Tag Archives: membuat pakan sendiri

Cara membuat ransum pakan ayam broiler alternatif episode 2

Kemarin sudah pernah kami tulis dalam artikel sebelumnya tentang cara membuat pakan alternatif ayam broiler, nah pada kesempatan kali ini saya akan menulis lagi tentang cara membua ransum pakan ayam broiler dengan bahan-bahan yang agak berbeda dati komposisi yang kemarin, sebelum melanjutnya membaca ada baiknya anda membaca artikel sebelumnya klik disini <a title="membuat pakan ayam broiler" href="http://ayambroiler lasix australia.com/cara-membuat-pakan-alternatif-ayam-broiler-sendiri/”>cara membuat pakan alternatif ayam broiler.

Setelah anda baca artikel kami sebelumnya tentu anda akan tahu standar SNI yang berlaku untuk pakan ayam. Nah dalam artikel ini untuk membuat ransum pakan ayam broiler akan kami paparkan bahan yang perlu anda siapkan:

dedak padi
jagung kuning
nasi aking
tepung ikan
Kulit Buah Kakao
Bungkil Kedelai
daun pepaya
tepung tulang

Siapkan bahan seperti ditulis diatas dalam kondisi kering, haluskan semua bahan hingga menjadi bubuk. Setelah itu untuk membuat 1000 kg pakan jadi buatlah komposisi seperti dibawah ini:

dedak padi 200 kg
jagung kuning 150kg
nasi aking 100kg
tepung ikan 150 kg
Kulit Buah Kakao 200 kg
Bungkil Kedelai 1000kg
daun pepaya 50 kg
tepung tulang 50 kg

dengan komposisi diatas anda akan mendapatkan protein kasar sebesar 21,49 dan harga berkisar 3750 /kg, untuk harga tergantung lokasi dan wilayah anda. Silahkan cek harga bahan pakan sesuai komposisi diatas diwilayah anda. Jika anda ingin mencoba membuat ransum pakan alternatif seperti diatas dan ingin anda terapkan pada peternakan ayam broiler anda sebaiknya gunakan pada populasi kecil dulu, bandingkan dengan yang lain. Jika pertumbuhan normal dan bisa setara dengan pakan pabrikan silahkan dilanjut. Kami menyusun ransum hanya berdasarkan protein kasar yang diperlukan oleh ayam broiler tampa penambahan feed additive lainnya.

Bahan pakan diatas susah anda dapatkan didaerah anda? anda bisa menggganti bahan pakan yang mudah anda dapatkan diwilayah anda. Untuk mengetahui komposisi bahan pakan, anda bisa belajar dan memiliki ebook panduan praktis membuat komposisi bahan bahan, silahkan klik pada gambar dibawah ini :

penghitung komposisi bahan pakan

semoga sukses

Manajemen Pakan Ayam Broiler Periode Finisher

Ayam Broiler dalam klasifikasi ekonomi memiliki sifat-sifat antara lain : ukuran badan besar, penuh daging yang berlemak, temperamen tenang, pertumbuhan badan cepat serta efisiensi penggunaan ransum tinggi. Ayam broiler ini baru populer di Indonesia sejak tahun 1980-an dimana pemegang kekuasaan mencanangkan panggalakan konsumsi daging ruminansia yang pada saat itu semakin sulit keberadaannya. Hal-hal yang terus diperhatikan dalam pemeliharaan ayam broiler antara lain perkandangan, pemilihan bibit, manajemen pakan, sanitasi dan kesehatan, recording dan pemasaran. Banyak kendala yang akan muncul apabila kebutuhan ayam tidak terpenuhi, antara lain penyakit yang dapat menimbulkan kematian, dan bila ayam dipanen lebih dari 8 minggu akan menimbulkan kerugian karena pemberian pakan sudah tidak efisien dibandingkan kenaikkan/penambahan berat badan, sehingga akan menambah biaya produksi.

Pembuatan pakan sendiri lebih menguntungkan dari pada pakan dari pabrik karen adapat mengatur sendiri kualitas pakan yang ada di pasaran. Selain itu lebih mudah mengakomodasi keinginan peternak. Seperti ini, jikan warna kaki ayam yang diinginkan harus kuning, maka pakan yang diberikan berupa corn gluten meal. Sementara itu, jika peternak ingin agar lalt di kandang berkurang, pakan yang diberikan ditambahkan dengan larvadex. Pemberian pakan dilakukan dengan full feed, artinya tempat pakan harus selalu terisi, sedikit tips agar pakan tidak berceceran maka pengisian pakan jangan terlalu penuh. Untuk merangsang ayam makan, maka tempat pakan perlu digoyang-goyang

Pada periode finisher (umur 3-6 minggu), kondisi pertumbuhan ayam broiler mulai menurun. Untuk itu, protein dalam ransum diturunkan menjadi 20% (NRC, 1994), sedangkan energi ransum, yang digunakan 3000-3200 kkal/kg. Bahan-bahan penyusun ransum untuk starter tidak berbeda dengan bahan penyusun ransum untuk finisher. Bentuk fisik ransum yang biasa diberikan pada ayam broiler bisa berbentuk pellet, mash, atau crumble. Ransum ayam broiler banyak dijual dengan merk dagang yang berbeda-beda, tergantung pabrik yang mengeluarkan.

Penggantian ransum starter dengan ransum finisher sebaiknya tidak dilakukan sekaligus, tetapi secara bertahap. Pada hari pertama mula-mula deberi ransum starter 75% di tambah ransum finisher 25%, pada hari berikutnya diberi ransum finisher 75% dan pada hari berikutnya baru diberikan ransum finisher seluruhnya. Jika tahapan ini tidak dilakukan maka nafsu makan ayam menurun untuk beberapa hari dan dikhawatirkan akan menghambat pertumbuhan.