Tag Archives: ayam broiler

Brooding Ayam Broiler

Pada ayam pedaging, masa brooding merupakan periode pemeliharaan dari DOC hingga umur ayam 14 hari dengan menggunakan pemanas buatan untuk menjaga kondisi ayam tetap nyaman. Masa brooding berpengaruh pada pada performance ayam broiler pada fase pemeliharaan berikutnya. Kesalahan pada masa brooding seringkali berakibat negatif pada pertumbuhannya dan seringkali tidak bisa dipulihkan. Untuk meminimalisir kegagalan sistem brooding, perlu diperhatikan suhu efektif. Selama ini peternak terpaku pada pencapaian suhu maksimal saja. Kita perlu mengetahui suhu efektif yang benar-benar dibutuhkan ayam. Berbeda dengan suhu terukur, suhu efektif adalah suhu yang benar-benar dirasakan ayam dan sangat bergantung pada kelembaban relatif.

Membicarakan kombinasi suhu dan kelembaban relatif (%RH), maka kita kan bicara tentang Heat Stress Index. Heat Stress Index merupakan suatu index yang menjadi ukuran tingkatan dimana ayam masih dapat beradaptasi atau tidak terhadap kondisi cuaca. Heat stress yang ditolerir oleh ayam adalah 160, artinya apabila angka melebihi 160 akan mengalami megap-megap. Dan bila angka heat stress dibawah 160 ayam masih dapat beradaptasi.

Pada masa brooding, terjadi peralihan kekebalan pasif yang berasal dari induk ke kekebalan aktif milik anak ayam. Kekebalan pasif berasal dari penyerapan kuning telur selama periode pengeraman dan beberapa hari setelah menetas. Kekeblan pasif sangat ampuh untuk mencegah infeksi pada ayam, namun jangka waktunya pendek. Oleh karena itu, diperlukan kekebalan aktif. Terbentuknya kekbalan aktif dalam tubuh anak ayam akan berdampak pada perkembangan optimal dari organ-organ seperti limpa, thymus, bursa fabricus, peyer patches dan sebagainya. Semetara sistem pencernaan mengalami perkembangan pesat ditunjukkan oleh organ pencernaan seperti lambung, tembolok, usus, hati, pankreas dan sebagainya baik pada ukuran maupun panjangnya. Untuk vili usus, perkembangan yang baik ditunjukkan dengan ukuran vili yang panjang, besar, jumlah banyak dan seragam.

Seiring pertambahan umur ayam, terjadi pertamabahan massa, tebal, dan panjang tulang. Pembentukkan kerangka tubuh yang optimal akan mampu menopang perkembangan organ lain. Selain itu akan menekan terjadinya afkir karena patah tulang atau kelumpuhan. Ayam tidak mampu mengatur suhu tubuhnya selama 5 hari pertama dan belum optimal mengatur suhu selama umur 2 minggu. Oleh karena itu, kondisi brooding yang baik akan membuat ayam nyaman dan perkembangan optimal. Kunci utama dari brooding ayam ada 3 fase, yakni persiapan kandang, penyambutan DOC, dan manajemen brooding yang benar.

Tanggulangi Bahaya CRD pada ayam broiler anda

Kondisi lingkungan menjadi salah satu faktor penyebab munculnya CRD di lapangan. Perubahan cuaca akhir-akhir ini menjadi indikator munculnya berbagai penyakit. Pertumbuhan populasi unggas semakin banyak dari tahun ke tahun walaupun ada berbagai kendala yang dihadapi. Kendala yang dihadapi oleh peternak rakyat adalah berbagai macam penyakit yang menyerang, salah satunya adalah CRD (Chronic respiratory disease). Kejadian CRD pertama kali muncul dan dilaporkan oleh Richey dan Dirdjosoebroto tahun 1965. Crd menyerang sistem kekebalan tubuh, dan merugikan bagi peternak. Sehingga ayam yang terserang gagal memperoleh imunitas yang diperoleh dari vaksinasi. Selain itu, ayam yang terinfeksi memiliki sifat karier sehingga wilayah peternakan tersebut menjadi daerah endemik.

Penyakit yang disebabkan oleh bakteri Mycoplasma gallisepticum ini masih tersebar luas sampai saat ini. Kerugian ekonomi yang ditimbulkan bukan dikarenakan kematian yang tinggi melainkan oleh terhambatnya kenaikan bobot badan pada ayam potong, turunnya nilai jual ayam, produksi telur menurun pada ayam petelur, naiknya konversi pakan dan tingginya biaya pengobatan. Morbiditas penyakit dapat mencapai 100% tetapi angka kematian (mortalitas) rendah kecuali terjadi infeksi sekunder. Kejadian berulang pada CRD berawal dari sistem pemeliharaan yang tidak tepat. Kualitas DOC yang buruk akan membuat ayam rentan terhadap penyakit, penyakit pernafasan terjadi karena suplai oksigen yang kurang memadai di lokasi peternakan.

