Tanggulangi Penyakit Snot

Snot (Infeksius coryza) adalah penyakit pernafasan pada unggas terutama menyerang ayam dan bersifat akut. Penyakit dapat menyebar luas pada saat musim dingin atau udara jelek. Penyebaran penyakit ini dapat melaui kontak langsung dengan ayam yang sakit ataupun melalui air minum, udara, dan peralatan yang tercemar. Penyakit ini dapat terjadi komplikasi dengan penyakit lain seperti Fowl pox, Myoplasma (CRD), New castle disease, Infectious bronchitis (IB), dan lain-lain.

Penyakit ini dapat menyerang pada seluruh umur ayam, tetapi lebih peka pada ayam berusia 18 – 23 minggu atau menjelang bertelur. Jika terinfeksi penyakit ini, ayam akan lambat berproduksi. Pada ayam yang bertelur, penurunan produksi dapat mecapai 10 – 40%. Sedang pada ayam dara pengafkirannya dapat mencapai 20%. Gejala-gejala klinis yang timbul adalah keluarnya eskudat dari hidung yang berwarna kuning dan encer, tetapi lama-kelamaan menjadi kental dan berwarna dengan bau khas. Bagian paruh di sekitar hidung tampak kotor atau berkerak dan sisa pakan menempel pada eskudat. Sinus membengkak, yang ditandai dengan pembengkakan sekitar mata dan muka. Kadang terdengar suara ngorok saat ayam sulit bernafas. Penurunan nafsu makan dan diare terjadi, sehingga pertumbuhan ayan menjadi lambat dan menyebabkan kerdil.

Sebenarnya penyakit ini bisa ditanggulangi yakni dengan menjaga kandang agar selalu bersih dengan menerapkan biosecurity yang ketat, dan menjaga agar kandang tidak basah, salah satu caranya adalah dengan mengusahakan agar ayam tidak minum secara berlebihan. Selain itu, ayam yang sehat haruslah diberi suplemen agar pertumbuhannya baik. Kami memberikan rekomendasi kepada anda yakni produk Vitamax yang berguna untuk memperkuat daya tahan terhadap penyakit, meningkatkan daya cerna dan efisiensi pakan, serta mempercepat perumbuhan ayam ataupun unggas anda.

Sedangkan untuk meningkatkan daya tahan tubuh, anda dapat menggunakan Imunomax yang merupakan Imune aktivator yang berguna untuk meningkatkan fungsi pertahanan tubuh unggas, membunuh bakteri patogen, mengikat mikotoksin yang terbentuk selama proses penyimpanan pakan, menjaga dan memelihara vili usus untuk penyerapan nutrisi yang optimal, dam mengembalikan keseimbangan mikroflora saluran pencernaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *