Tag Archives: vaksin ayam

Vaksinasi dan Biosecurity Ayam Broiler

vaksin ayam broilerSebelum melakukan vaksinasi, vaksin yang akan digunakan harus disimpan pada suhu dingin antara 2-8o C dan terhindar dari panas maupun sinar matahari langsung. Apabila hendak memindahkan vaksin ke tempat lain, vaksin harus ditempatkan pada wadah yang memiliki daya isolasi yang tinggi terhadap suhu luar, misalnya pada termos atau sterofoam box dengan diberi es batu di dalamnya. Pemilihan vaksin harus dengan jenis dan dosis yang tepat dan belum kadaluarsa. Ayam yang divaksin haruslah dalam keadaan yang sehat, karena akan berakibat buruk pada ayam. Lakukan vaksinasi pada suhu yang ideal (dibawah 290 C). Gunakan wadah yang terbuat dari plastik dan hindari penggunaan wadah berbahan logam. Air yang digunakan saat vaksinasi harus segar, pH anatar 6,5 – 7,7, bebas dari klorin dan desinfektan. Tempat dan alat vaksin harus dicuci dengan air biasa. Tata laksana dan prosedur vaksinasi harus dilakukan dengan benar, dan yang terpenting adalah vaksinasi yang berpengalaman dan terlatih. Segera berikan multivitamin setelah ayam divaksin agar dampak stress tidak terlalu parah.

Vaksin dapat dilakukan dengan berbagai cara, diantaranya adalah melalui air minum. Sebelum pemberian hentikan pemakaian klorin dan desinfektan air minum selama 24 jam. Ayam dipuasakan 1-2 jam sebelum vaksinasi, untuk suhu diatas 300 C sebaiknya 1 jam saja. Disiapkan air, susu skim, dan vaksin sesuai dosis yang ditentukan dan jumlah air yang diberikan adalah sejumlah air yang diminum ayam selama 1-2 jam. Untuk setiap ekor ayam membutuhkan 1 liter air untuk setiap umur ayam. Setelah jumlah air telah ditentukan, dimasukkan susu skim sebanyak 2 gram per liter air. Untuk dareah beriklim panas disarankan ditambahkan es batu. Apabila air yang digunakan kualitasnya tidak bagus, disarankan merebus dulu air yang akan digunakan vaksinasi atau dengan meningkatkan dosis susu skim. Segera campurkan vaksin ke air yang telah ditentukan, aduk hingga merata dan segera tuang ke tempat minum yang disediakan. Lakukan kontrol distribusi vaksin agar pembagian vaksin merata. Caranya dengan menghitung jumlah larutan vaksin yang harus dituangkan di setiap tempat minum. Botol dan tutup botol bekas vaksin dibakar atau direndam dalam desinfektan.

Sedangkan untuk vaksin tetes, perlu diperhatikan adalah proses penetesannya harus tepat, dan vaksin harus terserap sempurna ke kelopak mata. Ayam jangan dilepaskan terlebih dahulu sebelum tetesan belum terserap sempurna. Perlu dihindari penjaringan terlalu banyak saat vaksinasi, karena terlalu lama menunggu akan menyebabkan stress pada ayam. Untuk meningkatkan efektifitas vaksin, larutan vaksin sebaiknya dibagi ke beberapa alat penetes sesuai jumlah vaksinator, usahakan vaksin habis dalam waktu 30 menit. Untuk vaksin tetes, sebelum melakukan vaksinasi dicek fungsi injektor. Jika rusak sebaiknya jangan digunakan dan bila kotor dicuci dengan air hangat. Vaksin yang dikeluarkan dari kulkas ditunggu lebih dulu sampai suhu mendekati suhu ruangan. Sebelum dan saat vaksinasi, lakukan pengocokan botol vaksin agar menghindari pengendapan.

Selain melakukan vaksinasi, biosecurity yang baik dapat menjaga kesehatan ayam. Kandang yang ideal minimal berjarak 1 km dari perkampungan atau peternakan lainnya. Lokasi peternakan harus dipagari sekelilingnya, untuk mencegah masuknya pengunjung atau unggas liar masuk. Adanya jalur khusus untuk memnuhi kebutuhan ayam, agar petugas kandang tidak sembarangan lewat. Bangunan kandang harus didesain agar burung ataupun binatang liar tidak dapat masuk. Sumber air haruslah tertutup dan dilakukan pemeriksaan kualitas secara rutin. Peralatan yang tidak dipakai, kotoran, sisa pakan, dan sampah harus dibuang jauh dari kandang. Rumput liar dan semak harus dibersihkan sekitar 15 m agar tidak menjadi sarang penyakit. Batasi orang yang keluar masuk lokasi kandang. Penyemprotan desinfekstan dan pencelupan kaki dilakukan setiap orang yang keluar masuk kandang. Dilakukan kontrol pada kandang ayam mulai dari yang paling muda sampai paling tua. Semua peralatan yang masuk harus melalui proses sanitasi. Kandang diistirahatkan minimal 2 minggu dan kandang dalam keadaan bersih. Pembasmian serangga dan tikus dilakukan secara rutin.