Untuk meningkatkan imunitas dari ayam yang anda pelihara, kami memiliki produ bernama Imunomax yang berguna mengaktifkan sistem imun ayam sehingga ayam memiliki daya tahan terhadap penyakit, fungsi lainnya adalah menghambat pertumbuhan bakteri patogen, mengikat mikotoksin yang ada selama penyimpanan pakan, menjaga dan memelihara vili usus untuk penyerapan nutrisi yang optimal dan mengembalikan keseimbangan mikroflora saluran pencernaan. Namun, jika CRD masih muncul pada peternakan yang anda kelola, ada produk MAX-X yang merupakan obat CRD, ngorok, cekrek dan juga snot yang ampuh dan telah terbukti mampu mematikan sumber pathogen penyebab ngorok. MAX-X bekerja langsung pada sumber infeksi pada saluran pernapasan unggas yang terserang bakteri/pathogen jahat.

untuk info order MAXX anda bisa menghubungi 085743647769

 

Vaksinasi dan Biosecurity Ayam Broiler

vaksin ayam broilerSebelum melakukan vaksinasi, vaksin yang akan digunakan harus disimpan pada suhu dingin antara 2-8o C dan terhindar dari panas maupun sinar matahari langsung. Apabila hendak memindahkan vaksin ke tempat lain, vaksin harus ditempatkan pada wadah yang memiliki daya isolasi yang tinggi terhadap suhu luar, misalnya pada termos atau sterofoam box dengan diberi es batu di dalamnya. Pemilihan vaksin harus dengan jenis dan dosis yang tepat dan belum kadaluarsa. Ayam yang divaksin haruslah dalam keadaan yang sehat, karena akan berakibat buruk pada ayam. Lakukan vaksinasi pada suhu yang ideal (dibawah 290 C). Gunakan wadah yang terbuat dari plastik dan hindari penggunaan wadah berbahan logam. Air yang digunakan saat vaksinasi harus segar, pH anatar 6,5 – 7,7, bebas dari klorin dan desinfektan. Tempat dan alat vaksin harus dicuci dengan air biasa. Tata laksana dan prosedur vaksinasi harus dilakukan dengan benar, dan yang terpenting adalah vaksinasi yang berpengalaman dan terlatih. Segera berikan multivitamin setelah ayam divaksin agar dampak stress tidak terlalu parah.

Vaksin dapat dilakukan dengan berbagai cara, diantaranya adalah melalui air minum. Sebelum pemberian hentikan pemakaian klorin dan desinfektan air minum selama 24 jam. Ayam dipuasakan 1-2 jam sebelum vaksinasi, untuk suhu diatas 300 C sebaiknya 1 jam saja. Disiapkan air, susu skim, dan vaksin sesuai dosis yang ditentukan dan jumlah air yang diberikan adalah sejumlah air yang diminum ayam selama 1-2 jam. Untuk setiap ekor ayam membutuhkan 1 liter air untuk setiap umur ayam. Setelah jumlah air telah ditentukan, dimasukkan susu skim sebanyak 2 gram per liter air. Untuk dareah beriklim panas disarankan ditambahkan es batu. Apabila air yang digunakan kualitasnya tidak bagus, disarankan merebus dulu air yang akan digunakan vaksinasi atau dengan meningkatkan dosis susu skim. Segera campurkan vaksin ke air yang telah ditentukan, aduk hingga merata dan segera tuang ke tempat minum yang disediakan. Lakukan kontrol distribusi vaksin agar pembagian vaksin merata. Caranya dengan menghitung jumlah larutan vaksin yang harus dituangkan di setiap tempat minum. Botol dan tutup botol bekas vaksin dibakar atau direndam dalam desinfektan.

Sedangkan untuk vaksin tetes, perlu diperhatikan adalah proses penetesannya harus tepat, dan vaksin harus terserap sempurna ke kelopak mata. Ayam jangan dilepaskan terlebih dahulu sebelum tetesan belum terserap sempurna. Perlu dihindari penjaringan terlalu banyak saat vaksinasi, karena terlalu lama menunggu akan menyebabkan stress pada ayam. Untuk meningkatkan efektifitas vaksin, larutan vaksin sebaiknya dibagi ke beberapa alat penetes sesuai jumlah vaksinator, usahakan vaksin habis dalam waktu 30 menit. Untuk vaksin tetes, sebelum melakukan vaksinasi dicek fungsi injektor. Jika rusak sebaiknya jangan digunakan dan bila kotor dicuci dengan air hangat. Vaksin yang dikeluarkan dari kulkas ditunggu lebih dulu sampai suhu mendekati suhu ruangan. Sebelum dan saat vaksinasi, lakukan pengocokan botol vaksin agar menghindari pengendapan.

Selain melakukan vaksinasi, biosecurity yang baik dapat menjaga kesehatan ayam. Kandang yang ideal minimal berjarak 1 km dari perkampungan atau peternakan lainnya. Lokasi peternakan harus dipagari sekelilingnya, untuk mencegah masuknya pengunjung atau unggas liar masuk. Adanya jalur khusus untuk memnuhi kebutuhan ayam, agar petugas kandang tidak sembarangan lewat. Bangunan kandang harus didesain agar burung ataupun binatang liar tidak dapat masuk. Sumber air haruslah tertutup dan dilakukan pemeriksaan kualitas secara rutin. Peralatan yang tidak dipakai, kotoran, sisa pakan, dan sampah harus dibuang jauh dari kandang. Rumput liar dan semak harus dibersihkan sekitar 15 m agar tidak menjadi sarang penyakit. Batasi orang yang keluar masuk lokasi kandang. Penyemprotan desinfekstan dan pencelupan kaki dilakukan setiap orang yang keluar masuk kandang. Dilakukan kontrol pada kandang ayam mulai dari yang paling muda sampai paling tua. Semua peralatan yang masuk harus melalui proses sanitasi. Kandang diistirahatkan minimal 2 minggu dan kandang dalam keadaan bersih. Pembasmian serangga dan tikus dilakukan secara rutin.

Manajemen ayam broiler : Persiapan Kandang Ayam Broiler

Dalam memulai pemeliharaan ayam broiler, sebelum DOC masuk ke kandang perlu dilakukan pembersihan dan istirahat kandang minimal 14 hari untuk mengurangi resiko bakteri maupun virus. Langkah pertama persiapan adalah pencucian peralatan kandang langkah- langkanya adalah : bilas tempat pakan dan minum dengan detergen setelah dibilas kemudian direndam dengan larutan desinfektan, bila perlu galon dan selang minum direndam dalam larutan asam sitrat 100-300 gram per 100 liter air selam 12 jam dan dibilas bersih, pipa, selang dan tower juga dibersihkan dengan asam nitrat seperti dosis gallon, dilakukan dengan mengisi penuh tower dengan larutan asam sitrat, ujung pipa dibuka hingga larutan mengalir ke ujung, tutup pipa dan diamkan selama 12 jam. Dibilas dengan air bersih dan pastikan bersih dari kotoran (sisa obat, lumut, lendir, dll). Penyekat DOC dicusi dengan desinfektan dan dibilas sampai bersih. Untuk tirai, tirai plafon, tirai sekat, tirai alas, tirai bawah direndam dan dicuci dengan detergen, dibilas hingga bersih kemudian didesinfeksi agar semua bersih dan higienis serta bebas dari kuman maupun bakteri.

Setelah peralatan kandang dipastikan bersih dan higienis, giliran kandang yang dilakukan pembersihan secara menyeluruh. Pertama, kotoran yang ada dikandang dibuang ke tempat yang jaraknya jauh dari areal kandang, gumpalan kotoran yang ada pada kandang juga harus dikerok sampai bersih. Kandang yang terdapat kutu maupun serangga sebaiknya diberikan insektisida sebelum dilakukan pencucian kandang. Lantai dan dinsing kandang dibasahi dengan larutan detergen sebanyak 1 kg untuk 100 liter air dan didiamkan selam 1 jam agar saat pencucian menjadi lebih mudah. Kemudian sikat seluruh bagian kandang dan bilas dengan air bersih sampai tidak ada kotoran lagi. Bersihkan rumput dan semak di sekitar kandang agar tidak menjadi sarang penyakit, kegiatan ini perlu dilakukan rutin tidak hanya sebelum pemeliharaan. Lantai tanah, tanah dibawah kandang panggung dan parit perlu disiram dengan larutan soda api 2 kg per 100 liter air, sebaiknya menggunakan gembor air, karena bila menggunakan sprayer soda api dapr menyebabkan korosi. Lantai serta dinsing kandang diberi kapur dengan dosis 1 kg per 10 m2dan dosis 15 m2 untuk slat dan panggung. Tirai kandang dipasang baik luar maupun dalam, tirai untuk brooding jangan sampai bocor. Peralatan yang telah dibersihkan dimasukkan ke dalam kandang dan didesinfeksi secara menyeluruh dengan formalin 40% dosis 5 liter untuk 95 liter air kemudian kandang diistirahatkan minimal 14 hari. Selama istirahat kandang, dilakukan pengecekan terhadap pemanas serta seluruh sarana penunjang seperti sumber air, bak air, instalasi listrik, dan lain-lain.

