Tag Archives: manajemen brooding ayam

Manajemen Brooding Sederhana

Untuk membangun pondasi yang kuat dalam pemeliharaan ayam broiler adalah dengan kesuksesan pemeliharaan pada masa brooding. Kesuksesan pada masa brooding akan menghasilkan pondasi yang kuat sehingga mendukung tercapainya performa ayam yang diharapkan. Arti brooding sendiri bagi ayam broiler adalah masa kritis yaitu masa penyesuaian dimana ayam hidup pada lingkungan yang baru, masa awal perkembangan yaitu masa diama aspek kehidupan ayam terutama organ-organ penting pada tubuh ayam memulai masa perkembangan yang sangat cepat, masa menentukkan dimana baik tidaknya hasil yang akan dicapai pada masa ini sangat berpengaruh terhadap hasil akhir yang kelak akan dicapai karena masa brooding merupakan pondasi pemeliharaan ayam broiler.

Tujuan dari brooding ayam sendiri adalah sebagai pengganti pengeram atau penghangat, alasannya adalah ayam baru dapat mengatur suhu tubuh atau themoregulasi pada umur 14 hari. Percepatan produktivitas ayam, sementara anak ayam dipelihara tersendiri, induk ayam akan dipaksa untuk memproduksi kembali. Perlindungan anak ayam, karena anaka ayam dalam masa awal kehidupan masih rentan terhadap kematian maka dari itu dipakailah sistem chick uard atau perlindungan anak ayam. Untuk ukuran ideal brooder anak ayam dengan kapasitas 100 ekor adalah 4,5 meter berbentuk lingkaran. Jika ayam yang dipelihara belum sebanyak itu maka ukuran brooder dapat disesuaikan agar pekembangan lebih cepat. Brooder ayam terlalu sempit akan mengakibatkan aktifitas DOC kurang. Sementara bila terlalu besar dari kapasitas maka pertumbuhan kan lebih lama dan membutuhkan panas yang lebih besar.

Ada beberapa kesalahan yang mungkin terjadi selama masa brooding, kandang belum siap saat DOC akan masuk, jika DOC mengalami perpindahan tempat sedangkan fungsi brooder belum ada akan mengakibatkan ayam dehidrasi, dan stress karena terjadi perbedaan suhu yang mencolok. Suhu dan kelembaban tidak tepat, apabila suhu tidak tepat maka cadangan makanan dalam anak ayam akan mengeras dan tidak dapat diserap secara sempurna. Kesalahan pemberian pakan, saluran pencernaan ayam masih lemah, kesalahan pemberian pakan akan berakibat DOC mati karena belum mampu mencerna dengan baik. Kesalahan memasukkan dan mengeluarkan DOC dari brooder, perlakukan DOC engan kalem, bila tidak ayam akan diam, menutup mata, atau akan kehilangan nafsu makan. Kesalahan keluar masuk peralatan kandang, akan membuat suasana gaduh dan ayam berlarian. Atur agar litter selalu kering, untuk menghindari lembabnya brooder yang merugikan DOC.