhi aktivitas ayam dan meningkatkan persaingan ayam serat berpotensi meningkatkan kanibalisme.

Share this:
Share this page via Email Share this page via Stumble Upon Share this page via Digg this Share this page via Facebook Share this page via Twitter

drh admin

Admin ayambroiler.com at Ajairu Indonesia
Semoga semua artikel yang kami tulis bermanfaat untuk kesuksesan kita semua, amiin

salam broiler

Comments

Powered by Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>