Sebelum DOC datang, kandang ditaburi dengan sekam pada lantai dengan ketebalan 3-5 cm. Tempat paka, minum, chick guard, lampu serta pemanas harus terpasang 2 hari sebelum ayam masuk kandang. Tinggi chick guard yang baik adalah 40-50 cm, dapat terbuat dari seng, kayu atau bambu. Pemanas diletakkan ditengah chick guard dengan ketinggian 1,25 cm, perhatikan arah pans dan temperaturnya. Pemakain koran diatas liter hanya 1 lapis dan dipaki pada hari pertama saja. Insensitas cahaya dalam kandang minimal 20 lux, atau setara dengan 10 watt atau 60 watt lampu per chick guard dengan ketinggian 170 cm. Untuk petugas yang keluar masuk kandang disediakan celupan desinfektan atau hand sprayer. Setelah semua persiapan telah dilakukan, desinfeksi ke seluruh bagian kandang harus dilaksanakan.

Sebelum DOC masuk, kandang perlu dipanaskan selam 2 jam, agar temperatur brooding stabil dan liter sudah dalam keadaan hangat. Siapkan pakan dan air minum, untuk air minum yang disarankan adalah air gula 2-3% (20-30 gram gula per liter air). DOC yang cacat dapat langsung dikeluarkan, sedangkan DOC yang masih lemas dapat dibantu minum dengan mencelupkan paruh ke air minum. Amati tingkah laku ana ayam di chick guard, lakukan evaluasi crop fill, dalam 6 jam minimal 80 % tembolok berisi pakan dan air, dan setelah 12 jam berisi 100 %. Perhatikan tembolok ayam, kondisi tembolok tidak boleh terlalu encer atau keras, hal itu berkaitan dengan temperatur dan ketersediaan pakan. Amati kondisi secara menyeluruh, bila perlu chick guard diketuk secara perlahan agar ayam aktif makan.

call / wa 082233540789 / 082300015354

Manajemen Pemeliharaan Ayam Broiler Periode Starter

Dalam masa 3 hari pertama pemaliharaan ayam broiler, mereka harus dipaksa untuk aktif makan dan minum. Dan jika perlu diketuk chick guard secara perlahan agar ayam aktif sesering mungkin. Pakan sisa harus diayak terlebih dahulu sebelum diberikan ke ayam, tetapi tidak boleh bercampur dengan pakan baru. Tempat pakan harus selalu dibersihkan sebelum pemberian pakan baru. Mulai umur 2 hari tempat minum ayam harus digantung dan tingginya disesuaikan dengan tinggi ayam. Untuk pengenalan pakan yang digantung dilakukan pada usia ayam 8 hari sehingga pada usia 10 hari ayam telah mengenal tempat pakan gantung dan pada umur 12 hari seluruh tempat pakan sudah diganti dengan model gantung. Selepas masa brooding, pakan yang diberikan adalah 2 kali dalam sehari dan tingginya sesuai tembolok ayam. Untuk tempat minum otomatis, pada usia 10 hari, permukaan air yang dianjurkan adalah 0.6 cm di bawah bibr drinker, sedangkan setelah 10 hari, permukaan air 0.6 cm dari dasar drinker. Tidak hanya kualitas pakan yang diperhatikan, tetapi jenis DOC sangat mempengaruhi feed intake maupun PBB nya.

Dengan semakin besarnya ayam, maka dilakukan pelebaran sekat secara bertahap. Pada umur 3 hari sudah mulai dilakukan pelebaran. Pelebaran diikuti dengan penambahan serta pengaturan tempat pakan dan minum, posisi pemanas diatur agar persebaran panas merata. Sebaiknya pada setiap brooder diberikan termometer untuk memantau suhu, tetapi untuk mengetahui kenyamanan ayam yang paling tepat adalah dengan mengamati perilaku ayam dalam kandang. Pemanas dipakai dalam kandang sampai umur 14 hari, bila suhu dingin dapat diperpanjang, begitu pula sebaliknya bila kondisi panas maka perlu dimatikan. Litter yang digunakan telah kering sebelumnya dan telah didesinfeksi.

Pada kandang panggung pergantian litter dilakukan pada umur 8-10 hari. Untuk pembukaan cover flaat pada umur 18 hari untuk daerah panas dan pada 21 hari pada daerah bersuhu dingin. Pembukaan dilakukan secara bertahap mulai 25%, 50%, 75% sampai terbuka semuanya dan tirai samping harus sudah terpasang saat pembukaan cover flat. Sedangkan untuk kandang postal atau double deck. Ketebalan dari litter adalah 3-5 cm, dan dilakukan sesuai jadwal. Pada umur sebelum 8 hari dilakukan pergantian litter, umur 8-10 hari sudah diganti 100%, pada umur 16-17 hari diganti yang menggumpal saja, pada umur 21-25 hari diganti seluruhnya dan pada umur 28-finisher dilakukan sistem tabur. Setelah pengerukan dan pergantian litter selesai, posisi ayam digeser ke litter baru dan dilakukan pergantian pada sisi lainnya.

