Tips Melakukan Vaksinasi

Vaksin sebenarnya adalah antigenik yang berasal dari sumber penyakit itu sendiri yang sengaja dimasukkan ke dalam tubuh ternak untuk menghasilkan kekebalan aktif dan meningkatkan imunitas tubuh terhadap suatu penyakit sehingga tubuh akan terangsang untuk membuat antibodi sehingga apabila ada bibit penyakit tersebut tubuh dapat menanggulanginya. Ada 2 jenis vaksin yang dapat biasa digunakan, yang pertama adalah vaksian aktif yang merupakan vaksin yang berisi organisme dalam keadaan hidup, tapi telah dilemahkan, dan yang tumbuh dalam tubuh induk semang yang divaksin. Sedangkan vaksin inaktif merupakan vaksin yang berisi organisme yang dimatikan, biasanya di dalamnya dicampurkan oil adjuvant.

Oleh karena itu, dalam melakukan vaksinasi ayam harus dalam keadaan sehat, apabila ayam yang akan divaksin kurang sehat dikhawatirkan vaksin yang dimasukkan justru akan menjadi penyakit bagi ayam itu sendiri. Dalam melakukan vaksinasi, yang pertama adalah pilihlah vaksin yang tepat dan waktu pelaksanaan tepat dengan waktu serangan penyakit, alat-alat yang digunakan harus steril contohnya jarum harus dimasak dengan air mendidih, saat membawa vaksin ke lokasi kandang vaksin harus disimpan pada suhu 2 – 80C dan terhindar dari sinar matahari, sebelum digunakan vaksin perlu dithawing yakni meningkatkan suhunya dengan cara digenggam sampai terasa tidak dingin lagi (suhu 25 – 270C), vaksin aktif harus segera diberikan setelah thawing dan hendaknya habis setelah 2 jam sedangkan vaksin inaktif selama 24 jam, dan sebelum diberikan vaksin, ayam perlu dipuasakan minum selama 2 jam, pastikan semua ayam tervaksin dengan dosis yang sama, setelah pemberian vaksin botol tidak boleh dibuang sembarangan, botol kemasan harus dibakar atau disterilkan, sementara peralatan dibilas dengan air hangat dan sabun.

Ada berbagai cara vaksinasi yang bisa dilakukan diantaranya adalah :

    1. Tetes Mata, cara pemberiannya adalah dengan meneteskan vaksin ke mata ayam, agar vaksin cepat habis 1 vaksin dibagi menjadi 3 – 4 bagian digunakan bersamaan dengan vaksinator yang berbeda.
    2. Melalui Mulut, vaksin diminumkan ke ayam dengan cara dicekok, pelaksanaannya sama dengan cara vaksin dengan air minum, namun cara ini dilakukan individu sehingga setiap ayam mendapat dosis yang sama.
    3. Suntik Daging (Intramuscular), dengan cara menyuntikkan vaksin ke dalam daging, bagian yang biasa disuntik adalah dada dan paha.
    4. Suntik Bawah Kulit (Subcutaneous), disuntik dibawah kulit pada bagian sekitar leher.
    5. Melalui Air Minum, vaksinasi ini dilakukan dengan cara menuangkan vaksin ke dalam air minum yang disediakan.
    6. Penyemprotan, vaksin ini adalah untuk persiapan sebelum ayam masuk kandang, diharapkan bibit penyakit yang ada akan mati.

Keberhasilan vaksinasi sendiri tergantung pada tata laksana yang benar dan biosekuriti yang ketat. Sedikit tips semoga bermanfaat.

Facebook Comments

One thought on “Tips Melakukan Vaksinasi”

  1. maaf mas ,itu poin yg f Penyemprotan, vaksin ini adalah untuk persiapan sebelum ayam masuk kandang, diharapkan bibit penyakit yang ada akan mati.itu bukanya masuk desinfeksi ya?#CMIW

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *