Tag Archives: ngorok pada ayam broiler

Penyakit Ngorok pada Broiler

maxx ngorok cekrek ayamNgorok sendiri bukanlah suatu penyakit, namun merupakan suatu gejala klinis dari penyakit yang menyerang saluran pernafasan ayam. Hal ini dapat terjadi dikarenakan agen bakterial, viral, juga fisik seperti udara yang berdebu, perubahan cuaca, amonia yang tinggi, dll. Beberapa penyakit yang merupakan manifestasi dari ngorok adalah CRD, ILT, Coryza, ND, IB, TRT/SHS, AI. Gangguan pernafasan sering kali terjadi pada ayam broiler, terutama untuk ayam yang dipelihara pada kandang postal. Kejadian tersebut dipicu beberapa hal baik dari dalam tubuh ayam ataupun dari lingkungan luar. Adanya ketidakseimbangan antara kondisi ayam dengan lingkungan merupakan penyebab utamanya.

Ayam broiler secara genetik memiliki kemampuan tumbuh yang lebih cepat dibandingkan dengan ayam jenis lain. Pertumbuhan yang terlampau cepat tidak seimbang dengan organ vital seperti jantung dan paru-paru. Untuk menunjang pertumbuhan ayam yang cepat, paru-paru dipaksa bekerja keras untuk mensuplai oksigen untuk metabolisme tubuh, dan jantung dipaksa untuk mengalirkan darah yang kan membawa oksigen ke seluruh tubuh. Saluran pernafasan ayam secara alami dilengkapi dengan pertahanan mekanik. Permukaannya dilapisi dengan mukosa dan terdapat silia serta mukus yang berfungsi menyaring udara yang masuk. Di saluran pernafasan atas ini partikel yang besarnya lebih dari 4 mikron akan didorong keluar oleh silia dan mukus yang ada. Disaluran pernafasan atas selain mengalami penyaringan udara juga mengalami penghangatan. Dan berikutnya di saluran pernafasan bawah terjadi lagi penyortiran partikel yang lebih kecil.

Kandang ayam dengan sistem postal yang memakai sekam sebagai litternya, tingkat kepadatan, kelembaban, dan temperatur kandang, ventilasi, akan berpengaruh pada kualitas udara di dalam kandang. Banyak partikel debu di udara akan memberatkan bagi saluran pernafasan ayam. Amonia yang terhirup dapat mengiritasi saluran pernafasan, dan menyapu silia pada mukosanya. Pemberian vaksin ND/IB melalui tetes mata, hidung, dan spray akan merangsang kekebalan ayam pada kondisi normal. Namun, bila saluran pernafasan ayam terganggu akan menyebabkan reaksi post vaksinasi yang berat seperti ngorok dan batuk. Dan yang lebih parah, gabungan dari beberapa gangguan diatas akan menyebabkan Chronic Respiratory Disease (CRD). Ayam namapak batuk, ngorok, bersin, keluar lelehan dari mata, dan hidung. Jika bakteri E. Coli ikut akan terjadi keadaan yang lebih parah dengan munculnya CRD Complex.

Nah saat ini ada obat ngorok / cekrek / CRD yang sangat efektif atasi ngorok / cekrek / CRD maupun snot pada ayam broiler yaitu MAXX. Kebanyakan aplikasi obat ngorok cekrek CRD adalah melalui air minum, namun berbeda dengan MAXX, MAXX aplikasi semprot kabut ke ayam yang terkena indikasi ngorok cekrek CRD SNOT, terbukti efektif membasmi sumber infeksi langsung pada sumber infeksi. Dengan dosis 1ml / liter air sehari cukup sekali, namun jika ngorok CRD sudah cukup parah anda bisa aplikasikan MAXX sehari 2x.

untuk pesanan MAXX silahkan call / sms 085743647769

Manajemen Pemeliharaan Penyebab Ngorok?

Saluran pernafasan memiliki fungsi utama sebagai penyuplai oksigen, mengeluarkan karbondioksida, memperlancar mekanisme pengaturan suhu tubuh, dan berperan dalam proses kekebalan tubuh primer. Agar sistem pernafasan baik baik maka udara di peternakan haruslah bersih dan kondisi saluran pernafasan dalam keadaan sehat. Sistem pernafasan ayam sendiri berbeda dengan hewan mamalia lain, karena dilengkapi dengan kantung udara yang mempunyai struktur dan fungsi yang unik. Dari segi anatomi ada 3 komponen penting saluran pernafasan pada ayam.

Ngorok pada ayam dapat disebabkan oleh agen infeksius maupun non-infeksius seperti udara yang berdebu, amonia, perubahan cuaca, dll. Beberapa penyakit yang paling sering menyerang adalah CRD, Colibacillosis, korisa, ILT, ND, IB dan AI. Namun penyakit yang spesifik menyerang organ pernafasan adalah CRD, colibacillosis, korisa, dan ILT. Sedangkan penyakit ND, IB, dan AI selain menyerang organ pernafasan juga menyerang organ lainnya. Ayam komersial memang memiliki genetik yang baik dengan kemampuan tumbuh dan produksi yang cepat dibandingkan tipe lain. Namun pertumbuhan yang cepat tentu saja tidak sebanding dengan organ vital ayam. Karena pentingnya oksigen bagi pertumbuhan, maka manajemen kandang haruslah dilaksanakan dengan baik. Manajemen litter, tingkat kepadatan ayam, suhu dan kelembaban kandang patut menjadi perhatian dan ventilasi kandang sangat menentukkan kualitas udara. Banyaknya partikel debu di udara tentu saja akan membuat kerja organ pernafasan semakin berat.

Kondisi suhu dan kelembaban pada lokasi peternakan yang tidak sesuai akan dapat mengakibatkan gangguan fungsi sinus dan organ pernafasan lainnya. Suhu yang baik bagi ayam adalah 25 – 280 C dengan kelembaban antara 60 – 70%. Saat kelembaban dibawah <50 % akan mengakibatkan membran mukosa saluran pernafasan, termasuk sinus menjadi kering. Akibatnya aktivitas silia menjadi terlambat dan potensi masuknya partikel debu maupun bibit penyakit menjadi semakin besar. Kondisi suhu kandang yang tinggi akan meningkatkan konsumsi air minum ayam sehingga kotoran menjadi lebih encer. Jika kondisi kelembaban kandang tinggi, maka kondisi litter akan menjadi basah dan memicu tinginya amonia. Selain dari suhu kandang, amonia dapat muncul dari tingginya kadar protein ransum sehingga kelebihan kan dibuang melalui feses, serta akibat ventilasi yang jelek. Amonia yang terhirup akan mengiritasi saluran pernapasan ayam, dan menyapu silia di mukosanya. Sel-sel yang ada di permukaan saluran pernapasan menjadi rusak, produksi lendir menjadi berlebih, gerakan silia terganggu bahkan tidak berfungsi. Amonia juga mengakibatkan iritasi pada konjungtiva mata, sehingga mekanisme awal pertahanan tubuh menjadi terganggu. Jika langkah manajemen penyebab ngorok sudah dilakukan sebaik mungkin namun indikasi ngorok / cekrek masih juga datang, anda bisa menggunakan MAXX untuk langkah pengobatan. MAxx terbukti efektif membasmi sumber infeksi penyebab ngorok.

Penyakit Ngorok / cekrek / CRD dan Cara Pencegahannya

Penyakit CRD merupakan penyakit yang terkenal susah ditangani, padahal kerugian yang ditimbulkan tidaklah sedikit. Hal ini dihubungkan dengan rendahnya laju pertumbuhan, tingginya angka mortilitas dan tingginya konversi ransum. Kerugian lain akibat CRD komplek adalah keseragaman bobot badan yang tidak tercapai dan banyaknya yam yang harus diafkir, sehingga mengakibatkna peternak merugi. CRD komplek adalah gabungan penyakit dengan 2 (dua) komponen yaitu Mycoplasma galisepticum dan bakteri Escherichia coli. Penyakit ngorok atau CRD pada ayam ini merupakan suatu penyakit yang menyerang saluran pernafasan dimana sifatnya kronis. Disebut kronis karena penyakit ini berlangsung secara terus menerus dalam jangka waktu lama (menahun) dan ayamnya tidak sembuh-sembuh. Salah satu gejala khas CRD adalah ayam tersebut ngorok, sehingga peternak menyebutnya penyakit ngorok.