Pada masa brooding ventilasi perlu diperhatikan, saat temperatur terlalu panas dilakukan pembukaan tirai sebagai berikut : buka tirai plafon – buka tirai mulai ata ke bawah – jika masih panas buka tirai luar pada sisi yang berlawanan dengan mata angin – jika dirai telah dingin, lakukan penutupan tirai seperti urutan sebelumnya. Sedangkan selepas masa brooding, pembukaan tirai samping dilakukan dari atas ke bawah dengan urutan : buka tirai yang berlawanan dengan mata angin, pembukaan dilakukan secara bertahap sesuai dengan kondisi ayam, jika pembukaan tirai samping belum cukup maka dapat dilakukan pembukaan tirai bawah dengan membuka dulu tirai yang berlawanan dengan arah angin.

Untuk pencahayaan, sebagai patokan untuk setiap chick guard minimal diberi 10 waat atau 60 watt lampu pijar dengan ketinggian 170 cm, dapat ditambah sesuai kebutuhan. Jika pada siang hari gelap, dapat terus dinyalakan agar tidak mengganggu feed intake maupun water intake. Mulai ayam berumur 4 hari, dibuat suasana gelap selama 1-2 jam untuk produksi hormon pertumbuhan dan sebagai antisipasi bila terjadi lampu padam pada malam hari agar ayam tidak mati menumpuk.

Cegah Gumboro dari Awal pada peternakan ayam anda

Salah satu penyakit yang mempengaruhi keberhasilan peternakan ayam broiler maupun jenis ayam lain adalah penyakit gumboro. Penyakit ini sangat merugikan peternakan karena penyakit gumboro akan menimbulkan kematian pada anak ayam, peningkatan ayam afkir dan penurunan pertumbuhan karena berbagai penyakit dan stres lingkungan. Berbagai aspek seperti stress lingkungan, biosekuriti, kandang dan lokasi kandang yang kurang ideal dapat mendukung terjadinya penyakit gumboro.

Program vaksinasi yang teratur mutlak diperlukan untuk menanggulangi penyakit ini, namun kebanyakan peternak kurang optimal sehingga kasus gumboro masih saja terjadi. Vaksinasi dapat efektif mencegah karena gumboro merupakan penyakit yang bersifat imunosupresi dikarenakan virus gumboro dapat merusak morfologi dan fungsi organ limfoid primer terutama bursa fabricius. Rusaknya jaringan tersebut mengakibatkan tidak optimalnya pembentukkan antibodi, sehingga kepekaan terhadap berbagai agen penyakit akan meningkat.

Untuk mengurangi atau mengantisipasi kejadian gumboro terjadi, anda dapat mencegah penyakit ini sejak awal pemeliharaan dengan melakukan persiapan kandang yang merupakan tips ampuh untuk mengurangi jumlah virus gumboro di lapangan. Adapun cara yang dapat dilakukan sebagai berikut :

1. Pembersihan kandang
Lakukan pembersihan kandang sisa pemeliharaan, termasuk sisa pakan dan feses seluruhnya. Pembersihan dapat dilakukan dengan menyikat semua bagian kandang dengan detergen. Jangan biarkan feses dan sisa litter menumpuk di sekitar kandang karena menjadi obyek pertumbuhan virus.

2. Desinfeksi
Desinfektan hanya bekerja bila terjadi kontak langsung dengan bibit penyakit. Oleh karena itu, disarankan saat melakukan desinfeksi sebaiknya menggunakan jetspray (penyemprotan air bertekanan). Dengan metode itu, cairan desinfektan akan dapat masuk ke pori-pori dinding maupun lantai kandang. Karena merupakan salah satu tindakan biosekuriti. Desinfeksi kandang tidak akan optimal bila dilakukan secara seadanya.

3. Istirahatkan kandang
Ini merupakan ritual wajib yang harus dilakukan peternakan ayam, istirahat kandang minimal 14 hari dan bertujuan untuk memutus siklus hidup virus gumboro. Apalagi bila pernah terjadi penyakit gumboro di tempat itu maka pengistirhatan kandang bisa lebih lama. Jika kandang masih ada sisa-sisa kotoran lama dapat menyebabkan kejadian gumboro berulang. Oleh karena itu, pembersihan kandang harus dilakukan secara sempurna.

4. Kendalikan vektor gumboro
Lakukan pembersihan secara teratur terhadap rumput dan semak di sekitar kandang. Usahakan tidak ada genangan air dengan memebersihkan selokan hingga alirannya lancar. Perlu penyemprotan insektisida untuk mengeliminasi vektor serangga, kumbang dan nyamuk yang menyebarkan virus gumboro.

Penanggulangan penyakit gumboro memang bukan hal yang mudah untuk dilakukan. Selain langkah vaksinasi, biosekuriti, dan manajemen kandang yang baik sangat berperan untuk mencegah penyakit gumboro. Intinya adalah maksimalkan persiapan kandang dengan baik agar kejadian gumboro tidak menyerang.

Penyakit pada Ayam Broiler

Ada berbagai penyakit yang dapat menjangkiti ayam broiler, diantara penyakit yang sering menyerang adalah tetelo, gumboro, ngorok, berak kapur dan hama tungau. Adapun penyakit ngorok merupakan penyakit utama dari ayam broiler. Untuk itu, perlu adanya pengetahuan oleh para peternak agar terhindar dari penyakit tersebut yang dapat menghambat pertumbuhan bahkan dapat menyebabkan kematian massal, bila tidak ditangani dengan benar.

Salah satu cara untuk pencegahan penyakit yang biasa dilakukan adalah dengan cara vaksinasi. Sebenarnya vaksinasi sendiri adalah pemasukan bibit penyakit yang dilemahkan ke tubuh ayam untuk menimbulkan kekebalan alami. Salah satu vaksinasi yang penting adalah vaksinasi tetelo. Vaksinasi biasa dilakukan pada ayam berumur empat hari dengan metode tetes mata dengan vaksin ND strain B1, dan pada umur 21 hari dengan vaksin ND Lasotta melalui suntikan atau air minum.

Selain itu, sanitasi kandang yang baik juga dapat mencegah perkembangbiakan penyakit. Sanitasi kandang dapat dilakukan setelah panen. Dilakukan dengan bebebrapa tahap, yaitu pencucian kandang dengan air hingga kotoran yang tersisa dari pemeliharaan sebelumnya tidak ada. Tahap kedua, yaitu pengapuran di dinding dan lantai kandang. Untuk menyempurnakan proses sanitasi dilakukan penyemprptan dengan formalin, bertujuan untuk membunuh penyakit. Setelah itu, dibiarkan antara 10-14 hari sebelum budidaya kembali untuk memutus siklus hidup virus dan bakteri, yang tidak mati oleh perlakuan sebelumnya.

Berikut ini beberapa penyakit yang sering menyerang ayam broiler :

1. Tungau (Kutuan)
Gejala dari penyakit ini adalah ayam gelisah, sering mematuk dan mengibaskan bulu karena gatal pada tubuhnya, nafsu makan turun, pucat, dan kurus. Adapun cara pengendaliannya adalah : sanitasi lingkungan kandang yang baik, ayam yang sakit segera dipisahkan dengan ayam yang sehat, fumigasi atau pengasapan menggunakan insektisida yang mudah menguap seperti Nocotine sulfat atau Black leaf 40.

2. Tetelo (Newcastle Disease)
Penyakit ini disebabkan oleh virus paramyxo yang menggumpal dalam sel darah. Gejala-gejala dari penyakit ini adalah ayam sering megap-megap, nafsu makan turun, diare, dan senang pada tempat yang hangat. Setelah 1-2 hari terjangkit muncul gejala seperti kaki lumpuh, leher terpluntir, dan ayam berputar-putar hingga mati. Ayam yang terserang tetelo sebaiknya dapisah karena dapat menular melaui kotoran dan pernapasan.

3. Gumboro (Infectious Bursal Disease)
Merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus golongan Reovirus yang menyerang sistem kekbalan tubuh ayam broiler. Gejala diawali dengan timbulnya diare, nafsu makan menurun, ayam bergerak tidak teratur, tubuh bergetar, dan peradangan di sekitar dubur. Tetelo sering menyerang pada ayam berumur 36 hari. Belum ada penyakit yang dapat menyembuhkan penyakit ini. Satu-satunya adalah dengan melakukan pencegahan melalui vaksin Gumboro.

4. Penyakit Ngorok (Chronic Respiratory Disease)
Merupakan infeksi saluran pernafasan yang disebabkan oleh bakteri Myoplasma Gallisepticum. Gejala yang timbul adalah ayam bersin, ingus dari hidung, dan ngorok saat bernafas. Jika menyerang ayam muda, penyakit ini meneyebabkan tubuh lemah, sayap terkulai, mengantuk, dan kotoran berwarna hijau, kuning, keputih-putihan. Penularan dapat melalui pernafasan dan lendir atau melalui perantara lain.

