Tag Archives: mengatasi crd

Mengatasi CRD pada Ayam Broiler

CRD merupakan penyakit yang masih sulit ditangani, padahal kerugian akibat penyakit tersebut tidaklah sedikit. CRD merupakan penyakit kronis, karena menyerang sistem pernafasan dan yang terjangkit tidak sembuh-sembuh. Penyakit CRD dihubungkan dengan rendahnya laju pertumbuhan, tingginya mortalitas (angka kematian), dan konversi ransum yang tinggi. Kerugian lain akibat CRD adalah keseragaman bobot ayam yang tidak tercapai, banyaknya ayam yang sering diafkir, sehingga peternak mengalami kerugian yang besar.

Faktor utama penyebab CRD adalah penyebabnya adalah kurangnya manajemen pemeliharaan, suhu lingkungan yang tidak baik, dan kualitas DOC ayam broiler yang buruk. Biosecurity dan antibiotik yang baik akan mengurangi resiko penyakit ini. Untuk itu, selain melakukan manajemen pemeliharaan yang baik, anda juga harus memilih antibiotik yang tepat untuk masa brooding broiler. Kami menawarkan anda untuk menambahkan Vitamax untuk mengawal pertumbuhan sel pada masa brooding dan juga mengawal pertumbuhan bobot setelah masa brooding. Selain itu, keuntungan menggunakan Vitamax adalah dapat mempercepat pertumbuhan, meningkatkan daya cerna dan efisiensi pakan, meningkatkan daya tahan terhadap penyakit dan stres lingkungan, serta meningkatkan bobot badan.

Selain Vitamax, anda juga dapat menambahkan immune activator yang diperlukan unggas dan burung untuk meningkatkan daya tahan tubuh terhadap penyakit dan mikotoksin. Fungsi penambahan Imunomax adalah meningkatkan fingsi imunitas (pertahanan) broiler, menghambat bakteri patogen, mengikat mikotoksin yang terbentuk selama penyimpanan pakan, menjaga vili usus agar menyerap pakan maksimal, dan mengembalikan keseimbangan mikroflora saluran pencernaan. Aplikasinya cukup ditambahkan sebanyak 1 ml per 2 – 4 liter air minum 2 kali seminggu, dapat digunakan lebih sering pada daerah rawan penyakit.

Selalu pilih kualitas DOC yang baik agar ayam tersebut tahan penyakit dan memiliki pertumbuhan yang tinggi. Jaga selalu sanitasi lingkungan serta pengontrolan ayam yang keluar masuk untuk menghindari resiko tertular. Gejala yang timbul antara lain, ayam menunjukkan batuk, bersin, gangguan pernafasan, keluar suara saat bernafas dan sinusitis (bengkak pada muka). Tetapi jika unggas anda ada indikasi terserang CRD, anda dapat menggunakan produk MAX-X untuk mengatasi ngorok pada broiler. Pengaplikasiaannya juga relatif mudah, dengan menyemprotkan MAX-X pada unggas yang memiliki gejala klinis ngorok. Semprot ayam broiler dengan dosis 1 ml/liter air. Jika ayam sudah dalam kondisi yang cukup parah dapat disemprot pada pagi dan sore hari. Namun, bila belum terlalu parah anda cukup menyemprotkan 1 kali sehari sampai gejala ngorok hilang.

Penyakit Ngorok / cekrek / CRD dan Cara Pencegahannya

Penyakit CRD merupakan penyakit yang terkenal susah ditangani, padahal kerugian yang ditimbulkan tidaklah sedikit. Hal ini dihubungkan dengan rendahnya laju pertumbuhan, tingginya angka mortilitas dan tingginya konversi ransum. Kerugian lain akibat CRD komplek adalah keseragaman bobot badan yang tidak tercapai dan banyaknya yam yang harus diafkir, sehingga mengakibatkna peternak merugi. CRD komplek adalah gabungan penyakit dengan 2 (dua) komponen yaitu Mycoplasma galisepticum dan bakteri Escherichia coli. Penyakit ngorok atau CRD pada ayam ini merupakan suatu penyakit yang menyerang saluran pernafasan dimana sifatnya kronis. Disebut kronis karena penyakit ini berlangsung secara terus menerus dalam jangka waktu lama (menahun) dan ayamnya tidak sembuh-sembuh. Salah satu gejala khas CRD adalah ayam tersebut ngorok, sehingga peternak menyebutnya penyakit ngorok.

Sebagai penyakit tunggal, CRD jarang sampai menimbulkan kematian namun menimbulkan angka kesakitan yang tinggi. Di lapangan kasus CRD murni jarang ditemukan, yang sering ditemukan adalah CRD komplek, yaitu penyakit CRD yang diikuti oleh infeksi penyakit lainnya, terutama sering diikuti oleh bakteri Escherichia coli. Faktor penentu menularnya penyakit ini adalah sistem pemeliharaan dengan suhu lingkungan yang tinggi yaitu panas atau dingin, kelembaban tinggi, kurangnya ventilasi, kepadatan ternak terlalu tinggi dan cara pemeliharaan yang berbagai umur.

Sebenarnya M. Gallisepticum sangat mudah mati, terutama oleh tempratur lingkungan yang tinggi, kelembaban yang relatif rendah dan juga beberapa desinfektan maupun antiseptik. Namun, pada ventilasi dan sanitasi jelek, kondisi ini justru membuat Myoplasma dapat bertahan hidup di udara. Ketika berada di saluran pernafasan akan berkembang denga cepat, tetapi memiliki pola serangan yang lambat. Sisa metabolisme dan bangkai M. Gallisepticum yang mati akibat terjadi perebutan tempat hidup dan makanan mengakibatkan kerusakan pada sel-sel permukaan saluran pernafasan. Kerusakan tersebut mempermudah terjadinya infeksi sekunder, sehingga muncul CRD kompleks.

Pada ayam broiler, pertumbuhan berat badan memang dipacu cepat tetapi tidak diimbangi dengan perkembangn organ dalam, seperti jantung dan paru-paru. Akibatnya, organ pernafasan rentan terkena gangguan. DOC atau day old chick dengan ukuran berat badan di bawah standar lebih rentan terserang penyakit pernapasan. Kondisi tubuhnya yang lemah menyebabkan DOC yang berukuran tubuh lebih kecil lebih mudah terinfeksi bakteri M. gallisepticum maupun E. coli.
Masa broding menjadi pondasi bagi pertumbuhan ayam pada masa selanjutnya, karena masa ini perkembangan ayam terjadi secara menyeluruh sel dan organ tubuh, yaitu organ pencernaan, pernafasan, reproduksi dan organ kekebalan tubuh. Kesalahan pada periode ini akan memberikan damapka negatif yaitu pertumbuhan dan produktifitas yang tidak optimal. Terlebih lagi jika ayam terserang penyakit seperti CRD.

Amonia merupakan gas yang dihasilkan dari penguraian feses oleh bakteri ureolitik. Gas ini memiliki kemampuan mengiritasi saluran pernapasan ayam. Kadar amonia di dalam kandang mempengaruhi kondisi litter (lembab atau kering), kepadatan kandang, kualitas ransum yang diberikan (kadar protein kasar), tata laksana penanganan litter, sistem ventilasi maupun tata laksana pemberian air minum. Kerusakan saluran pernapasan atas berarti juga kerusakan sistem pertahanan pertama terhadap masuknya bibit penyakit. Oleh karenanya, kerusakan tersebut akan memicu serangan penyakit lainnya, seperti E. coli maupun korisa.

Sanitasi dan desinfeksi yang dilakukan secara rutin akan mengurangi tantangan bibit penyakit yang berada di sekitar ayam. Namun, seringkali peternak belum begitu konsisten dalam melakukan sanitasi dan desinfeksi. Debu dan udara kandang juga berperan dalam penularan bibit penyakit. Penyemprotan desinfektan pada kandang dan lingkungannya minimal 1 minggu sekali akan menurunkan jumlah bibit penyakit yang terdapat di udara dan debu.

Kandang yang nyaman, yaitu memiliki suhu 25-28oC dan kelembaban 60-70% akan mendukung produktivitas ayam. Sering ditemukan kejadian saat siang hari panas namun tiba-tiba hujan dan biasanya diikuti dengan tiupan angin yang kencang. Kondisi ini tentu saja akan menurunkan stamina tubuh ayam sehingga serangan penyakit relatif mudah terjadi, terlebih lagi CRD kompleks. Penerapan kandang closed house atau kandang sistem tertutup tentu saja dapat menangkal masalah ini.

Jika pencegahan-pencegahan diatas sudah anda lakukan namun masih ada indikasi ngorok, cekrek pada ayam broiler anda, anda bisa menggunakan MAX-X yang sangat efektif untuk membasmi sumber infeksi langsung pada saluran pernafasan.  Max-X bekerja langsung pada saluran pernafasan karena aplikasi model semprot kabut ke unggas yang teindikasi cekres maupun ngorok.