Sebagai penyakit tunggal, CRD jarang sampai menimbulkan kematian namun menimbulkan angka kesakitan yang tinggi. Di lapangan kasus CRD murni jarang ditemukan, yang sering ditemukan adalah CRD komplek, yaitu penyakit CRD yang diikuti oleh infeksi penyakit lainnya, terutama sering diikuti oleh bakteri Escherichia coli. Faktor penentu menularnya penyakit ini adalah sistem pemeliharaan dengan suhu lingkungan yang tinggi yaitu panas atau dingin, kelembaban tinggi, kurangnya ventilasi, kepadatan ternak terlalu tinggi dan cara pemeliharaan yang berbagai umur.

Sebenarnya M. Gallisepticum sangat mudah mati, terutama oleh tempratur lingkungan yang tinggi, kelembaban yang relatif rendah dan juga beberapa desinfektan maupun antiseptik. Namun, pada ventilasi dan sanitasi jelek, kondisi ini justru membuat Myoplasma dapat bertahan hidup di udara. Ketika berada di saluran pernafasan akan berkembang denga cepat, tetapi memiliki pola serangan yang lambat. Sisa metabolisme dan bangkai M. Gallisepticum yang mati akibat terjadi perebutan tempat hidup dan makanan mengakibatkan kerusakan pada sel-sel permukaan saluran pernafasan. Kerusakan tersebut mempermudah terjadinya infeksi sekunder, sehingga muncul CRD kompleks.

Pada ayam broiler, pertumbuhan berat badan memang dipacu cepat tetapi tidak diimbangi dengan perkembangn organ dalam, seperti jantung dan paru-paru. Akibatnya, organ pernafasan rentan terkena gangguan. DOC atau day old chick dengan ukuran berat badan di bawah standar lebih rentan terserang penyakit pernapasan. Kondisi tubuhnya yang lemah menyebabkan DOC yang berukuran tubuh lebih kecil lebih mudah terinfeksi bakteri M. gallisepticum maupun E. coli.
Masa broding menjadi pondasi bagi pertumbuhan ayam pada masa selanjutnya, karena masa ini perkembangan ayam terjadi secara menyeluruh sel dan organ tubuh, yaitu organ pencernaan, pernafasan, reproduksi dan organ kekebalan tubuh. Kesalahan pada periode ini akan memberikan damapka negatif yaitu pertumbuhan dan produktifitas yang tidak optimal. Terlebih lagi jika ayam terserang penyakit seperti CRD.

Amonia merupakan gas yang dihasilkan dari penguraian feses oleh bakteri ureolitik. Gas ini memiliki kemampuan mengiritasi saluran pernapasan ayam. Kadar amonia di dalam kandang mempengaruhi kondisi litter (lembab atau kering), kepadatan kandang, kualitas ransum yang diberikan (kadar protein kasar), tata laksana penanganan litter, sistem ventilasi maupun tata laksana pemberian air minum. Kerusakan saluran pernapasan atas berarti juga kerusakan sistem pertahanan pertama terhadap masuknya bibit penyakit. Oleh karenanya, kerusakan tersebut akan memicu serangan penyakit lainnya, seperti E. coli maupun korisa.

Sanitasi dan desinfeksi yang dilakukan secara rutin akan mengurangi tantangan bibit penyakit yang berada di sekitar ayam. Namun, seringkali peternak belum begitu konsisten dalam melakukan sanitasi dan desinfeksi. Debu dan udara kandang juga berperan dalam penularan bibit penyakit. Penyemprotan desinfektan pada kandang dan lingkungannya minimal 1 minggu sekali akan menurunkan jumlah bibit penyakit yang terdapat di udara dan debu.

Kandang yang nyaman, yaitu memiliki suhu 25-28oC dan kelembaban 60-70% akan mendukung produktivitas ayam. Sering ditemukan kejadian saat siang hari panas namun tiba-tiba hujan dan biasanya diikuti dengan tiupan angin yang kencang. Kondisi ini tentu saja akan menurunkan stamina tubuh ayam sehingga serangan penyakit relatif mudah terjadi, terlebih lagi CRD kompleks. Penerapan kandang closed house atau kandang sistem tertutup tentu saja dapat menangkal masalah ini.

Jika pencegahan-pencegahan diatas sudah anda lakukan namun masih ada indikasi ngorok, cekrek pada ayam broiler anda, anda bisa menggunakan MAX-X yang sangat efektif untuk membasmi sumber infeksi langsung pada saluran pernafasan.  Max-X bekerja langsung pada saluran pernafasan karena aplikasi model semprot kabut ke unggas yang teindikasi cekres maupun ngorok.