5. Berak Kapur (Pullorum)
Penyakit ini mudah terlihat dari warna kotoran yang ada terlihat diare pada ayam berwarna putih dan setelah kering menjadi serbuk putih. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Salmonella pullorum. Kematian dapat terjadi setelah ayam 4 hari terinfeksi. Penularannya melalui kotoran. Pengobatan penyakit ini belum begitu memuaskan.

Obat-obatan untuk mengatasi penyakit pada ayam broiler antara lain antibiotik, vaksin, dan vitamin. Sebenarnya obat-obatan adalah pendukung. Sanitasi dan tata laksana pemeliharaan yang benar adalah yang utama. Obat-obatan yang bagus dan mahal tidak akan ada gunanya apabila manajemen pemeliharaannya buruk.

Suplemen obat vitamin herbal yang efektif mendongkrak performa ayam broiler

suplemen ayam broiler vitamaxAyam broiler terkenal memiliki produktifitas yang tinggi. Banyak suplemen,vitamin,herbal atau biasa orang menyebut dengan istilah obat yang berfungsi untuk memacu pertumbuhan ayam broiler beredar dipasar. Tentu kita harus cukup jeli untuk memilih produk suplemen atau vitamin untuk digunakan pada peternakan ayam broiler yang kita miliki. Anda pasti ingin mendapatkan hasil optimal untuk peternakan ayam broiler anda, performa ayam broiler yang baik dan juga keuntungan yang baik pula.

Indikasi performa yang baik bisa dilihat adalah diawal masa brooding, bobot pada minggu pertama minimal adalah 4 x bobot saat DOC datang. FCR atau feed convertion ratio kecil, bobot diatas standar atau sesuai FCR dan juga kematian yang kecil. Usahakan kematian dibawah 3% agar performa ayam broiler anda bisa baik.

Setiap hari ada ribuan peternak yang memberikan supplemen, obat, vitamin  untuk ternak ayam broiler mereka, namun hanya sedikit peternak ayam broiler yang tahu apa yang sebenarnya terkandung dalam supplement yang telah mereka berikan. Karena sebagian besar produsen dan distributor supplemen, obat , vitamin ini tidak memerlukan standarisasi dalam proses produksi maupun penjualan. Kita sebagai konsumen, perlu mendapat pendidikan tentang produk-produk yang akan Anda beli agar setiap rupiah yang Anda keluarkan benar-benar memberikan manfaat bagi peternakan ayam broiler  Anda.

Besarnya gr atau milligram dalam setiap kandungan suplemen belum tentu menunjukkan kualitas yang baik, mg lebih kecil belum tentu memiliki kemampuan yang lebih rendah pula. Tentu yang menentukan adalah kemampuan serap hewan ternak terhadap dalah satu kandungan zat dalam suplemen ayam broiler.  Sebagai contoh : suplemen X mengandung iron ( iron sulfat ) 20 mg dan suplemen Z memiliki kandungan 5 mg iron amino acid chelated .Iron sulfat (FeSO4) merupakan salah satu sumber zat besi (Fe) yang banyak digunakan dalam supplement peternakan. Iron sulfat memiliki tingkat penyerapan sangat rendah (± 4%) dan zat besi yang terserap dari iron sulfat tidak digunakan dengan baik oleh ternak. Di lain pihak, iron amino acid chelate memiliki tingkat penyerapan 70-75%, lebih tinggi daripada iron sulfat.

Ini berarti, Supplement Z yang mengandung 5 mg zat besi dalam bentuk iron amino acid chelate akan mensuplai 3.50 – 3.75 mg zat besi, lebih tinggi daripada Supplement B yang hanya mensuplai 0.8 mg zat besi (4% tingkat penyerapan iron sulfat X 20 mg jumlah zat besi).

Dan, dibutuhkan setidaknya 1.500 mg vit. C dalam bentuk ascorbic acid (supplement X) untuk menyamai dosis efektif dari 5.7 mg vit. C dalam buah jeruk (supplement Z). (Sumber: Nature, June 22, 2000-Vol 405, pg. 903-904)

Contoh diatas semoga bisa membawa anda untuk lebih bijak memilih suplemen, obat vitamin untuk peternakan ayam broiler anda. Ada banyak suplemen yang beredar di pasar namun pastikan anda hanya menggunakan produk VITAMAX untuk memacu pertumbuhan ayam broiler anda. Smoga vitamax mampu mendongkrak performa ayam broiler anda.

 

 

pentingnya manajemen ternak ayam broiler

Tayam broilerernak ayam broiler memiliki potensi yang memang bagus asal dikelola dengan baik, banyak faktor yang perlu dipelajari agar usaha ternak ayam broiler yang kita jalankan menguntungkan. Setiap peternak ayam broiler pasti menginginkan ayam broilernya menguntungkan setelah panen. Keuntungan bisa diraih asal kita berusaha seoptimal mungkin.

