Proses pembuatan pakan ayam broiler bentuk crumble

promo ayambroiler 2 photo promoweb2_zps82939340.jpg

pakan ayam broiler crumbleHarga pakan yang kian melambung membuat banyak peternak terutama peternak mandiri cukup menanggung beban berat. Setiap peternak pasti sudah tahu bahwa biaya terbesar dalam pemeliharaan budidaya ayam broiler adalah biaya pakan. 70% biaya dalam operasional ayam broiler ada pada pakan ayam. Tentu saja harapan peternak adalah sapronak murah dan harga jual tinggi. Solusi bagi peternak mandiri mungkin ikut kemiteraan. hehe

Sudah ya curhat ngalor ngidulnya,, dalam artikel kali ini akan kami bahas mengenai proses pembuatan pakan ayam broiler bentuk cumble. Untuk membuat pakan ayam tentu saja langkah awal yang perlu anda siapkan adalah alat / mesin produksi dan juga bahan pakan. Ada banyak bahan pakan alternatif yang  bisa anda gunakan untuk membuat pakan alternatif ayam broiler, kenapa membuat sendiri? tentu saja hrapannya adalah mendapatkan pakan berkualitas dengan harga yang lebih murah. Untuk komposisi pakan ayam broiler dalam artikel2 sebelumnya pernah saya bahas di web ini, silahkan anda baca

Cara membuat pakan alternatif ayam broiler sendiri

Cara membuat pakan alternatif ayam broiler sendiri episode 2

silahkan baca baca artikel diatas sebagai referensi aja ya, tentu saja untuk bahan pakan masih bisa di ganti ganti sesuai ketersediaan bahan diwilayah anda, harga dan juga kebutuhan protein yang diperlukan ayam broiler. Nah setelah bahan pakan sudah disiapkan dan ditimbang sesuai komposisi yang anda buat langkah selanjutnya adalah mengolahnya.. Seperti apa proses pengolahan bahan pakan ini, dibawah ini anda bisa simak :

Dibawah ini adalah proses pembuatan pakan ayam broiler dalam bentuk crumble.

  1. Penggilingan, Semua bahan yang telah ditimbang masukkan dalam mesin penggilingan untuk dijadikan tepung.
  2. Mixing : Semua bahan yang telah dibuat tepung campurkan secara merata menggunakan mesin mixing, biasanya ditambahkan sedikit air.
  3. Molding : setelah dicampur secara merata,Cetak bahan baku pakan ayam yang telah dicampur menjadi bentuk silindris / pelet
  4. Drying : Setelah dicetak Keringkan bahan pakan ayam sampai benar benar kering
  5. Crumbling : Proses terakhir adalah crumbling yaitu pecah pakan ayam yang telah tercetak kering kemudian diayak

Untuk bentuk mesin mesin pengolahan seperti apa akan saya bahas dalam artikel selanjutnya ya..

terima kasih

Share this:
Share this page via Email Share this page via Stumble Upon Share this page via Digg this Share this page via Facebook Share this page via Twitter

Manajemen Pakan Ayam Broiler Periode Finisher

promo ayambroiler 2 photo promoweb2_zps82939340.jpg

Ayam Broiler dalam klasifikasi ekonomi memiliki sifat-sifat antara lain : ukuran badan besar, penuh daging yang berlemak, temperamen tenang, pertumbuhan badan cepat serta efisiensi penggunaan ransum tinggi. Ayam broiler ini baru populer di Indonesia sejak tahun 1980-an dimana pemegang kekuasaan mencanangkan panggalakan konsumsi daging ruminansia yang pada saat itu semakin sulit keberadaannya. Hal-hal yang terus diperhatikan dalam pemeliharaan ayam broiler antara lain perkandangan, pemilihan bibit, manajemen pakan, sanitasi dan kesehatan, recording dan pemasaran. Banyak kendala yang akan muncul apabila kebutuhan ayam tidak terpenuhi, antara lain penyakit yang dapat menimbulkan kematian, dan bila ayam dipanen lebih dari 8 minggu akan menimbulkan kerugian karena pemberian pakan sudah tidak efisien dibandingkan kenaikkan/penambahan berat badan, sehingga akan menambah biaya produksi.

Pembuatan pakan sendiri lebih menguntungkan dari pada pakan dari pabrik karen adapat mengatur sendiri kualitas pakan yang ada di pasaran. Selain itu lebih mudah mengakomodasi keinginan peternak. Seperti ini, jikan warna kaki ayam yang diinginkan harus kuning, maka pakan yang diberikan berupa corn gluten meal. Sementara itu, jika peternak ingin agar lalt di kandang berkurang, pakan yang diberikan ditambahkan dengan larvadex. Pemberian pakan dilakukan dengan full feed, artinya tempat pakan harus selalu terisi, sedikit tips agar pakan tidak berceceran maka pengisian pakan jangan terlalu penuh. Untuk merangsang ayam makan, maka tempat pakan perlu digoyang-goyang

Pada periode finisher (umur 3-6 minggu), kondisi pertumbuhan ayam broiler mulai menurun. Untuk itu, protein dalam ransum diturunkan menjadi 20% (NRC, 1994), sedangkan energi ransum, yang digunakan 3000-3200 kkal/kg. Bahan-bahan penyusun ransum untuk starter tidak berbeda dengan bahan penyusun ransum untuk finisher. Bentuk fisik ransum yang biasa diberikan pada ayam broiler bisa berbentuk pellet, mash, atau crumble. Ransum ayam broiler banyak dijual dengan merk dagang yang berbeda-beda, tergantung pabrik yang mengeluarkan.

Penggantian ransum starter dengan ransum finisher sebaiknya tidak dilakukan sekaligus, tetapi secara bertahap. Pada hari pertama mula-mula deberi ransum starter 75% di tambah ransum finisher 25%, pada hari berikutnya diberi ransum finisher 75% dan pada hari berikutnya baru diberikan ransum finisher seluruhnya. Jika tahapan ini tidak dilakukan maka nafsu makan ayam menurun untuk beberapa hari dan dikhawatirkan akan menghambat pertumbuhan.

Share this:
Share this page via Email Share this page via Stumble Upon Share this page via Digg this Share this page via Facebook Share this page via Twitter