Manajemen pemeliharaan menjadi hal yang sangat penting untuk kesuksesan dalam berternak ayam broiler. namun selain manajemen tentu juga faktor-faktor lain tetap penting agar ternak ayam broiler yang sedang anda jalankan sukses. Manajemen menjadi hal pokok yang harus benar-benar diperhatikan supaya semua berjalan lancar. Jika manajemen dalam budidaya ayam broiler baik biasanya hasil akan mengikuti, walaupun tidak mutlak.

Yang perlu diperhatikan dalam manajemen ayam broiler anda:

Kandang dan sanitasi kandang ayam broiler

Kandang dan sanitasi kandang sangat penting diperhatikan untuk kesuksesan ternak ayam broiler anda. Jika kandang dalam kondisi prima, desinfeksi kandang optimal, sanitasi kandang bersih, terhindar dari kemungkinan datangnya penyakit. Usahakan kandang tidak ada yang bocor, sirkulasi udara yang baik, pencahayaan yang cukup supaya ayam nyaman dan bisa tumbuh  optimal.

Peralatan kandang ayam broiler

manajemen peralatan kandang menjadi penting agar semua kebutuhan ayam broiler bisa tercukupi, jumlah tempat minum cukup, jumlah tempat makan cukup, kebersihan alat kandang terjaga, efisiensi peralatan kandang sepeti menggunakan babychick feeder pada ayam broiler saat masa brooding.

DOC ayam broiler

memilih DOC yang berkualitas menjadi hal penting dalam kesuksesan manajemen ayam broiler anda. Penerapan manajemen kandang akan berbeda perlakuan setiap DOC, karena kondisi DOC tiap periode biasanya berbeda. manajemen pemeliharaan pada masa brooding 14 hari pertama menentukan hasil akhir pada masa selepas brooding. pertumbuhan optimal jika manjemen saat brooding optimal.

Pakan ayam broiler

manajemen pemberian pakan dan juga pemilihan kualitas pakan sangat berpengaruh pada performa ayam broiler anda. Anda perlu mencoba beberapa altternatif pemberian pakan pada ayam broiler anda untuk menemukan performa terbaik.

OVK + Suplemen ayam broiler

Manajemen pemberian dan pemilihan obat,vitamin, vaksin dan juga suplemen menkadi penting supaya ayam dalam kondisi prima, ayam broiler sehat dan pertumbuhan optimal. pemberian vaksin yang tidak telat dan tepat cukup berpengaruh. Anda juga bisa menambahkan VITAMAX dan IMUNOMAX untuk meningkatkan performa ayam broiler anda.

Beberapa hal diatas wajib anda perhatikan dalam manajemen ternak ayam broiler anda,semoga dengan menerapkan manajemen yang ketat dalam budidaya ternak ayam broiler anda, anda akan menghasilkan keuntungan besar.

semoga sukses,

 

gampang susah ternak ayam broiler

Jika anda sudah berternak ayam broiler pedaging cukup lama, dan ditanya sama calon peternak ayam broiler apa yang akan anda jawab? tentu anda akan menjawab gampang-gampang susah. Banyak kendala yang mungkin datang dalam peternakan ayam broiler. bisnis dalam bidang peternakan tentu memiliki banyak resiko, namun selain bisnis di peternakan sebenarnya dalam segala bisnis pasti ada resikonya.

Nah jika anda benar-benar ingin berternak ayam broiler sebaiknya anda banyak belajar dari peternak ayam broiler yang sudah berpengalaman. gak cukup sampai disitu anda juga harus belajar dan membaca cukup buku agar ternak ayam broiler yang nanti anda jalankan bisa sukses.

Yang menjadi masalah klasik dalam ternak ayam broiler adalah serangan penyakit. banyak peternak ayam broiler yang merugi karena ayam yang dibudidaya mengalami serangan penyakit. Jenis ragam penyakit dan cara penanggulangannya sebaiknya anda juga belajar, supaya ketika ayam broiler memiliki gejala sakit anda sudah tahu cara antisipasinya. Sebaiknya cukupkan ilmu anda dalam ternak ayam, jika anda sudah merasa memiliki ilmu yang cukup anda bisa memulai dengan populasi sedikit dulu.

Jika anda ingin sukses dalam ternak ayam broiler anda harus belajar bagaimana memilih DOC yang baik, kualitas pakan yang oke, pemilihan suplemen / obat ayam broiler, manajemen kandang dl. Untuk suplemen obat vitamin anda bisa menggunakan VITAMAX dab IMUNOMAX.